Truyen3h.Co

the day

the night.

fikawashere

setelah memastikan rambutnya benar-benar kering, nami menghempaskan dirinya ke tempat tidur.

desahan lega keluar dari mulut nami begitu tubuhnya merasakan empuknya kasur yang ia rindukan seharian ini.

nami kemudian mulai menggerakkan lengan dan kakinya membuka dan menutup — merasakan sejuknya seprai yang terkena ac saat ia membersihkan diri beberapa menit lalu.

malam itu juga, setelah pesta pernikahan selesai, luffy dan nami kembali ke rumah baru mereka.

sejak awal, pasangan suami istri baru itu tidak berniat untuk menginap di hotel. mereka menyerahkan kamar hotel yang sebelumnya mereka tempati kepada keluarga dan kembali ke rumah.

hal itu dilakukan untuk menghindari pesta kedua dengan keluarga besar. mereka lelah dan tidak ingin terjebak dalam obrolan yang berlarut-larut.

para orang tua pun setuju. masih ada hari esok untuk bertemu dengan keluarga besar — sebelum mereka berangkat berbulan madu pada hari selasa.

angin sejuk dari ac yang menerpa tubuhnya membuat nami tanpa sadar memejamkan matanya.

gadis bersurai oranye itu mulai tertidur sedikit demi sedikit, hingga sebuah suara memanggil namanya diiringi ketukan di pintu.

"... mi? nami?"

mata nami terbuka lebar ketika menyadari bahwa ia secara tidak sadar mengunci pintu kamar out of habit. karena itu, suaminya yang menggunakan kamar mandi luar tidak bisa masuk.

"nami, udah tidur?"

ia segera bangkit dan turun dari tempat tidur, lalu membukakan pintu untuk luffy.

begitu pintu terbuka, nami mendapati luffy sedang tersenyum lebar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

"nami ketiduran, ya?"

"iya ... maaf, maaf. aku kebiasaan," aku nami sambil bergeser mempersilakan luffy masuk.

luffy hanya terkekeh, lalu menepuk puncak kepala sang istri. "bagus, dong. kamu emang harus selalu kunci pintu kalo aku gak ada di rumah."

nami kembali mengunci pintu setelah luffy masuk dan berjalan menuju tempat tidur.

namun, sebelum suaminya itu mencapai tempat tidur, nami memanggilnya dari meja rias. "sini, keringin rambutnya dulu."

dengan patuh, luffy berbalik dan duduk di depan cermin meja rias. nami segera mengambil posisi di belakangnya dan menyentuh bagian atas rambutnya.

surai gelap luffy masih setengah basah. oleh karena itu, nami menyalakan hair dryer dan mulai mengeringkan rambutnya agar luffy bisa segera beristirahat.

luffy tampak memejamkan matanya saat udara panas dari hair dryer menerpa rambut dan tengkuknya. ia menjadi sangat relaks saat jemari nami juga menyisir helaian rambutnya secara bersamaan.

"kamu kayak kucing abis mandi," celetuk nami sambil tertawa kecil.

"haaah?"

suara bising dari hair dryer membuat luffy tidak bisa mendengar suara nami dengan jelas.

alih-alih mengulangi perkataannya, nami hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan aktivitasnya mengeringkan rambut luffy.

tak lama kemudian, suara bising itu berhenti karena rambut luffy akhirnya kering. nami menepuk pundak suaminya yang masih memejamkan mata dan memintanya untuk pindah ke tempat tidur.

luffy bangkit dan berjalan menuju tempat tidur dengan langkah gontai. ia bahkan menguap beberapa kali sebelum menjatuhkan dirinya ke kasur.

"haaah ... akhirnya."

nami terkekeh, lalu menjatuhkan dirinya di samping luffy.

sambil berguling ke arah nami, luffy menyelipkan lengannya ke bawah kepalanya sendiri. "ternyata jadi pengantin tuh capek banget, ya? bukan cuma capek berdiri, tapi capek nyengir juga."

"ya ampun, iya ... sampe satu badan pegel," timpal nami yang kemudian berguling ke arah luffy.

mendengar itu, tangan luffy yang bebas bergerak mengusap sisi kepala nami. "kasian si cantik. mau dipijitin nggak?"

nami menggelengkan kepalanya. "gak usah, besok kita ke tempat refleksi aja. sekarang tidur dulu. masih harus ketemu keluarga besar, lho."

"maleees. paling cuma nanya kapan punya anak, mau punya anak berapa," cibir luffy.

nami tertawa terbahak-bahak.

"tidur, yuk. biar besok bisa jawab pertanyaan-pertanyaan nyebelin itu."

luffy mengangguk setuju.

pasangan suami istri itu kemudian bangkit dan berpindah untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman.

dengan tubuh saling berhadapan, luffy menatap nami dalam-dalam.

tatapan itu membuat nami bertanya-tanya.

"kenapa, sayang?"

luffy cemberut. "no hugs?"

melihat itu, sebuah ide jahil muncul di benak nami. ia berpura-pura mengerutkan kening. "males ah, gerah."

"nggak gerah!" luffy ikut mengerutkan kening sebelum berbisik pelan. "nanti aku lepas kalo udah gerah."

tawa nami pecah.

tanpa berlama-lama, ia langsung mendekat ke arah luffy dan memeluknya erat. "bercanda, ganteng."

"namiii," rengek luffy sambil balas memeluk nami lebih erat.

nami mengusap bagian belakang kepala luffy untuk membujuknya. "cup, cup, cup. tidur ya, sayang."

sebagai tanggapan, luffy membenamkan wajahnya di perpotongan leher nami sambil mengusap punggung bawahnya.

"good night, wifey."

nami menutup matanya dengan senyum manis di bibirnya.

"good night, hubby."

— — — & — — —

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co