Be Honest - widyawiwii
Karya @widyawiwii
"Apa kamu ngga bisa pake uang segitu aja buat pensi?!" Bentak seorang guru pada ketua OSIS sekolah Simalakama.
"Ngga bisa pak, uangnya ngga cukup, kalau cuma segini ngga bakal maksimal acaranya," jawab si ketua OSIS dengan tegas.
Si guru menghembuskan nafas. "Ngga apa-apa, yang penting kan jadi. Udah sana bikin, jangan minta uang lagi dari saya."
Si guru pun pergi meninggalkan ketua OSIS yang kebingungan karena kurangnya anggaran untuk acaranya.
Ketua OSIS tersebut pun pergi ke ruang OSIS tanpa ada hasil.
Saat si ketua OSIS membuka pintu ruangan, para anggota OSIS yang lain sudah berbinar-binar matanya.
"Gimana? Lu berhasil kan dapetin anggaran lebih buat pensi kita?" tanya salah satu anggota.
"Pasti bisa lah, kalo dibandingin tahun-tahun kemarin, anggaran tahun ini paling dikit, mungkin si bapak nya lupa ngasih," cerocos anggotanya yang lain.
Si ketua OSIS hanya diam, tidak tahu mau berkata apa. Teman-temannya sudah berharap banyak padanya. Bagaimana ia bisa mengecewakan mereka?
"Iya bisa kok tenang aja sama gue mah. Apasih yang gue gabisa?" Kata ketua OSIS berpura-pura.
Akhirnya si ketua OSIS mengambil uang tabungannya dan menggunakannya untuk acara pensinya.
Acara pensinya sukses besar dan si ketua OSIS pun tersenyum bangga karena hasil kerja keras tim-nya.
Tidak ada rasa dendam pada gurunya yang tidak memberikan anggaran tambahan. Si ketua OSIS tau, guru tersebut menyimpan uang untuk pensi.
"AAAAAAAAAAAAA," terdengar suara teriakan perempuan dari luar sekolah. Ketua OSIS kaget dan langsung menuju asal suara.
Betapa terkejutnya si ketua OSIS saat melihat pisau yang menusuk si guru pembinanya.
"Tadi ada dua orang laki-laki yang naik sepeda motor lewat sambil mengambil dompet yang dimiliki si bapak itu, saat si bapak itu melawan, si pencopet menusuk perutnya," terdengar cerita dari ibu-ibu yang tadi melihat kronologis kejadiannya.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co