Truyen3h.Co

Girlfriend Rent

15

authoriya

SUZY membasuh wajahnya melalui keran wastafel di dalam kamar mandi, lalu menatap pantulan dirinya pada cermin di depannya. Wajahnya terasa panas bahkan setelah air mengguyurnya dengan banyak.

Dia benar-benar tidak habis pikir kenapa dia bisa melakukan itu—maksudnya ciuman—dengan Myungsoo. Tengah malam begini pula. Suzy yakin kalau akal sehatnya pasti sudah hilang.

Napasnya masih menggebu, detak jantungnya masih berdegup cepat, bahkan setelah menit berlalu. Myungsoo sudah tidak ada di apartemennya, laki-laki itu sudah pulang lima menit yang lalu. Sendirian.

Ella menangis, tidak ingin dibawa pulang. Dan Suzy menyarankan agar gadis kecil itu tetap tinggal. Walaupun tadinya Myungsoo bersikeras mengajaknya pulang karena besok Ella harus sekolah, namun akhirnya laki-laki itu diam dan menurut. Lalu, dia mengatakan kalau besok pagi akan datang kesini membawakan seragam sekolah Ella beserta tasnya. Melihat bagaimana Myungsoo yang sepertinya tidak terpengaruh apapun sejak ciuman maha dahsyat mereka tadi, Suzy jadi berpikir jika mungkin jenis ciuman seperti itu sudah sering laki-laki itu lakukan. Sungguh ironis, karena hanya dirinya sendiri yang merasa kalau ciuman tadi adalah hal yang...luar biasa.

Entahlah. Suzy bahkan sudah lupa apa rasanya berciuman, dan tadi itu adalah pengalaman perdananya setelah sekian tahun. Dan dia sekarang merasa semua yang ada ditubuhnya menegang. Damn.

"Apa yang harus kulakukan jika bertemu dengannya besok...?" gumam Suzy gelisah. Wajahnya kembali memanas saat sekelebat bayangan kembali muncul di pikirannya. "Oh God, apa yang kupikirkan tadi! ini sudah gila!" geram Suzy frustasi.

Setelah selesai dengan perdebatan hati dan pikiran yang tak habis-habis, Suzy akhirnya memutuskan untuk berhenti memikirkan apa yang telah berlalu. Besok dia harus kerja pagi dan ini sudah... Suzy melirik jam di dinding, kedua matanya membeliak saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 11.45.

Sudah lewat dari jam tidurnya. Dengan buru-buru dia langsung masuk ke dalam kamar dan melesak ke sisi ranjang yang kosong. Memaksakan dirinya untuk tidur disaat pikirannya begitu berisik seperti sekarang ini.



***

"Eomma, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Ella. Dia sudah mandi, sedang memakai kaos Suzy yang terlihat kebesaran hingga menutup lututnya—melangkah mendekat ke arah Suzy yang sedang berkutat di dapur dengan apron.

Suzy menoleh, menahan senyum saat melihat kaos—satu-satunya yang ber-size kecil—miliknya dipakai oleh Ella. Nampak seperti daster, namun aura Ella membuatnya terlihat gemas bahkan ketika memakai baju kebesaran begini.

"Sedang memasak nasi goreng. Kau suka?"

Ella mengangguk senang. "Aku senang apapun, eomma."

"Bagus, kalau begitu kau tunggu di sofa itu ya. Sambil dengar kalau saja ayahmu datang." Ucap Suzy kepada Ella.

"Ayah mau ke sini?"

"Iya. Membawakan seragam sekolah Ella dan mengantar Ella ke sekolah." Jawab Suzy sambil menaruh nasi goreng itu ke dalam dua piring. Untuk Myungsoo dan Ella, kalau saja laki-laki itu belum sarapan. Sedangkan Suzy tidak terbiasa makan makanan berat di pagi hari, dia hanya minum segelas air putih dan satu buah.

Wajah Ella langsung cemberut. "Aku sekolah?"

"Ini kan hari senin."

"Astaga, aku tidak mau sekolah. Aku ikut eomma saja ya, ya, ya?" pintanya dengan merengek.

Suzy menaikkan alis. Melepas apronnya dan membawa satu piring beserta segelas air berjalan ke arah Ella. "Kenapa begitu?"

"Aku masih ingin menghabiskan waktu dengan eomma." jawab Ella dengan kedua alis mengerut ke bawah.

Suzy baru saja akan menjawab, tapi suara bel menginterupsi.

"Itu pasti ayahmu." ujar Suzy.

Membuat wajah Ella yang masih cemberut malah semakin cemberut saat mengetahui kalau itu adalah ayahnya. Dia langsung memalingkan wajah sambil melipat kedua tangan di depan dada.

"Eomma..." Ella menahan tangan Suzy saat tahu wanita itu hendak berjalan membukakan pintu.

