Truyen3h.Co

Young Parents |CHENLE YIREN| [✓]

Dream

nanayyyg_

Di dalam kamarnya gadis itu merintih kesakitan, melihat banyak darah yang sudah mengalir dari perut buncitnya yang telah berjalan tujuh bulan ini. Ia mengeratkan sprei di kasur untuk berusaha menetralisir rasa sakit tersebut, namun percuma saja, kini perutnya malah semakin terasa sakit .

"Chenle!!!" Gadis itu berteriak sekeras mungkin.  "Chenle!!! Tolongin!!!" Rintihnya 

"Yiren! kenapaa?!" Lelaki itu berlari menghapiri. "s-sakit..."

"kita ke rumah sakit! "

"Cepet, sakit banget."

"Iya, sabar ya," dengan segera lelaki itu menggendong tubuh gadis di depannya, membawanya segera masuk ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit.

Mobil melaju sangat kencang, ia tak perduli dengan lampu lalulintas yang sudah ia lewati karena keadaan genting ini. "Chenle...sakit...." Pikirannya kosong, dia benar-benar terjebak akan situasi.

"Iya sabar ya , dikit lagi sampai rumah sakit."

Lelaki itu berteriak, meminta bantuan para perawat yang ada disana.  Terbaring lemah di ranjang rumah sakit, gadis itu menatap kaki bagian bawahnya yang sudah mengalir darah "L-le darahnya..." lirihnya ketakutan,

"Tahan, sabar dikit lagi ya..."

Chenle menaruh tubuh Yiren di ranjang yang dibawa satu perawat tadi, "yang kuat ya," ujarnya mengelus surai gadis itu. "Chenle, jangan jauh-jauh...," gadis itu menggenggam erat tangan lelaki di depannya.

"Ga akan kemana-mana, aku tetap disini..."

"Bapak di mohon untuk tunggu di luar saja ya,"

"Chenle..."

"Yiren yang kuat, kamu pasti bisa, aku tunggu disini," dia mendekatkan wajahnya mengecup sekilas kening gadis itu, sebelum tepatnya di bawa masuk ke ruangan.

Lelaki itu tak henti melangkahkan kaki berbolak-balik dengan setiap rasa khawatirnya, rasa sesak juga kian menghampiri. Dia memanjatkan doa berkali-kali kepada Tuhan, untuk keselamatan Yiren maupun juga kandungannya.

Cklek

"Apa anda suaminya?," tanya seorang dokter.

"I-iya dok, gimana keadaanya?, anak sama istri saya baik-baik aja kan,"

"Kami sudah melakukan yang terbaik pak. Tapi mohon maaf sebelumnya, saya belum bisa menyelamatkan anak dan istri bapak, "

Hatinya hancur "Maksudnya gimana dok?!"

"Kandungan nya sudah gabisa di selamatkan lagi, kematian janin yang terjadi pada trimester terakhir disebabkan oleh infeksi yang terjadi disekitar janin, disusul dengan ketuban pecah dini. Dan di infeksi tadi mengganggu semua sistem dan jaringan, hal itu membuat ibu Yiren mengalami reaksi sakit yang sangat hebat, dan sampai akhirnya Tuhan lebih memilih untuk menyelesaikan perjuangan nya sampai sini. "

Semuanya seakan runtuh meniban tubuhnya, kaki nya melemas. Sungguh ia tak sanggup untuk menompang dirinya lagi, matanya semakin berbinar penuh dengan air mata kesedihan."Ga mungkin!"

"Yiren orang yang kuat dok! Gamungkin dia pergi begitu aja! Saya mau ketemu Yiren!"

"saya harap bapak bisa bersabar, ini pilihan terbaik dari Tuhan."

"Enggak!!! Pilihan terbaik dari mana nya?! Tuhan gak adil!" Lelaki itu berlari masuk ke dalam ruangan, tak perduli dengan beberapa perawat yang menyuruhnya untuk tetap di luar.

Kaki nya membeku, tak kuat lagi untuk melangkah saat melihat tubuh istrinya telah ditutupi kain putih hingga bagian kepala. Dia perlahan mendekat menghempiri tubuh diam tersebut, perlahan dia membuka kain, memandangi wajah cantik istrinya yang terdiam sunyi tak bersuara.

Air mata yang tak dapat di bendung kini keluar untuk kesekian kalinya. Dia memeluk tubuh Yiren dengan erat, menangis sederas mungkin. "Yiren... kamu udah janji sama aku untuk kasih nama yang bagus untuk anak kita nanti, tapi kenapa kalian berdua malah ninggalin aku sendirian disini?"

"Jangan pergi, maafin aku..." tangisnya semakin mengeratkan pelukan. "Yiren!!!"

Dada nya sesak tak tertahan, "Kamu kuat! Yiren kamu dengar aku kan?!  Ayo bangun Yiren..., bangun, ayo kita bawa anak kita jalan-jalan nanti,"

"Yiren bangun Yiren... Kamu dengar suara aku kan? Yiren... jawab aku!" 

"Yiren!!!"

"Yirennnnn!!!"

