Truyen3h.Co

Behind

2

achetyl

Sejeong terkekeh kecil mendengar penuturan Doyoung di sebrang sana, seperti kebiasaannya pada umumnya, tiap malam dirinya dan Doyoung akan menyempatkan untuk menelpon apabila tidak sibuk, bertukar cerita tentang hari ini, dan Sejeong akan menikmati pemandangan indahnya langit malam Seoul dari balkon dorm

"Ah... Ingin rasanya aku datang menonton konsermu...", ujar Sejeong pelan membuat Doyoung terkekeh di sebrang sana.

Sayang sekali nona, ini adalah konser terakhir kami, finish point dari Neo City

Mendengar ucapan Doyoung tersebut membuat Sejeong mengerucutkan bibirnya, tapi tidak mungkin kam jika dirinya mengikuti atau menyusul Doyoung ke Singapur tiba-tiba, itu seperti memancing para wartawan.

"Yah padahal aku ingin sekali saja... Menonton konsermu", ucapnya sambil mem-pout-kan bibirnya meskipun Doyoung tidak dapat melihatnya sih

Lain kali saja ya? Ini baru konser pertama

"Yak, sombong sekali ya kau Tuan Kim"

Gadis itu tersenyum mendengar tawa Doyoung disebrang sana, saat mereka masih bersama dan begitu dekat pasti Doyoung sudah menghindar dan membatasi diri mereka dengan bantal sofa, rasa rindu akan hal kecil sederhana yang dilakukan bersama selalu menghiasi hubungan jarak jauh ya?

Dan entah kenapa Sejeong menyukai perasaan itu, membuatnya lebih menghargai waktu ketika bertemu, kadang memang harus seperti itu bukan?

Bagaimana dengan shooting dramamu?

"Eung? Berjalanan lancar kok, besok shooting terakhir"

Oh benarkah? Semoga beruntung, semangat

Sejeong mendengus kesal, itu saja? Dirinya sedikit kecewa karna berharap lebih pada lelaki itu

"Hei Doyoung-ah, jika aku comeback bersama IOI apa kau akan datang melihat langsung comeback stageku?"

Tidak

"Memang salah kalau menanyakan hal itu padamu"

Doyoung semakin terbahak mendengar suara kesal dari gadis itu, membuat Sejeong begitu dongkol

Aku tidak mau mengambil resiko Sejeong-ah, berharap saja aku menjadi special MC jadi aku tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk melihatmu

Sejeong merotasikan bola matanya malas, ia tau itu hanyalah sebuah alasan bagi Doyoung agar membuatnya tidak marah lagi, tapi entah kenapa dirinya juga mengaminkan agar hal tersebut terjadi.

Hei, tidak usah munafik, bukankah kalian ingin kekasih kalian mendukung kalian? Begitu pula dengan Sejeong.

"Oh iya Doyoung-ah, kapan kau pulang ke Korea?"

Hayo kangen ya

"Lupakan saja aku bertanya seperti itu, lebih baik kau tidak usah kembali"

Hahahaha aku bercanda Sejeong-ah, tapi jika kau ingin aku ti-

"Yak jangan aneh-aneh"

Iya iya... Aku mungkin pulang minggu depan, karna yah besok adalah konser terakhir tapi sebelum itu kami diberikan waktu senggang di Singapur, paling ceoat ya dua hari setelah konser

"Pengen kesana..."

Doyoung dapat mendengar suara merajuk dari gadisnya itu, pasti Sejeong sangat menggemaskan, satu hal yang tidak dia tau adalah kepribadian Sejeong yang manja, selama ini dirinya selalu melihat gadis itu adalah sosok mandiri, siapa sangka Sejeong memiliki sisi manja yang menggemaskan?

Mungkin gadis itu hanya memperlihatkan sisi manjanya pada kekaishnya? Setiap perempuan pasti ingin memiliki sosok yang bisa mengayominya kan?

Bagaimana ketika aku kembali ke Korea dan jadwal kita sama-sama kosong kita pergi berkencan?

Sejeong tentu saja setuju dengan penawaran Doyoung itu, tanda disadari dirinya menganggukkan kepalanya antusias, dirinya belum pernah -setelah pacaran dan tidak shooting We Got Married- pergi kencan berdua dengan Doyoung sebelumnya.

Setelah itu mereka membahas dan bersenda gurau, menghabiskan waktu berjam-jam yang terasa seperti beberpa menit, sampai akhirnya Sejeong menguap karna mengantuk, Doyoung yang tidak sengaja mendengarnya itu terkekeh kecil. Menyuruh gadisnya itu untuk tidur dan tidak memaksakan diri untuk menemaninya di telpon

Apa perlu aku nyanyikan lagu?

"Aniya... Kalau begitu aku tidur dulu ya Doyoung-ah, maaf tidak bisa menemanimu. Kai juga istirahatlah, bukannya besok kau masih harus GR?"

Ne ne ne ne, kalau begitu aku tutup, jaljayo Sejeong-ah, semoga mimpi indah

"Hmm jaljayo... Kau juga, semoga mimpi indah"

Panggilan itu pun terputus, Sejeong meletakkan ponselnya disebelah nakas tempat tidurnya, mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur kamarnya

Ia membawa dirinya kedalam selimut tebal dan mulai memasuki kedalam alam mimpinya. Sementara itu di negeri yang nan jauh disana

Doyoung masih terjaga, bahkan dirinya tidak merasakan kantuk sama sekali, tersenyum sendu menatap layar ponselnya yang telah mati itu.

🌼🌼🌼

🌼🌼🌼

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co