Truyen3h.Co

Dare or Dare

Ada apa?

nanayyyg_

Dare or Dare

"Haechan!!!!!!," Aduh merdu teriakan Somi di pagi hari buat Haechan yang tadinya ngantuk abis bergadang langsing jadi segar bugar. Kalau bukan Somu yang teriak pasti nih udah dibaku hantam sama Haechan.

Karena dalam sejarah hidupnya, gak boleh ada seorang pun yang ganggu tidur dia. Dulu sempet pernah Haechan tidur di kelas pas pelajaran Pak Jungwoo, bukannya Haechan yang kenal omel pak Jungwoo ini malah kebalikan, pak Jungwoo yang kenal omel Haechan, sampai berakhirlah si haechan  masuk ruang BK untuk yang kesekian kalinya.

Kalau diliat dari tampangnya, jujur banget sih ya ini, menurut Somi Haechan tuh tipe dia banget. Bagi Somi Haechan itu ganteng dimatanya, gak perduli dengan omongan anak-anak yang suka ngatain Haechan buluk, Haechan bobrok, Haechan gak secakep Jeno dll.

Intinya Haechan akan ganteng di mata orang yang tepat, seperti Somi. Ahay.

"Kenapa sih ayang," Somi antara deg-degan sama jijik pas denger Haechan bilang begitu.

"Anterin gw kuy!."

"Kemana?,"

"Kuburan sebelah sekolah,"

"Eh mau ngelayat siapa mi?,"

"Bukan ngelayat, tapi kuburin Lo!. Kesel gw dari tadi Lo tidur Mulu, mana gak bangun-bangun lagi," Ceritanya nih anak perawan lagi ngambek gais.

"Maafin Echan, Cini pelukan sama Echan utututu," Haechan udah ngerentangin tangan sembari jalan deketin Somi.

Belum sempet pelukan, Haechan udah di toyor sama renjun. "Astagfirullah, nih tukang zina gabaik jadi bahan tontonan. Kalau mau buat dosa jangan di umbar,"

"CK. CK. CK astagfirullah..." Sambung yang lain kompak banget kalau lagi nistain Haechan.

"Chan ih...,"

"Kenapa sih Som,"

"Lo mah gak peka, ngambek aja lah gw,"

"Kenapa sayang?, Bilang ayo cepet." Yang lain cuma natap sinis kedua pasangan itu.

"Ih gw tuh pengen makan seblak!. "

"Yaudah hayuk beli!." Ajak Haechan. semangat demi pacarnya Somi tercintah.

"SOMI?!," Suara Lia bikin kaget semua orang yang lagi pada kumpul di rumah Chenle. "Ya Allah Som, bapaknya siapa?,"  Tanya Lia bikin geger.

"Somi?!, Yang bener inimah, gak mungkin kan yang gw pikirin sama kaya yang dipikirin Lia?" Tanya Siyeon.

"Emang kalian berdua mikirin apa tentang Somi?," Bingung Gisell.

"Hamil!." Jawab siyeon sama Lia kompak banget.

"Astaghfirullah," —Renjun

"Ha?!,"

"Anjir!."

"Wah gw bakalan  jadi om nih," —Sungchan.

"Anak siapa Som?," —Karina

"Lo kalau mau bikin debay tuh ngajak-ngajak Som, biar gw sama Ryu bisa ikutan juga," —Jaemin

Bughhhh

Brakk

Duaghk

"Kalau punya mulut tuh dijaga!" Kesal Ryujin.

"Iya-iya sayang aku jaga hati kok," namanya juga Jaemin.

"Ehhhhhhhh!!!!!! Diam kalian semua mahkluk ghaib!" Suara Haechan menghentikan semua omongan mahkluk itu. Mahkluk gak tuh🤧

"Sumpah ya, ini Siyeon sama Lia, emang minta di cuci otaknya pakai rinso, biar isi pikirannya gak kotor." Ujar Somi sebel.

"Tuh dengerin ayang gw," sahut Haechan  "btw Ayang, ini anak siapa?," Tanya Haechan yang ikut penasaran.

"Anjeng!. Gw kagak hamil ya anjir!." Somi udah siap-siap nih mau baku hantam Haechan.

"Emang salah ya kalau ngidam sebelum hamil?," tanya Somi.

"Y-ya enggak sih,"

"Nah kan!. Manatuh tadi yang bilang gw mildun. Sini yok baku hantam," badan Somi udah di tahan sama Gisell dan Karina, sedangkan Lia sama siyeon udah ngumpet dimana tau.

