Truyen3h.Co

Young Parents |CHENLE YIREN| [✓]

Wedding

nanayyyg_

Young Parents

Tak terasa sudah 2,5 bulan Yiren mengandung sembari melewati banyaknya rintangan berat dalam hidupnya. Mulai dari Chenle yang sempat lari akan tanggung jawab, bunda yang sempat marah, bahkan sampai membuat orang tua Chenle bercerai.

Sungguh sangat berat, namun Chenle selalu hadir disisinya sebagai pelengkap dan penguat baginya.

Disini Yiren berdiri, mengenakan gaun putih yang amat indah saat ia kenakan. Berdiri anggun semampai menyambut para tamu yang datang.

Para tamu yang datang memang tak sebanyak para tamu undangan di pesta pernikahan biasanya, Chenle dan Yiren hanya mengundang keluarga dan juga teman terdekat mereka. "capek gak Ren?" Tanya Chenle yang duduk disampingnya.

"Lumayan le ..."

"Mau minum?" Yiren menggelengkan kepalanya. "Gw udah banyak minum daritadi, nanti kalau kebelet ke kamar mandi ribet urusannya." Yiren mendengus mengingat susah nya berjalan dengan menggunakan gaun ini.

"Yiren!!!"

"AAAA WINTER SOMI!!! Gw kira kalian gak bisa datang."

"Pasti datanglah! Masa temen gw kawinan gw gak Dateng."

"Nikah Som, nikah. Yang kawin mah Lo kali sama kak Haechan."

"Winter kalau ngomong sembarangan ya sialan!"

Yiren tertawa memandangi kedua sahabatnya. Yiren sadar dia memang tidak memiliki banyak teman, tapi setidaknya dia memiliki beberapa orang yang memang sangat tulus kepada nya, percuma punya teman banyak jika pada akhirnya mereka bermuka dua dan hadir karena 'penasaran' akan hidupnya, itu pikir Yiren.

"Gila sih gw pangling sama Lo, " ujar Somi mengganggumu Yiren saat ini.

"Sabar ya Som, nanti nyusul kok. Ingat kata kak Haechan 'tunggu aku lulus kuliah ya sayang' " goda Winter disamping Somi.

"Ya Tuhan punya temen kenapa mulutnya gak bisa diem sedikit sih. Ck lama-lama gw jodohin juga Lo sama si Sungchan."

"IH APAAN SIH GAK M-

"Bismillahirrahmanirrahim dengan menyebut nama Allah dan juga restu dari Somi dengan senang hati gw bersedia di jodohkan dengan neng Winter." Ujar Sungchan yang tiba-tiba datang di belakang Winter.

"Sungchan!"

"Bisa-bisanya Lo Dateng tiba-tiba gitu anjir. Cukup badan Lo Chan yang kaya jangkung, jangan sampe jiwa Lo ikut berubah jadi jalangkung yang tiba-tiba datang tanpa diundang."

"Kata siapa gw gak diundang ha?, " Sungchan menampilkan wajah tengilnya " nih liat nih Som, bisa Lo baca kan 'undangan untuk temanku tersayang Raja Sungga Chana' liat tuh, di tulis langsung pake tangan emas seorang Chenle."

"Halah paling itu Lo yang nulis."

"Aduh ini mah Dewi lieur pisan, gak dimana-mana kalau gak sungchan Somi yang berantem, pasti Sungchan Winter. Kalian Bisa diem gak sih?! Sungchan juga mulutnya jangan kaya cewek, cowok itu harus LAKIK!"

"Sst-sstt kalian berisik banget sumpah, gak malu apa diliatin ibu-ibu. "

"Aduh aduh Jisung, cewek siapa tuh yang di bawa."

"Wony? Dia tetangga gw doang kok."

"Iya- iya tetangga ya sung..." Ejek Somi mendorong bahu Jisung, sampai gak sengaja kena ibu-ibu yang lewat. "Somi bego!" Ujar Jisung kesal.

"Gw undang kalian kesini untuk jadi tamu ya, bukannya untuk ribut malu-maluin kaya gini." Celetuk Chenle.

