Truyen3h.Co

Spring Blooming #1

19. First Date

authoriya

Maapin karena lama ya, abis cidera krna sosoan workout wkwk😂 sorry pendek. Bingung mau diapain ini

Correct me klo ada typo. Thx

****

"Kau ingin mengajakku kemana?" Suzy menggeser tubuhnya untuk menghadap kearah laki-laki yang sedang fokus menyetir di depannya.

"Menculikmu." Myungsoo menoleh kearah Suzy sambil menyeringai.

Suzy mendengus, lalu menyenderkan kepalanya pada jok, "Aku serius..."

"Kau akan tahu nanti." Ucap Myungsoo, dengan tangan kanannya terulur mengusap puncak kepala Suzy. Sepertinya hal itu sudah menjadi kebiasaan Myungsoo.

"Ponselku?" Suzy menengadahkan tangannya kearah Myungsoo. Ponsel miliknya disita oleh Myungsoo setelah ia selesai menghubungi Soojung dan mengatakan kalau dia tidak bisa ikut gadis itu merecoki Ellen dikarenakan ada kerja kelompok bersama teman-temannya di materi Bahasa Inggris. Setelahnya Suzy berfikir, mana ada kerja kelompok yang mendadak seperti katanya tadi.

"Nanti." Jawab Myungsoo singkat, "Dua gadis itu bisa saja mengganggu acara kita nanti." Kemudian Myungsoo mengedipkan sebelah matanya.

Suzy melotot, "Hei!"

Myungsoo terkekeh dan kembali memfokuskan matanya pada jalanan kota Seoul hingga mobil yang dikendarainya membawa mereka pada salah satu pusat Theme Park di Seoul. Lotte World, namanya.

***

"Soojung?"

Satu panggilan dari suara yang dikenal Soojung seketika membuat gadis itu menoleh. Pandangannya bertemu dengan pemilik rambut bewarna hitam dengan perangai tinggi di depannya yang nampak tampan dengan kemeja bercorak kotak-kotak yang dipadupadankan bersama celana levis berwarna gelap.

Oh Sehun.

Soojung buru-buru menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, mencoba menyadarkan dirinya dari keterpanaan sesaat. Lalu menjawab, "Sehun? Sedang apa kau disini?"

Gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, namun tidak menemukan clue apapun disana. Lantas, dialihkannya kembali pandangan itu ke laki-laki jangkung yang kini berdiri didepannya.

Sehun tersenyum kecil, "Aku berniat ingin mengajak Suzy pergi, tapi..." Sehun mengernyitkan keningnya sambil melihat ponsel yang diambilnya dari saku, "Nomornya tidak bisa dihubungi. Kata Ellen dia di kampus. Kau tahu, dia dimana?" Tanya Sehun.

Soojung tersenyum lebar, "Dia sedang mengerjakan tugas bersama kelompoknya."

"Kau, tidak?"

Gadis itu menggeleng. "Kami berbeda kelas. Ah, lebih baik kau ikut aku saja mengganggu Ellen yang sedang kencan dengan kekasihnya."

Sehun menaikkan alisnya, "Ellen ada kekasih?"

"Mm-Hm. Kajja!" Soojung langsung mengapit lengan Sehun. "Dimana mobilmu?"

"Di... sana." Jawabnya sedikit bingung.

Soojung tersenyum puas. Selain karena dirinya bisa mengganggu Ellen, disisi lain Soojung bisa menghabiskan waktunya bersama lelaki tampan bermarga Oh ini. Persetan soal mobilnya, mobil itu akan aman di parkiran kampus hingga besok pagi menjelang pun.

***

Suasana di bagian dalam Lotte Word hari ini tidak begitu ramai. Mungkin ini disebabkan karena hari ini adalah weekday, sehingga kebanyakan dari para pengunjung sedang bekerja. Ide yang bagus memang mengajak Suzy kesini tanpa pusing melihat kerumunan pengunjung yang memadati lingkungan ini, batin Myungsoo.

Myungsoo berjalan menuju penjualan tiket dengan tangan yang terus menggenggam jemari milik Suzy. Setelah membayar sejumlah uang, Myungsoo lantas menarik Suzy untuk masuk kebagian dalam.

Suzy tersenyum kecil melihat tangannya yang tergenggam oleh Myungsoo. Ada perasaan hangat yang menyeruak didalam hatinya ketika menerima perhatian yang diberikan Myungsoo kepadanya. Jika boleh di terjemahkan, bahasa tubuh Myungsoo untuknya memang tulus tanpa ada keinginan apapun menurutnya. Meskipun Suzy minim pengetahuan tentang lelaki, tapi bukan berarti dirinya buta akan hal itu.