"Somi  mau beli Seblak?, Gimana kalau aku pesenin aja lewat gojek, aku juga penasaran belum pernah makan Seblak." Ujar Yiren.

"Wajar sih dia gak pernah makan Seblak," gumam Winter.

"Wajar banget, yang gak wajar dia setiap hari makannya daging Japanese Wagyu, gw yang ngeliatnya harganya aja udah nangis 7 turunan," balas Somi.

"Eh tapi enak loh makan Wagyu, loh harus coba," ujar Giselle.

Inimah udah ketara banget ya mana yang holkay mana yang melarat, sebenarnya Giselle nih anak holkay, tapi dia sama kaya Yiren yang kalau dilihat dari penampilannya sederhana banget. Cuka bedanya kalau Yiren lebih keimut gitu penampilannya, sedangkan Giselle anggun parah, sampai kadang Somi ngira nih Giselle kayanya keturunan darah biru.

"Boleh deh nanti kalau bulan puasa tahun depan kita bukber pake Wagyu," segitu entengnya Chenle ngomong.

"Boleh le!. Boleh banget, liat nih temen gw badannya kurus kerempeng, perlu banget perbaikan gizi kayanya." Haechan ngangkat-ngangkay tangan Renjun.

"Eh, mending gw kekurangan gizi, daripada Lo kelebihan gizi?!. Tuh liat perut Lo udah kaya ibu hamil 2 bulan," semua langsung pada ketawa.

Tapi emang bener, perut Haechan kalau menurut Somi tuh lucu banget, kaya perut bayi, rada-rada buncit. Beda banget sama perut dia yang abs nya bener-bener bagus, tapi gapapa Somi tetep cinta Haechan.

"Seblak tuh harganya berapa ya?, 50ribu untuk satu porsi cukup ga?," Tanya Yiren polos

"Itumah Seblak premium Ren," sambung Wony.

"Emang ada Seblak premium Won?," Bingung JiSung

"Coba aja tanya ningning, emak nya dia kan jualan Seblak," balas Wony.

"Oh iya, kalau mau makan Seblak hayo silahkan pesan di mamaku mama Wendy, Seblak premium terenak, dimasak dengan penuh cinta dan rasa. Selain itu setiap pembelian 5 Seblak gratis 2 bungkus choki-choki. Yuk buruan beli! "

"Pinter juga nih anak jualan," gumam Ryujin.

"Berbakat lu Ning, pasti diajarin Renjun ya,"

"Boleh deh aku beli di mama Wendy, eh tapi bisa dianter gak ya?,"

"Tenang Yiren. papah chanyul siap mengantar pesanan dari Sabang sampai Merauke!." Semangat banget Ningning promosiin dagangan emaknya.

"Yaudah angkat tangan siapa yang mau Seblak?," Ujar Chenle terus ngitung jumlah orang, hampir semua mau kecuali...

"Eh maaf ya, gw harus balik duluan, gw disuruh nyokap balik ke rumah." Ucap Karina tiba-tiba.

"Eh Rin?, Gaikut makan Seblak mama Wendy?," Tanya Shotaro.

"Eh enggak dulu deh makasih, kapan-kapan aja ya,"

"Mau gw antar gak Rin?," Tawar Yangyang, dia udah siap pake jaket sambil bawa helm.

"E-enggak usah Yang, gw nanti di jemput kok."

"Gw juga kau balik, ada acara tiba-tiba. " Semuanya langsung diam pas Jeno bangkit dari duduknya.

"Wih kok bisa barengan, jangan-jangan..."

"Boneng dijaga congornya..." Bisik Somi sambil injek kaki Haechan.

"O-oh yaudah, hati-hati ya kalian..." Ujar Yangyang

"Duluan ya guys!."

"Hati-hati Rin, " Karina senyum ke Yangyang.

"Hayoloh... Kok pada diem...," Sunchan emang kayanya gak bisa diem sebentar.

"Wony, punya lakban ga?," Tanya Winter.

"Ha?, Buat apa?,"

"Tuh lakbanin mulutnya si tiang, biar bisa diem!."



Dare or Dare

lagi rajin update, sebelum nanti aku menghilang lagi hehehe

Makasih banget yang masih nungguin cerita gajelas ini kawan🤧

Semangat juga yang lagi belajar online, jangan lupa istirahat ya...

Btw ini gambaranku udah lama banget wkwkwk, ayo tebak siapa nih?

"Assalamualaikum ukhti,"
Abis pulang salat jumat—

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co