"Ya maaf, ini nih sih Sinchan biang keladi."

"Sungchan sayang~ bukan Sichan Cinta~" ujar Sungchan mengoreksi ucapan Winter. Aduh-aduh Winter udah merinding denger Sungchan ngomong, dia mau cari kantong plastik takut muntah.

"Mending kalian makan, gw tau kalian pasti Dateng kesini buat numpang makan gratis kan."

"Yiren otak Lo cerdas banget, "

Yiren tertawa mendengar sahutan Somi, "yaudah sana gih makan."

"Ekhem le, gw mau ngomong sesuatu ke Lo secara lelaki." Ujar Sungchan mendekat ke Chenle, membisikkan sebuah kata. "Ngomong apaan?"

"Anjing sung-"

"Eh-eh gak boleh gitu kawan. Gw tau nanti Lo pasti akan butuh itu, tenang aja gratis kok. Manfaatkan sebaik mungkin ya kawan!" Sungchan tersenyum lebar memperlihatkan dua jempolnya ke Chenle.

"Kenapa sih le?" Tanya Yiren bingung. "E-enggak gapapa." Gadis itu menggedikan bahu nya berusaha tak perduli.

-Young Parents -

Acara memang belum selesai, namun Chenle meminta izin kepada bunda dan maminya untuk pulang terlebih dahulu, lantaran kasihan melihat Yiren yang sudah kelelahan berdiri menyambut para tamu.

Awalnya Yiren sempet nolak dan berkukuh teguh masih kuat untuk menyambut tamu sampai acara selesai, tapi sekali lagi Yiren kena ceramah Bunda untuk tidak keras kepala. "Lo tuh udah kecapekan, gw liat dari tadi Lo makin lemes, mending kita pulang."

"Tapi le-"

"Yiren ... Inget ya, yang ada di tubuh Lo sekarang bukan Lo doang. Kasian anak gw kecapean juga nanti,"

"Iya-iya ..." Chenle terkekeh melihat wajah kesal Yiren, dia mengusakkan rambut gadis itu, kemudian menggandeng erat tangan Yiren untuk masuk ke dalam mobil bang Juna.

Di dalam perjalanan Yiren hanya terdiam dengan rasa sedikit canggung di hatinya. Mengingat kini statusnya sudah berubah menjadi seorang istri Chendra Leo, dan juga manjadi calon ibu dari anaknya nanti.

Jujur Yiren masih sedikit takut untuk melaksanakan tanggung jawab nya ini, namun di sisi lain juga dia yakin pasti bisa melewati semuanya jika ada Chenle di sampingnya. "Le, janji ya jangan pernah tinggalin gw ..." Gumam Yiren.

"Iya Lele janji ... Apa perlu aku satuin jari kelingking kita kaya anak kecil hm?"

"Gak gausah ... Gw yakin kok sama Lo."

"Aku juga yakin sama kamu ... " Chenle tersenyum memandang sekilas wajah merah Yiren. "Pakai aku-kamu ya sekarang, kasian nanti anak aku dengar bundanya ngomong kasar."

"Ih Chenle!!! Gak tau ah sebel!"

"Cie salting cie..."

"Lele!"

"Iya-iya bercanda sayang."

"Tuhkan?!"

Chup

"Mumpung lagi lampu merah hehe," ujar lelaki itu nampak tak bersalah.

Young Parents

Chenle membantu Yiren berjalan menuju kamarnya. "Mau aku gendong ga?"

"Ih apaansih, orang masih bisa jalan kok."

"Yaudah iya ... "

Mereka membuka kamar melihat seisi kamar yang penuhd dengan mawar merah layaknya hiasan pengantin baru pada umumnya. "Ini yang bener aja, masa kita disuruh kawin lagi sih le?!"

"Ya bagus lah. Yang kemarin kan karena kecelakaan kalau ini kan beda lagi Ren,"

"Lancar banget ya mulutnya sayang," kesal Yiren.