Tapi sesuatu hal lah yang melarangnya untuk tidak terbuai dengan Myungsoo.

Myungso berhenti, tangan sebelahnya yang kosong mengambil satu tangan Suzy yang tak digenggamnya. Membuat Suzy bertanya, "Kenapa?"

"Kenapa tanganmu berkeringat?" Kening Myungsoo berkerut.

"Umm..." Suzy menarik kedua tangannya dari Myungsoo, "Tanganku memang suka berkeringat. Ini tidak apa-apa, Myungsoo." Susy tersenyum. Diarahkannya kedua bola matanya memandang kebelakang Myungsoo, lalu kembali berujar, "Ice Skating?" Tawarnya.

Myungsoo mengerutkan dahi sesaat. Membuat Suzy menghela napas sambil memutar kedua bola matanya, "Oh, Ayolah... Aku baik-baik saja."

Sekali lagi Myungsoo mengamati gadis itu, kemudian mengangguk, "Oke, Let's playing ice skating!"

---

Myungsoo memasangkan sepatu skating di kedua kaki Suzy dan memastikan ikatannya terpasang dengan kencang. Memasangkan Beanie berikut dengan Scarf untuk gadis itu, yang dibeli mereka di Mall lingkungan Lotte World tadi sebelum memasuki area ice skating.

Kedua bola mata Suzy menatap kesal kepada Myungsoo, "Kau tidak perlu melakukan hal ini," kemudian Suzy menghela napas, "Apalagi sampai membeli Mantel, Beanie dan Scarf ini." Katanya, sambil menunjuk keseluruhan tubuhnya.

Demi neptunus, ini bahkan musim semi di Korea! Dan orang-orang di dalam area Ice Skating ini tidak ada yang menggunakan mantel tebal seperti yang digunakannya. Suzy mendesah menahan kekesalannya, dalam hatinya sibuk berdoa agar orang-orang disekelilingnya tidak merasakan keberadaannya dengan mantel tebal ini. Jika iya, mereka sudah pasti akan mengira Suzy sedang sakit keras dan tetap memaksa untuk bermain permainan ini.

"Aku tidak ingin kau jatuh sakit." Myungsoo mengedikkan bahunya, "Ayo." Kemudian, ia menuntun Suzy mulai berjalan ke area tengah.

Bermain Ice Skating mengingatkan Suzy akan Mila. Mereka sering membuang kepenatan dengan bermain Ice Skating di New York. Tidak menentu waktunya, namun sebulan sekali tentu saja mereka lakoni. Mata Suzy mengarah kepada laki-laki disampingnya, "Siapa yang mengajarimu bermain Ice Skating?" Tanya Suzy.

"Dulu, saat kecil, Ayah sering mengajakku ke taman bermain untuk bermain ini." Myungsoo mengeratkan genggamannya, lalu menoleh, "Kalau kau?"

"Aku berlajar bersama Mila sahabatku di New York." Suzy tersenyum getir, "Aku bahkan tidak pernah merasakan mengunjungi taman bermain bersama Ayahku."

"Ayahmu terlalu sibuk dengan bisnisnya?"

"Mungkin saja." Suzy mengedikkan bahu, "Ayah jarang di rumah sejak bercerai dengan Ibu." Tambahnya.

Myungsoo tercenung. Kakinya otomatis terhenti dan membuat Suzy ikut berhenti. Posisi mereka kini sedang berada di tengah-tengah area ice skating, dengan Myungsoo yang menatap Suzy dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan dan dibalas Suzy dengan tatapan bingung mengartikan.

Diraihnya satu lagi tangan Suzy, kemudian dibawanya tepat menyentuh dada Myungsoo. Dengan fokus mata hanya untuk gadis didepannya ini, Myungsoo kembali bersuara dengan rendah,

"Aku akan memastikan untuk selalu mengajakmu kesini, Suzy." Ucap Myungsoo sungguh-sungguh, dilepaskannya genggaman itu, kemudian tangannya beralih menyentuh pipi sang gadis dan dikecupnya bibir ranum Suzy secara perlahan dan hati-hati.

***

Di tempat lain...

"Jung, wajib sekali ya kau menggangguku yang sedang menikmati momen romantis bersama kekasihku?" Ellen mendengus kesal.

Namun, alih-alih menampikkan rasa bersalah, Soojung malah tersenyum dan menjawab dengan santai, "Aku sedang ada waktu luang dan bertemu dengan Sehun, apasalahnya kalau kita double date, Bae." Soojung lantas menoleh kearah Sehun, "Benarkan, Sehun?"

