Young Parents |CHENLE YIREN| [✓]
Baikan
Lelaki itu tersenyum memandang kotak di depannya, membayangkan betapa indahnya nanti jika gaun yang ada dikotak itu dikenakan oleh gadisnya nanti.
Dia berjalan ke arah taman belakang, mencari seseorang. "Bang Juna," panggilnya.
"Oi, kenapa?"
"Minta tolong lagi hehe," ujarnya cengengesan.
Juna berdecak, dasarnya bukan dia tak mau menolong lelaki itu, namun ini sudah ke sepuluh kalinya Chenle meminta bantuan, apalagi permintaan Chenle yang tak pernah berbeda tujuan dari tadi. 'bang, tolong ingetin Yiren minum susu,'
'bang, minta tolong kasih makanan ini ya,'
'bang tolong ingetin Yiren jangan lupa istirahat,'
'bang Juna tolongin gw, bilang dia gausah mikirin omongan gw yang kemarin,'
Sudah terbayangkan wajah bang Juna saat bosan dengan ucapan Chenle, "ck. Nih anak masih aja marahan....," Chenle yang mendengarnya langsung ikut duduk di ayunan kayu tempat bang Juna duduk saat ini.
"ini yang terakhir. Gw janji sama Lo Bang."
"Apalagi kali ini?" Tanya Juna tampak heran.
"Kasih Adek lu, terus suruh dia pake untuk acara prom nanti malam,"
Bang Juna yang tadinya kesal kini malah tersenyum cengengesan, matanya terlihat sangat menggoda lelaki di depannya, tamat riwayat Chenle, setelah ini pasti dia akan mendapat ejekan dari seorang Juna. "Cie...So sweet banget Adek ipar gw..."
"Romantis juga Lo ikan lele, yaudah nanti gw kasih. Eits jangan lupa kasih upah,"
"Ck. Tenang nanti gw kasih." Jawab Chenle santai.
"Adik ipar yang berbakti Lo Le, bangga gw sama Lo,"
"Halah udah apal gw sama Lo Bang,"
Juna tertawa lalu langsung menjalankan misinya, memberi kotak tadi kepada Yiren. Dengan langkah seribu di kecepatan 10km/jam dia menuju ke kamar Yiren.
Tok tok tok
"Paket!!!"
"Woy paket nih!!!"
Tok tok tok
"He bumil, buka pintunya! "
Cklek
"Ck ap—"
"Ambilpakenantipaspromnightgamautau. Kalaulogapakegwpecatlosebagaiadek." Setelah itu Juna kabur meninggalkan Yiren yang mengedipkan matanya kebingungan.
"Abang gw waras gak sih?" gumamnya.
Tak mau memusingkan kelakuan abangnya, gadis itu memilih kembali memasuki kamar yang serba ungu. Menduduki pinggiran kasur sembari membuka isi kotak tersebut.
Sudut bibirnya terangkat perlahan melihat gaun cantik ada di depan matanya, terdapat juga satu pucuk surat disana.
'dipakai ya buna...( ◜‿◝ )♡
- Permintaan anak Lo Ren,'
Yiren tertawa membacanya, sudah ketahuan 100% kalau ini tulisan Chenle. "Iya iya buna pakai, demi anak,"
Setelahnya Yiren menaruh kotak tersebut di lemari, lalu menggerakkan kakinya keluar dari kamar, hatinya tengah berbunga entah kenapa. Seakan tahu dimana lelaki itu kakinya cepat mengarah ke taman.
"Ch—chenle..." Gumam melihat Chenle yang masih duduk di ayunan kayu sembari menggunakan satu airpod pro di kupingnya.
Chenle sontak mencari sumber suara
"R—ren," dia menggaruk tengkuknya sedikit gugup. "Sini duduk,"
Dengan langkah ragu Yiren menghampiri Chenle, bibirnya masih tak henti tersenyum lebar. "Le..."
"Iyaa?" Balas Chenle sangat lembut menatap mata Yiren. "Sama-sama,"
"Dih kok Lo tau gw mau ngomong itu," kesal Yiren.
"Kebaca dari muka Lo,"
Yiren langsung mengambil handphone Chenle, membuka kamera melihat wajahnya yang mungkin saja terlihat aneh menurut Chenle. "Ih emang keliatan ya Le? Kayanya enggak tuh, muka gw juga gak merah, masih cakep gini kok muka gw, lu pasti boong." tanya nya bercermin dari handphone tersebut.