Ditatapnya Ella dengan pandangan mengerti sebelum akhirnya ia berlutut untuk menyejajarkan diri dengan gadis kecil itu. suzy menatap sayang sambil menggenggam kedua tangan kecil itu dengan hangat. "Ella bisa saja hari ini tidak sekolah. Tapi, apa Ella mau kalau ketinggalan pelajaran? Bukankah Ella senang mendapatkan peringkat pertama di sekolah?"

"Aku lebih senang menghabiskan waktu denganmu, eomma."

Suzy melepas satu tangannya untuk mengusap pelan pipi kanan Ella. "Bagaimana kalau halmoni, haraboji, kakek buyut dan ayah Ella mengira kalau aku membawa pengaruh buruk untuk Ella? Ella jadi malas ke sekolah."

Ella menggeleng cepat. "Tidak. Eomma tidak seperti itu!" serunya. Kemudian memeluk leher Suzy. "Maafkan aku seperti anak kecil. Aku janji akan rajin sekolah, tapi eomma juga berjanji tidak akan bosan bermain denganku ya?"

"Tentu saja, sayang."

"Baiklah, aku saja yang membukakan pintu untuk ayah."

Suzy mengangguk dan tersenyum.

***

Ini teramat sangat canggung.

Celotehan Ella yang tidak ada habisnya sejak mobil berangkat dari basement apartemen hingga gerbang sampai di depan gerbang Sekolahnya. Kemudian, keheningan yang terjadi saat mobil hanya berisi mereka—Myungsoo dan Suzy—berdua saja.

Karena paksaan Ella yang membuat Suzy berakhir di dalam mobil Myungsoo, di antar oleh orang penting Watermart ke The J Story, tempat kerjanya. Jika Soojung tahu, demi Tuhan wanita itu pasti akan histeris dan kehilangan akal sehatnya.

Suzy menatap lurus ke depan, memerhatikan penyeberang jalan dengan fokus berlebihan. Setidaknya tadi, ketika Ella masih ada di sini, dia ada teman mengobrol—atau lebih tepatnya menanggapi pertanyaan konyol dari anak umur delapan tahun. Tapi, saat isi mobil hanya dirinya dan Myungsoo saja, kepalanya mendadak muncul adegan-adegan yang dia lakukan semalam bersama Myungsoo. Meskipun hanya ciuman, tapi jelas sekali kalau tangan laki-laki itu meraba kemana-mana.

Sial.

"Apa kegiatanmu hari ini?" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Myungsoo. Sepertinya laki-laki itu sudah lelah dengan keheningan di antara keduanya, makanya ia memilih untuk mengeluarkan sebuah pertanyaan.

"Uh?" Suzy menoleh, pandangannya langsung tertuju pada bibir Myungsoo yang terlihat lebih menarik daripada sebelumnya—dan dengan cepat ia langsung menggeleng pelan, menghentikan otaknya berfantasi liar, lalu buru-buru menjawab. "Mungkin meeting. Selebih itu tidak ada."

"Tidak harus datang ke proyek?"

Suzy menggeleng. "Biasanya Soojung yang menangani bersama seorang staf TJS. Aku tugasnya memikirkan bagian yang lain."

"Kalau begitu nanti malam bisa ikut aku?" Myungsoo menoleh sebentar. Kemudian kembali fokus menyetir.

Suzy mengerutkan dahi, membawa tubuhnya sedikit menyerong menatap Myungsoo. "Ikut?"

"Ya," Myungsoo melirik lagi seraya menukas senyum. "Kakek selalu mengadakan acara makan malam bersama tiap bulan."

"Lalu, kenapa aku ikut?" kening Suzy semakin berkerut. Dia tahu kalau dia adalah kekasih sewaan Myungsoo, tapi kalau hanya acara keluarga begini rasanya sedikit canggung jika dia turut hadir. Sudah pasti kebohongan mereka akan semakin tebal saja.

"Aku ingin kau ikut."

Suzy terdiam.

"Kau mau kan?"

Well, Myungsoo pasti malas mendapatkan pertanyaan kemana aku, kenapa tidak diajak. Tapi, memangnya acara makan malam keluarga membawa serta orang luar? batin Suzy.

"Kuharap kau mau, Suzy."

Suzy mengangguk. "Tentu saja. perjanjian kita masih berlaku hingga beberapa bulan ke depan 'kan? Tidak ada alasan untukku menolaknya."

Myungsoo menipiskan bibir. Tatapannya sendu menatap jalan raya seraya bergumam sehalus angin...

"Tentu saja baginya semua tentang perjanjian itu..."


***


karena mungkin saja aku ga bakal update--tetap diusahain update sebelum hari raya Idul Fitri--jadi aku mau mengucapkan selamat lebaran untuk kalian semua.

jangan lupa...makan ketupat secukupnya!:)


Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co