Keringat menugucur di pelipisnnya, dia tergetak bangun sembari meneriakan nama gadis yang ada di mimpinya tadi. "G-gw mimpi?,"

Lelaki berkulit putih itu merutuki dirinya sendiri, bagaimama dia bisa mendapatkan mimpi se-random tadi, memimpikan bahwa Yiren adalah istrinya.

Dia mengacak rambutnya gusar, dirinya masih dalam kegemangan entah kenapa mimpinya tadi terasa sangat nyata, "ahh gw mimpi apaan sih anjir!." Kesalnya.

Kemudian ia beralih mengambil ponselnya di nakas samping tempat tidur, secepat mungkin membuka situs pencarian dan mengetikan beberapa kata disana.

Lucaspedia

----------

/Dampak Negatif Aborsi Ilegal/
_

_____________

1. Pendarahan Hebat

2. Infeksi Peradangan Panggul

3. Sepsis

4. Kerusakan pada Rahim

5. Endometritis

6. Aborsi yang gagal

7. Kanker

8. Keluhan Psikplogis

9. Kematian

Chenle tertegun menelan saliva nya sesaat, melihat banyak sekali dampak buruk dari aborsi yang bisa saja terjadi.

Chenle tersadar betapa jahat dirinya menyuruh Yiren untuk menggugurkan bayi dikandungannya. Sungguh dia benar-benar jahat karena telah berani untuk memusnahkan mahkluk kecil tak berdosa itu.

Bukan hanya dengan bayi yang di kandung, seorang Chendra Leo juga punya hati untuk merasa tak tega kepada gadis itu, bagaimana pun juga, semua yang di alami Yiren adalah salahnya juga."Kenapa lo ngelepasin tanggung jawab gw gitu aja sih Ren? lo bego Ren. Lo bego banget karena udah jadi manusia paling baik yang gw kenal,"

Dia menggusar rambutnya, palanya pusing tak karuan memikirkan semua ini. Dia tidak bisa menggugurkan kandungan Yiren, itu terlalu jahat. Tapi disisi lain, ia juga tak ingin masa depan nya dengan Yiren hancur karena kandungan yang hadir tanpa di sengaja.

Terik matahari kian menerang diatas kepala gadis berambut panjang itu. Dengan baju olahraganya ia berdiri di tengah lapangan bersamaan dengan murid lainnya.Entah apa yang dipikirkan gadis itu saat ini, dia hanya melamun tak mendengarkan penjelasan dari sang guru.

"Sebelum kalian lari, bapak mau tanya dulu. Ada yang lagi sakit ga? kalau sakit gausah ikut dulu,"

Winter menyenggol bahu Yiren membuat lamunan gadis itu buyar "muka lo pucet Ren, kalau sakit duduk aja gausah ikut lari."

"Iya lo, nanti kalau pingsan kan ribet." Tambah Somi.

"Loh Yiren lagi sakit? bunda ratu duduk aja gih, kalau pingsan uwi gabisa gendong, " ujari Daehwi yang baru saja berbaur menghampiri gadis-gadis itu.

"Enggak, gw sehat kok. Lari 5 puteran masih kuat."

WInter memandang temannya dengan tatapan tak percaya "Yang bener lo Ren,"

"Iya Winter, gw kuat kok."

"Yaudah lah terserah bu waketos  aja." Celetuk Somi.

"Kalau udah gakuat bilang ya?" Yiren mengangguk menjawab pertanyaan Winter.

Setelah melakukan streaching semua siswa bersiap untuk lari sprint, untuk para siswa mendapat 7 putaran, sedangkan perempuan 5 putaran.

Pritttt

Pak Yuta membunyikan periwitnya keras, sebagai tanda untuk berlari. "Lari!"

Semuanya berlari berbondong-bondong namun tetap rapih dengan barisannya. Di putaran pertama dan kedua Yiren masih tahan untuk berlari walaupun kini dia paling terbelakang karena tertinggal barisan.

"Ayo Yiren! Lari cepet, kamu ketinggalan romobongan tuh." Ujar Pak Yuta.

"I-iya pak," Gadis itu mengelap keringat di dahinya, terus berlari cepat. Di tengah jalur kepalanya terasa berat, kakinya sudah lemas namun masih bisa di tahan. Hingga akhirnya semua pandangan seakan berubah menjadi gelap kelabu....

Brukkkkk





Gadis itu mengerjapkan matanya setelah tak sadarkan diri selama 15 menit terakhir, dia mendapati dirinya di sebuah ruangan sepi yang tengah tertidur lemas di ranjang. Ia mendudukan dirinya, menatapi ruang sunyi tersebut.

Cklek

"Yiren!" Kepalanya menoleh cepat melihat ke sumber suara. "C-chenle...?"

Lelaki itu berjalan cepat menghampiri Yiren, sorot matanya terlihat sangat tajam, wajahnya penuh dengan rasa ke-khawatiran dan ditambah dengan keringat di keningnya."Lo bego atau gimana sih?! Kalau lagi sakit mending gausah olahraga, liat kan lo jadi pingsan begini nyusahin orang."

