Truyen3h.Co

Behind

14

achetyl

Entah kenapa, perasaan Sejeong hari ini begitu gelisah dan tak nyaman, ia hanya merasa ada yang mengganjal di hatinya, dan membuatnya khawatir dan Sejeong tidak pernah sekhawatir ini.

Biasanya jika dirinya merasa gelisah atau khawatir seperti ini Doyoung selalu ada untuk menenangkannya, mengatakan semuanya baik-baik saja, tetapi hari ini, lelaki itu bahkan tidak bisa di hubungi sama sekali.

Sejeong mengigit kuku-kuku jemarinya berulang kali, sebuah kebiasaan yang selalu dia lakukan ketika merasa tidak nyaman.

Ia pun mengambil ponselnya, mencari-cari kontak seseorang, satu-satunya yang bisa dia tanyai tentang Doyoung di saat seperti ini.

Ya, siapa lagi kalau bukan Gongmyung, kakak dari lelaki itu

"Ne Sejeong-ah?"

"Oppa... Apa Doyoung menghubungimu?"

...

"Dia menghubungiku, tetapi beberapa hari lalu, dari suaranya dan ceritanya dia sedikit kacau, aku tidak tau kenapa"

"Apa Dongyoung tidak menghubungimu dan tidak menceritakan apapun?"

"Tidak... Dia tidak bercerita apapun..."

Terdengar helaan nafas disebrang sana, sepertinya Gongmyung juga sama khawatirnya seperti dirinya, tapi sang kakak memutuskan untuk mempercayai adiknya itu.

"Dengar Sejeong-ah, aku tau ini berat untuk kalian, tapi percaya padaku bahwa Dongyoung baik-baik saja, kau harus percaya sama Dongyoungie ne?"

"Ta-tapi... Kalau Doyoung sendiri tidak percaya pada dirinya sendiri..."

"Semakin kau berpikiran negatif maka hal tersebut justru akan terjadi, itu hanyalah sebuah sugesti, jadi tenangkan dirimu ya? Dongyoung itu lelali yang kuat"

"Ne hyung... Terima kasih..."

Panggilan itu terputus seketika, bukannya membuatnya tambah tenang justru membuat Sejeong semakin khawatir karna firasatnya benar-benar mengatakan bahwa Doyoungnya itu tidaklah baik-baik saja.

Ia mengigit bibirnya, jemari lentijnya pun dengan lincah mencari nomor kontak yang akan dia hubungi terakhir kali menyangkut tentang Doyoung atau apapun itu.

Kalau aku tidak bisa di hubungi kau bisa menghubungi manager-ku

Itu pesan yang disampaikan oleh Doyoung, dan ini adalah pertama kalinya Sejeong menghubungi manager NCT itu.

🌼🌼🌼

"Woah... Penyamaranmu..."

Sejeong terkekeh mendengar penuturan dari hyung manager NCT itu, dia memang sengaja berdandan seperti laki-laki agar tidak ketahuan, dan bertemu di tempat yang tersembunyi.

"Biar para wartawan sialan itu tidak bisa mengikuti kita, dan sekali lagi maaf aku justru merepotkan"

"Tak masalah, justru mungkin dengan membawamu Doyoung bisa sedikit lebih baik"

"Maksudnya?"

Terdengar helaan nafas berat dari Manager Park tersebut sebelum melanjutkan ucapannya.

"Doyoung... Dia memiliki penyakit gangguan mental, GASD, dan depresi, itulah kenapa dirinya selalu merasa kesepian dan merasa buruk, dan akhir-akhir ini penyakitnya semakin memparah, ia harus dibantu dengan obat agar tenang dan selalu kontrol tiap minggunya..."

"...untungnya psikiater perusahaan bilang bahwa Doyoung mulai membaik akhir-akhir ini, dari ceritanya katanya itu terjadi sejak dia bertemu kembali dengan dirimu, dia mulai bisa belajar mencintai dirinya sendiri karna melihatmu dan itu adalah perkembangan bagus, konsumsi obatnya saja sampai dikurangi..."

"...tapi akhir-akhir ini, setelah kalian melakukan hubungan jarak jauh, dramamu, dan juga kabar kencan kalian kondisi Doyoung kembali tidak stabil, dia sering melamun, lebih sering dari biasanya, tiba-tiba menangis dan gejala fisik lainnya..."

Sejeong terdiam, dia tak bisa berkata apapun itu, dia bahkan baru mengetahuinya sekarang, Doyoung benar-benar menyembunyikan semuanyanya.

Dipegangnya gelang pasangan mereka dulu, ia ingat betul waktu mereka masih bersama dalam "We Got Married" Sejeong menemukan botol obat, yang ia pikir itu adalah obat tidur. Namun, ternyata itu adalah obat antidepresan milik lelaki itu.

Memorinya seketika memutar kembali dimana Doyoung selalu ada untuknya, menenangkannya, mengatakan bahwa semua baik-baik saja padahal lelaki itu sendiri yang baik-baik saja dan butuh bantuannya.

Jika saja...

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Sejeong-ah"

Seolah mengerti jalan pikirannya manager NCT itu berjata demikian, membuatnya menoleh kearah lelaki itu, mereka sudah berhenti tepat di dorm asrama NCT.

"Psikiater Doyoung menitipkan pesan kepadaku, jangan pernah menyalahkan diri sendiri ketika Doyoung merasa buruk atau apapun itu, itu justru membuat Doyoung semakin bersalah karna membebani orang, satu-satunya cara adalah kita meyakinkannya bahwa dia telah melakukan yang terbaik selama ini"

Mereka berdua turun bersama dari van tersebut, manager NCT bilang bahwa kebetulan dorm hari ini sedang kosong, hanya ada Doyoung karna semuanya memiliki aktivitas individunya.

Sejeong menghela nafas pelan, semoga dirinya tidak terlambat dan Doyoung baik-baik saja, tidak melakukan hal bodoh apapun itu.

🌼🌼🌼

🌼🌼🌼

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co