Truyen3h.Co

Behind

18

achetyl

Sejeong merasa terusik tidurnya kala ada sesuatu yang memainkan—mengelus—pucuk kepalanya. Ia mengerjapkan matanya berulang kali sebelum sepenuhnya sadar.

Melihat pergerakan Sejeong itu membuat Doyoung tersenyum kecil, lelaki itu segera menarik tangannya—menghentikan kegiatannya sendari tadi.

"Ugh—"

"Maaf aku membangunkanmu"

"Ya tidak masalah, aku rasa aku juga sudah tertidur ter—"

Belum selesai ucapan Sejeong tersebut gadis itu sudah membulatkan matanya terkejut kala menolehkan kepalanya, bagaimana tidak, akhirnya, dirinya dapat melihat senyuman itu—senyum kekaksihnya—yang sudah sangat ia rindukannya.

Dengan segera ia menghambur kearah Doyoung, membenamkan kepalanya pada bahu lebar lelaki itu, Doyoung, yang masih begitu lemah itu pun membalas pelukan gadisnya.

"Syukurlah, syukurlah, syukurlah", ucapnya terbata dengan suara bergetar.

Membuat Doyoung tersenyum pilu, ia membuat gadisnya menangis, khawatir, dan kerepotan karnanya.

"Maafkan aku—"

Sejeong menggeleng kuat-kuat, melepaskan sejenak pelukannya, masih dengan sesegukan ia menghapus kasar air mata di wajahnya.

"Tidak ini bukan salahmu sungguh— jangan pernah merasa bersalah lagi, merasa tidak berguna ataupun sendirian—"

"—maaf aku selama ini selalu merepotkanmu, tidak pernah mengerti kalau selama ini kau dalam keadaan yang sangat sulit, sungguh aku sangat sedih waktu mengetahui semuanya, maafkan aku—"

"—aku senang saat kau selamat, aku senang saat kau sadar, jadi jangan meminta maaf lagi untuk hal yang tidak perlu, aku menyayangimu, kami semua menyayangimu, kau tidaklah sendiri Doyoung-ah"

Doyoung tertegun mendengar ucapan Sejeong barusan, tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja, entah kenapa semua beban, pikiran, dan rasa bersalahnya hilang begitu saja.

Sendari dulu ia ingin, mendengarnya secara langsung, ada orang yang mencintainya di keadaan sulit dan terpuruk, saat tau bahwa dirinya tidak sesempurna di atas panggung, saat kesempurnaannya terungkap seperti ini.

Orang yang masih mencintainya dengan tulus dan menerima setiap kekurangannya.

Ia segera membawa Sejeong kembali kepelukannya, kali ini ia yang menunduk, mencari kenyamanan pada bahu kecil kekasihnya itu, Sejeong dapat merasakannya, air mata Doyoung yang membasahi bahunya.

Ia tersenyum simpul, senang rasanya bahwa Doyoung mempercayainya seperti ini, menumpahkan segala kesedihannya, melihat sisi rapuh dari kekasihnya itu.

"Terima kasih karna sudah mengkhawatirkanku, terima kasih karna sudah menolongku, terima kasih karna susah merawatku, terima kasih karna selalu ada di sisiku—"

"—dan terima kasih karna sudah mencintaiku selama ini"

🌼🌼🌼

🌼🌼🌼

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co