"Mandi duluan gih, pasti kamu capek banget." Yiren menggelengkan kepalanya. "Kamu duluan aja, aku mau duduk dulu le."

"Ck-ck yaudah iya ..." Chenle pasrah dan mengalah menuruti kata istrinya.

Yiren bangun membersihkan kelopak-kelopak bunga mawar yang ada di kasur. "Maaf mami bunda, Yiren risih liat ini kasur berantakan."

"Yiren!!!"

"Hmm? Apa?"

"Handuk nya ketinggalan." Yiren berdecak kesal. "Ambil sendiri ah."

"Yakin nih? Aku lagi gak pake apa-apa lho. Yaudah kalau kamu gak mau ambil aku keluar y-"

"DIAM DISITU AKU AMBIL HANDUKNYA!" Hadeuh baru 5 Jam jadi istri Chenle Yiren udah geleng-geleng kepala.

"Makasih sayang."

"Hm."

Chenle keluar kamar mandi dengan dua handuk di pinggang dan lehernya. "Kamu mandi gih."

"I-iya, tapi ... "

"Kenapa?" Tanya Chenle menaikkan alisnya.

"Kenapa keluar kamar mandi nya gak pake baju ha?!" Chenle tertawa melihat Yiren. "emang kenapa sih? Kan baju aku juga ada di lemari. "

"Gatau ah males! Aku mau mandi."

"Mau dibantu gak?"

"Bantu apa?"

"Di bantu mandinya."

"CHENLE KELUAR LO DARI RUMAH INI?!"

Perut Chenle sudah cukup sakit karena tertawa, menggoda Yiren sangat menyenangkan baginya, mengingat kini Yiren adalah istrinya membuat Chenle lebih bebas untuk berbuat. Hahaha Chenle licik.

"Lele... "

"Apa? Butuh bantuan mandinya?"

"Ck. Otak Lo perlu di cuci pake rinso! Ambilin Anduk cepet. "

"Iya sebentar."

3 menit lamanya Yiren menunggu namun tak kunjung ada suara dari Chenle. "Chenle minta tolong ambilin Anduk ... Kenapa lama banget sih?"

"Le ... "

"Chendra Leo ... "

"Chenle ... "

"Sayang..."

"Ini nih anduknya. " Chenle mengetuk pintu kamar mandi Yiren. Yiren mengeluarkan kepalanya sebagian keluar pintu "Kok lama banget? Kamu Ngapain aja?"

"Ngambil hadiah dari Sungchan tadi."

"Ha? Hadiah apaan?"

"Mau bantu aku gak? Tapi janji ya di bantuin" Tanya Chenle, dan Yiren hanya mengangguk setuju.

"Bantu apa?"

"Memanfaatkan hadiah dari Sungchan sebaik mungkin."

"Emang hadiah nya apa?" Tanya Yiren polos.

Chenle tersenyum licik, memperlihatkan sebuah kotak kecil yang diberikan Sungchan tadi. "Ini heheheh." Sontak Yiren membuka matanya lebar.

"gak gak gak gak gak!" Dengan gerakan cepat Yiren berusaha menutup pintu kamar mandinya, namun justru di tahan Chenle dengan kuat. "Please ... i just wanna try ... " Ujarnya dengan mata puppy.

Yiren mendengus kan nafasnya pasrah, "okay, but just for once " kemudian melepaskan genggaman nya pada pintu kamar mandi itu. Perlahan Chenle melangkah kan kakinya ragu memasuki kamar mandi tempat Yiren berada.

Chenle memegang tengkuk Yiren dengan kedua tangannya, tatapan mereka bertemu membuat Yiren gugup menelan salivanya, perlahan tapi pasti ia mendekatkan wajahnya ke arah leher Yiren mengecup sekilas leher mulus itu, kemudian membisikkan sesuatu disana.

"Aku coba ya sekali, nanti kalau enak tambah lagi."

"Sialan!"

-Young Parents -







|FMV YOUNG PARENTS|
👇

https://www.youtube.com/watch?v=8bmcGXSOHOs

Revisi✓

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co