"Le, kalau lo kesini cuma untuk marah-marah mending lo pergi, gw lagi gamau berantem dulu." Ujar Yiren lemas.

"Lo bodoh Yiren! Lo bilang lo mau tetap pertahanin kandungan ini, tapi lo sendiri malah nyiksa diri lo sendiri, yang dimana di dalam diri lo itu ada kandungan lo. Apa bedanya lo sama gw Ren? lo sama aja nyiksa dia secara perlahan. Jangan bego! lo harus hati-hati kalau mau tetep jaga kandungan itu!."

"Iya gw bego! gw ga punya otak!  gw murahan!  Semua yang buruk ada di gw. Lo udah puas kan?! Katain gw semau lo, setelah itu lo pergi dari sini, atau gw yang akan pergi lebih dulu."

Chenle terdiam mendengar amarah yang Yiren keluarkan. Selang beberapa detik, Yiren turun dari ranjang nya, melangkahkan kaki meninggalkan ruangan Uks

Grep

Bruk

Tangan kanan nya di tarik cepat, membuat tubuh gadis itu berbalik dan masuk ke dalam dekapan Chenle.

Chenle mendekap Yiren erat, tangan nya bergerak mengelus surai panjang Yiren. "Ada satu lagi Ren, lo terlalu bego, karena lo udah ngelepasin gw gitu aja, ngelepasin gw dari setiap tanggung jawab yang seharusnya gw lakukan ke lo. Lo bego karena udah sia-sia in masa depan lo sendiri, demi kandungan itu dan juga gw." detak jantung Yiren berdegap begitu kencang.

"Gw gatau Ren kenapa semuanya malah jadi serumit ini, semuanya datang begitu cepat, sampai kita sulit membedakan apa ini mimpi atau memang nyata adanya. Ren... untuk yang kesekian kalinya, tolong maafin gw..."

"Chenle... " Yiren menjauhkan tubuhnya dari lelaki itu, dia menatap wajah Chenle sembari menangkup wajah putih lelaki itu menggunakan dua tangan mungilnya. "Gw udah maafin lo Le... jadi sekarang lo gaada urusan lagi sama gw, anggap aja semuanya tanggung jawab lo udah lepas begitu aja setelah gw maafin lo. Lo urus hidup lo sebaik mungkin, begitu juga dengan gw," ujarnya lembut.

"Gw pernah liat data siswa lo, di bagian cita-cita lo tulis disana kalau lo mau buat perusahaan dari hasil kerja keras sendiri kan? lo mau buat perusahaan tanpa bantuan dari orang tua lo sedikit pun. Dari situ gw yakin sama diri lo Le, gw yakin lo bisa wujud in cita-cita lo. "

"Entah kenapa diri gw se-yakin itu sama lo, gw cuma bisa berharap yang terbaik untuk lo. Dan... gw gamau jadi penghalang dari setiap cita-cita lo le. Cukup masa depan gw yang rusak, dan jangan ada lagi, gw kasih kesempatan untuk lo, jadi jangan kecewain gw ya?"

"Yiren..."

"Chendra Leo... namanya bagus ya. Kira-kira nanti anak gw mau gw kasih nama apa ya?, gw yakin sih kalau anak gw cewe pasti cantik banget kaya gw," dia tersenyum memikirkan hal aneh yang terlintas di kepala " kalau anak nya cowo pasti ganteng kaya Cha Eunwoo," mata Chenle langsung membesar kaget, bagaimana bisa anaknya nanti mirip dengan wajah Cha Eunwoo?, padahal Yiren kan buatnya sama Chenle.

"He?!"

"Udah ah, gw mau ke kelas. Lo gausah pusing lagi mikirin semua yang terjadi sama gw. Gw gaakan ceroboh kaya tadi lagi, gw akan jaga baik-baik anak ini." Gadis itu tersenyum seribu bahasa, kemudian melanggangkan langkah kakinya menjauh dari Chenle.

"Yiren... "

"Iya?" gadis itu berbalik, kembali menghadap lelaki yang memanggilnya barusan.

Chup

Satu kecupan jatuh di kening Yiren, membuat gadis itu membeku tanpa kata, semuanya waktu terasa berhenti seketika, namun detak jantungnya malah bergerak semakin tak karuan."Jangan pergi sendirian... gw mau kita lewatin semua nya bareng-bareng,"

"L-le?"

"Lo jadi mamanya dan gw jadi papahnya, anak gw harus mirip gw, dan ga boleh mirip si Chacha-chacha itu,"

Yiren menatap mata Chenle dalam "Chenle... "

"Kita rawat dia bareng-bareng ya?," tanyanya lembut.

"Tapi lo harus kejar mimpi lo le,"






"Kalau gitu yang gw kejar sekarang lo Yiren,"

"karena lo mimpi gw,"

Kembaran aku cantik banget(◍•ᴗ•◍)❤

Guys aku oleng pas Chenle cover ini༎ຶ‿༎ຶ. Manis banget ciptaan Tuhan( .◜‿◝ )♡

revisi✔

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co