Senin Ngenes - Grusshinny
Karya @grusshinny
Gue berjalan menapaki lantai koridor, menuju kelas legendaris yang gue huni. Sesekali membetulkan tas selempang yang suka miring. Huft, hari senin memang membosankan. Gue benci hari senin. Menurut gue itu, hari senin adalah hari paling nista dan sial.
Bayangin aja, pelajaran jam pertama adalah Sejarah, dan pelajaran jam kedua Matematika. Mati gak lo kalo jadi gue? udah ngerjain Sejarah yang super rumit, disambut Matematika yang udah kronis.
BRUK!
Akibat ngedumel mulu dalem hati, gue gak merhatiin keadan sekitar, dan ditabrak dengan seseorang berbadan jangkung dari arah samping. Alhasil, tubuh mungil gue yang molek terjengkang dan jatuh ke belakang. Pantat gue sempurna nyentuh lantai dengan cara tidak elit.
"Huaaa! sakit! siapa sih?!" Gue mendongak ke atas dengan mata berkaca-kaca.
Orang yang nabrak gue itu ternyata seorang cowok, gue gak bisa lihat dengan jelas mukanya akibat air mata yang mengumpul di mata gue. Yang gue lihat, samar-samar dia ngulurin tangannya ke arah gue. "Maaf, ya. Aku gak sengaja."
Anjir, suaranya seksi bener. Serak-serak gimana gitu, kayak suaranya Al Ghazali. Gue senyam-senyum autis sambil nerima uluran tangan doi. "Makasih, ya."
Cowok itu mengangguk singkat. Gue terkejut saat sudah melihat wajahnya dengan jelas, manis banget gila. Cogan ternyata.
Gue jatuh cinta astogeh.
"Lo mau gak jadi pacar gue?" Tembak gue langsung tanpa basa-basi.
Doi membeo, "hah?!"
"Mau gak?" Tanya gue ke sekian kalinya, harap-harap cemas.
"Aku udah punya pacar yang lebih sempurna dari kamu, dasar cewek agresif. Maaf, ya."
Lah, kampret.
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co