Sehun tersenyum, satu tangannya bergerak menggaruk pelipisnya yang tak gatal. Bingung akan menanggapi dan memberi jawaban seperti apa karena ini bukan rencana awalnya. Dia berniat mengajak Suzy untuk menonton bioskop hari ini, tiket bahkan sudah di pesannya sebelum pergi ke Universitas untuk menemui gadis itu.

"Bitch--"

"Ellen..." tegur Minho. Ellen memberikan senyuman bersalahnya kepada Choi Minho sambil mengatakan maaf. Lalu, kembali menatap Soojung, "Jung, kau harus tahu kalau Sehun sudah kuputuskan untuk terus bersama Suzy. Jadi, Kau cari mangsa lain saja, oke?"

Mendengar ucapan Ellen, lantas membuat Soojung langsung menggerutu, "Kau jahat sekali padaku!"

Ellen mendengus, "Sehun terlalu tampan untukmu. Lagian, kau tidak bisa melihat apa?" Ellen melirik Sehun dengan senyuman menggoda, "Caranya memandang Suzy berbeda dengan caranya memandang gadis-gadis lain. Termasuk kau."

Soojung berdecak, tangannya mengamit lengan Sehun dengan cepat, "I don't care, but for now, Sehun is mine. Kajja, teaternya sudah dibuka." Ajak Soojung sambil menarik Sehun dan mengajak Ellen beserta Minho untuk masuk kedalamnya.

***

Suzy mengerjapkan matanya dua kali secara perlahan, sebelum akhirnya menyunggingkan senyumnya membalas Myungsoo yang lebih dulu tersenyum padanya sambil berjalan kearah gadis itu. Myungsoo duduk di kursi yang berada di depan Suzy, satu tangan Myungsoo bergerak menyodorkan sebotol air mineral kepadanya, Sedangkan coffe latte untuknya.

Suzy bergumam terimakasih kemudian membuka penutup botol itu dan menegaknya. Cairan itu mengalir dengan sempurna mengenai kerongkongannya memberikan kesegaran yang menyejukkan dahaga. Myungsoo memandang Suzy, "Kau tidak ingin Latte?" Ia bertanya lagi. Walaupun tadi dirinya sudah bertanya, namun Myungsoo masih bersikekeh menawarkan itu.

Suzy menggeleng, "Jika memilih latte, aku tidak bisa menelan vitaminku." Dengan cekatan, Suzy mengeluarkan satu butir vitamin yang dimaksudnya dari dalam botol, kemudian menelannya menggunakan air.

Myungsoo menyipitkan mata, "Vitamin? Kau sakit?"

Suzy mendongak, menatap kedalam manik mata Myungsoo sambil menyunggingkan senyumannya, "Memang harus sakit dulu, baru dibiarkan meminum vitamin?"

"Ya tidak..." Myungsoo menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. "Kau mau makan sesuatu?" Kemudian Myungsoo mengedarkan pandangannya kesekitar.

"Aniyo. Tidak usah," diliriknya jam pada pergelangan tangannya, "Ini sudah hampir jam tujuh. Apa tidak sebaiknya kita pulang?"

Myungsoo mengambil cup coffe latte nya untuk kemudian menyesap kembali isinya. Matanya ikut melirik jam dipergelangan tangan kirinya dengan ekor mata. Benar, ini sudah hampir jam malam. Walaupun sebenarnya ia masih ingin bersama dengan Suzy lebih lama lagi, namun tetap saja Bibi Han mungkin akan menghawatirkannya, belum lagi, ponsel miliknya dan milik Suzy yang ditinggalnya tadi didalam tas yang tetap diletakkan di mobil dengan keadaan mati.

Myungsoo mengangguk, lalu berdiri, "Ayo, mungkin Ibu mu sudah dirumah. Dia mungkin akan khawatir puteri kesayangannya tak kunjung pulang."

Suzy tersenyum kecil, "Dan mungkin Ellen sudah menunggu didepan pintu rumah untuk memergoki Kau dan Aku."

Myungsoo menyeringai, "Tidak, aku tahu Ellen pasti sedang berada di tempat karaoke bersama si tukang robot itu."

"Dari mana kau tahu?"

"Aku pernah salah mengenali orang jika kau lupa." Myungsoo mengedikkan bahunya santai, tangannya meraih jemari Suzy dan menautkannya kembali, "Ayo." Ajaknya.

Lalu keduanya beriringan keluar menuju parkiran mobil.

***

Guuuys, i wanna ask something. So, kalian lebih milih ini bakalan berakhir dengan...

Sad ending? YES!

Or

Happy ending? YES!

Atau, terserah aku aja? :P

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co