6
Doyoung menghela nafas pelan, diletakkannya ponselnya di atas meja makannya, hari ini kebetulan dorm 127 lagi kosong karna member-nya yang lain sedang memiliki aktifitas dan kesibukkan masing-masing
Jadilah Doyoung sekarang disini, seorang diri, memutuskan untuk tidak kemana-mana karna jujur saja dirinya sekarang benar-benar membutuhkan waktu untuk menyendiri.
Doyoung menghela nafasnya, ia memijat pangkal hidungnya itu, kepalanya kembali di rasa sangat pening, nafasnya sesak, dan rasanya ingin muntah saja.
Doyoung benar-benar lelah dengan rasa sakit yang melanda dirinya secara terus-terusan beberapa bulan terakhir, ditengguknya obat yang sendari tadi berada di dekatnya, ia menghela nafas berat.
Rasanya tersengal, ingin rasanya dia berteriak sekeras mungkin, ingin rasanya dia menangis, jujur saja Doyoung benar-benar lelah.
"Tenang Doyoung tenang...", ucapnya berulang kali
Diliriknya ponselnya yang bergetar dan menyala itu, menandakan satu panggilan masuk yang sudah bisa dia tebak dari siapa berasal, dengan segera diambilnya ponselnya, memencet tombol hijau diatas sana.
Ia dapat mendengar sapaan riang dari Sejeong tepat di telinganya.
Doyoung-ah!
"Hm...", jawabnya, berusaha agar suaranya terdengar baik-baik saja di sebrang sana agar gadis itu tidak khawatir
Astaga jangan bilang kau baru bangun tidur?! Pamali atuh masa cowo pemales
Mendengar Sejeong yang berceloteh riang seperti ini selalu sukses membuatnya tertawa, entah kenapa, setiap kali mendengarkan Sejeong ia dapat melupakan rasa sakitnya sejenak.
"Aku bukan baru bangun, lebih tepatnya terbangun karna kau menelponku, jadi repot-repot apa kau menelponku dan menganggu tidur tampanku?"
Astaga kau benar-benar kukang pemalas ya
"Ralat, kukang besar pemalas yang sayangnya tampan dan membuatmu jatuh hati"
Kau terlalu GR dan percaya diri!
"Tapi kau menyukaiku kan?"
Ia terkekeh kala mendengar gerutuan Sejeong di sebrang sana, gadis itu sudah tidak bisa membantahnya lagi.
"Ada apa hm, sampai kau tiba-tiba menelponku terlebih dahulu? Ah mari kita lihat kau biasanya menelpon kalau merindukanku, kangen padaku, dan merindukanku, jadi kesimpulannya apa sekarang kau merindukanku?"
Di sebrang sana Sejeong merotasikan bola matanya malas ketika Doyoung sudah berbicara nonsense seperti ini.
Iyain biar cepet
Doyoung kembali tergelak karnanya
"Oke oke serius, ada apa? Ah iya aku lupa dramamu baru saja tayang kan? Chukkae! Aku dengar rating-nya cukup bagus di penayangan pertamanya, aku juga menontonnya sih"
Wah benarkah? Kau memang yang terbaik padahal aku ingin mengabarimu tentang hal itu!
"Tentu saja aku kan kekasih yang perhatian, baik hati, rajin menabung, serta tidak sombong"
Sembuarang, oh iya bagaimana menurutmu tentang aktingku? Bagus kan bagus kan bagus kan?!
"Gitu gitu aja sih"
Doyoung!
"Hanya bercanda~", balasnya dengan nada spongebob, hey, Doyoung bisa menirukan itu dengan sempurna bukan~?
Sore itu, rasa sedih, sakit, dan kesepian di diri Doyoung perlahan memudar, selalu saja seperti ini, ketika dia bersama Sejeong, ia bisa melupakan sejenak semua itu.
Tapi, satu hal lain yang dia takutkan, bagaimana jika nanti dirinya berpisah dengan gadis itu? Tidak ada yang bisa menjamin hubungan mereka bukan? Pada akhirnya tidak ada yang benar-benar peduli dengannya.
Dan dia akan kembali seorang diri
🌼🌼🌼
🌼🌼🌼
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co