Truyen3h.Co

Cara Lupakanmu

Chapter 2

RezzyAffadilah

Terri's POV
"Maya kamu tauga? Kaka yang itu yang tinggi gede namanya siapa?" Tanyaku
"Yang mana terri" ujar maya
Yang langsung menunjukan foto dari semua laki laki itu satu satu seakan akan maya telah menyimpan semua foto.
"Yang itu may" kataku.
"Oh yang ini, ini mah namanya Ka Robet dia emang cowo populer di sekolah kita ini tapi kamu juga jangan sampai suka sama ka robet gawat urusannya karena ka robet itu di gosipin deket sama TANIA dari geng paling populer bahay urusannya terr" maya menjelaskan dengan detail
"Lebay banget dah may aku gabakal suka lagian sama dia selaw aja" kataku
"Baguslah" kataku
Saat aku menuju keluar kelas tiba tiba aku di kagetkan dengan ka robet yang sedang berjalan menuju sini sepertinya dan benar saja dia menuju sini tapi anehnya dia menatapku tanpa kedip sekalipun. Saat aku akn masuk kelas tiba tiba
"Heiiiiiiiiiii...... Gua gatau namalo siapa" tanya ka robet
"Nama aku terri ka" jawabku
"Ohiya hai terri, boleh minta idline lu ga" pinta ka robet
"Ohiya ini kaa, aku duluan masuk kelas yah ka" jawabku dan langsung berlari
Robet's POV
Kenapa hatiku jadi gini gakaruan sekali apakah ini jatuh cinta pada pandangan pertama? Ahh tapi sampai saat ini aku pun tak tahu nama dia siapa?
Dan hari ini aku aka mendatangin dia ke kelasnya tanpan membawa seorang pun aku bisa tanpa merekaa.
"Haii terri" aku langsung chat dia di line.
"Hai jugaka" jawabnya
"Pulang sama siapa terry" tanyaku
"Dijemput supirka"
"Oh dijemput yah"
(Kami chat tanpa disadari sudah bel pulang).
Lucky's FOV
Sampai saat sekarang aku tak habis pikir mengapa aku bisa mencintai dia dan mengapa sahabat ku juga sama mencintai orang yang sama bahkan katanya mereka sedang dekat? Tapi mengapa harus robet?
Selama belum sah aku harus memperjuangkan cintaku sendiri tapi aku tak tahu dengan cara apa?
Saat ku berjalan menuju gerbang akh melihat dia sedang berjalan menuju gerbang.
"Heii" tanyaku
"Adapaka?" Jawabnya
"Anak baru yah? Boleh minta idlinenya ga?" Tanyaku lagi
"Ohinika" jawabnya
"Makasih yah, pulang sama siapa?" Tanyaku lagi
"Dijemput supir ka" jawabnya
"Oh yaudah duluan yah" ujarku
"Iyah kaa" jawabnya
Senang sekali bisa ngobrol langsung depan mukanya dan minta idlinenya mungkin sekarang aku manusia paling bahagia di dunia.
Terri's POV
"Non amang gabisa ngejemput, sekarang ayah kamu mau ke bandara amang liat disitu banyak ojeg kalo kamu takut naek ojeg online aja" aku mendapat sms dari mang suryana seakan aku sial sekali hari ini.
Saat aku ingin memesan ojeg online tiba tiba hapeku mati
"Ah sial kenapa hariku sial sekali hari ini" ujarku
Tiba tiba dari kejauhan aku melihat ka lucky dengan motor ninjanya dia menuju keluar. Tiba tiba dia berhenti di depanku
"Kenapa belum pulang" tanya nya
"Supir aku gabisa jemput jadi lagi nunggu ojeg aja" jawabnya
"Kamu gaboleh nolak apalagi bilang engga sekarang ayo naek ke motor kaka anterin pulang kamu, tenang kaka gabakal ngapangapain kamu kaya di film film, emang rumah kamu dimana?" Ujar ka lucky dengan penuh paksaan
"Rumah aku di perumah gajah jongkok ka" jawabku
"Wah berarti searah dong ayo sekalian kaka di gajah tengkurep" ajak ka lucky
"Yaudah deh ka" jawabku
Ka lucky memang sepertinya baik sekali karena dia sangat hati hati membawa motor tidak seperti yang lain.
Lucky's POV
Dari kejauhan aku melihat terri sedang diam disitu tapi mengapa? Apakah dia sedang menunggu seseorang?
Seperti disambar petir rasanya senang sekali bisa mengantar perempuan yang aku sukai.
"Terri laper ga?" Tanyaku
"Engga kaa hehe" jawabnya
"Makan dulu yu?"
"Engga usah repot repot ka"
"Ayo mau makan dimana?"
"Eh gausah ka, langsung pulang ajaa yah"
"Yaudah deh terserah kamu aja"
Kami mengobrol sepanjang perjalan memang benar terri orangnya baik sekali
Saat sampai rumahnya aku disambut oleh kedua pembantunya.
"Makasih ka, mau mampir dulu ga? Katanya laper? Ayo sinika?" Ajak terri
"Gausa kaka harus pulang duluan duluan yah" jawabku dan langsung pulang.
Terri's POV
Kenapa ka lucky sangat baik? Apakah dia ingin bersahabat denganku?
Sebenarnya saat diperjalanan tadi aku sangan lapar sekali tapi apa daya aku harus menolak karena aku harus terlihat mahal.
Semakin hari semakin pula sedikit demi sedikit hilang sudah ingatanku tapi kenapa susah sekali menghilangkan wajahmu dari pikiranku apakah benar aku harus mencari cara lupakanmu sekarang ataupun nanti?

NOTE; maaf gaje yah
Vote and comment kalo mau lanjut yahh

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co