"Gw gak boong, emang keliatan Ren," Yiren semakin kebingungan, sebegitu mudah nya kah wajah dia menggambarkan emosi? "Keliatan cantiknya," dengan tanpa rasa bersalah Chenle mengungkapkan itu sangat mudah, membuat jantung Yiren melesat cepat ke angkasa ketujuh.
"Ih apasih! "
"Nah kalau ini baru merah mukannya," ucap nya mencubit pipi Yiren. "Lo udah mau jadi ibu, tapi kenapa masih kaya bocil gini sih Ren?"
"He! Ngaca ya bapak, Lo juga kaya bocil!" Tegas Yiren.
"Gemes sini cium,"
"Cium tuh daegal! Semenjak Lo bawa daegal kesini kan Lo jadi main sama dia terus."
"Owhh i see i see Lo cemburu sama daegal?" Chenle tertawa keras membuat wajah Yiren makin kesal.
"Gatau ah!. Sebel gw sama Lo! " Chenle langsung menahan tangan Yiren yang baru saja mau beranjak dari ayunan.
"Eh—eh tunggu dulu, duduk sini." Chenle berusaha menghentikan tawanya sebisa mungkin. "Hahaha, Lo bilang kan? Kalau gw harus bertanggung jawab, nah gw mau coba dari hal kecil dulu Ren, ya contohnya pelihara dan jaga daegal sebaik mungkin. Apalagi pelihara daegal kan keputusan gw sendiri,"
"Ya—iya sih tap..."
"Kalau jaga daegal aja gw gabisa, gimana gw mau jaga Lo dan anak kita nanti?, Intinya gw harus bertanggung jawab di setiap keputusan gw kan? " Yiren mengangguk pelan.
Chenle mengelus rambut gadis di sampingnya itu. "anak pintar," gumamnya dengan senyum.
"Ih gw bukan anak Lo ya!"
"Emang bukan Ren." Chenle kemudian menggenggam tangan Yiren. "kan tadi gw bilang kaya gitu untuk anak gw."
"Bodo Chenle bodo!"
"Bumil gak boleh marah-marah, gak baik kalau kata bunda." Chenle kembali mengingat kata-kata bunda mengenai Yiren. "Senyum Ren, " ujarnya menarik pelan sudut bibir Yiren yang tadi tampak kesal.
"Lo cantik kalau senyum. Gw suka,"
"Chen..."
"Maafin gw ya ..., Gw sempat kasar dan egois, maafin gw karena udah buat Lo sakit hati dengan perkataan gw Ren."
Kini Yiren membuka suara perlahan menatap dalam mata Chenle. "maafin Yiren juga Le, seharusnya Yiren gak keras kepala, dan nurut kata Lele. Yiren terlalu egois dan pentingin diri sendiri, sampai Yiren lupa masih ada yang harus di jaga..."
Chenle memberanikan diri mengusap pipi Yiren. "gapapa Ren, kita masih belajar untuk jadi orang dewasa yang punya pemikiran panjang . Kita belajar bersama untuk jadi lebih dewasa dan bisa jadi orang tua yang baik kalau anak ini sudah lahir nanti."
"Gw harap saat anak ini lahir nanti, kita udah siap untuk saling melengkapi dan bertanggung jawab dengan anak ini. Percaya sama gw ya? Kita bisa jalanin semuanya bareng-bareng. Dan jangan pernah pergi dari gw Ren." Yiren masuk kedalam dekapan Chenle.
"Gw benci sama Lo Le."
"Gw benci karena gw sedalam ini jatuh ke hati Lo "
"Tolong jangan kecewain gw, sepenuhnya gw yakin dan percaya kalau Lo adalah orang yang ditakdirkan untuk jadi ayah dari anak-anak gw nanti. Cuma Lo......
Chendra Leo,"
Mianheyo~
Monmaaf kepada para readers ku, sumpah ya gw merasa gak bertanggung jawab banget༎ຶ‿༎ຶ karena lama banget update huhu, buat kalian nunggu tanpa kepastian, bismillah mau ngepush sampe nih young parents tamat hohoho.
Btw acara prom bakalan lanjut ke chapter selanjutnya hehehe monmaaf gaiseu
Love you 3000- Istri Huang Renjun
Revisi✓
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co