4
SBC Live-
MC 1 : Jadi kita sebentar lagi melihat acara terbesar tahun ini?
MC 2 : Benar. Pernikahan yang kabarnya mengeluarkan biaya besar sekali. Sungguh tidak sabar. Omong-omong adakah yang membuatmu penasaran? Karena aku penasaran sekali gaun rancangan siapa yang akan dipakai pengantin wanitanya.
MC 1 : Tipikal wanita. Sebenarnya aku penasaran dengan yang lain. Tapi, kita akan melihatnya hadir kali ini.
MC 2 : Sepertinya aku tahu sedang membicarakan siapa. Aku juga tak kalah penasaran.
MC 1 : Benar. Sudah lewat beberapa tahun.
MC 2 : Oh! Itu dia! Wow, sungguh serasi sekali!
MC 1 : Benar. Mereka seperti keluar dari disney. Lia sangat cantik dengan hanbok modern itu. Pun dengan Jungwoo yang harus kuakui sangat tampan dengan tuksedo hitamnya.
MC 2 : Aku baru saja mendapat bocoran kalau mereka menggunakan perancang busana yang spektakuler!
MC 1 : Tidak diragukan. Kolom komentar kita juga sudah dipenuhi spoiler.
MC 2 : Nah dua anak kecil yang melempar bunga itu siapa?
MC 1 : Tentu saja si cantik Ella dan si tampan Jun. Cucu-cucu keluarga Watermart.
MC 2 : Jadi, apakah Ella akan punya ibu baru?
MC 1 : Mengapa bisa kau bicara seperti itu?
MC 2 : Lihatlah siapa yang datang bersama si hot daddy.
MC 1 : Oh Yonhee-ssi, bagaimana kalau kita beri jeda sesaat. Matamu mulai tak fokus. Kkk~
***
"AKU tidak percaya kalau aku akan datang ke acara ini!" Soojung berbisik—agak memekik saking senangnya—pada Minhyuk yang berdiri dengan setelan abu-abu tampan. Keduanya terlihat serasi bagi siapa saja yang melihat, tentu saja, setelah mendapatkan kartu akses masuk ke pesta super megah tahun ini, Soojung langsung panik dan menelepon toko adibusana langganannya. Beruntung, ada barang baru yang datang dan karena Soojung adalah pelanggan khusus, mereka membiarkan rancangan pakaian adibusana terbaru musim ini kepada wanita itu. Padahal, pakaian itu jelas baru mulai akan di display sekitar satu minggu lagi.
"Kau harus berterima kasih kepada Na."
"Kenapa begitu?" Soojung menoleh cemberut.
"Karena kau adiknya, makanya kita bisa ada di sini, sayang."
Menggeleng tegas, Soojung membenarkan. "Tidak. Ini karena aku berhasil me-lobby Suzy." ucapnya dengan berbisik, takut ada yang mencuri dengar. Karena Na sudah mewanti-wanti agar mulutnya sedikit dirapatkan, jangan terlalu terbuka lebar alias suka berkicau sembarangan. Soojung menurut, selain karena hal yang dikatakan Na, side-job sahabatnya ini juga dirahasiakan. Tidak ada seorangpun yang tahu kecuali inner circle mereka.
"Bagaimana kalau Suzy sampai tahu kau bersekongkol dengan Na untuk memperkenalkannya dengan Myungsoo?"
"Dia tidak akan marah. Suzy tahu-nya aku begini kan untuk membantunya. Bukan untuk melepaskannya dari jeratan setan yang terkutuk itu."
"Your language, darling."
"Ups." Soojung menutup mulutnya. "Ini karena aku tidak suka sekali dengan orang itu. Suzy sudah terlalu baik mengurusnya, bahkan keluarganya saja entah kemana. Tidak jelas. Omong-omong, Suzy cantik sekali bergabung di sana." tunjuk Soojung ke arah jam dua belas. Senyumannya menggembang saat melihat Suzy yang tampak nyaman sedang mengobrol dengan seseorang di sana.
Minhyuk menghela napas. Ia memang tidak tahu cerita lengkapnya bagaimana, laki-laki itu hanya tahu garis besarnya saja. Tapi, menurut cerita yang ia dengar, Minhyuk bahkan tak sangka kalau di dunia ini ada pria brengsek seperti Jimin. Dan, masih ada wanita sebaik Suzy. Seperti Soojung, tentu saja Minhyuk berharap hal baik terjadi untuk temannya itu.
"Tapi, apa kau tahu kalau Myungsoo sudah punya anak?"
"APA KATAMU?!" Soojung menoleh cepat, kedua matanya membeliak tak percaya pada apa yang baru saja dibisikan oleh kekasihnya barusan.
***
Aku berharap Myungsoo cepat datang... ucap Suzy dalam hati, sementara ekspresi wajahnya selalu menampilkan senyuman penuh kesopanan pada lawan bicara di depannya ini.
Tadi, Myungsoo—yang sebelumnya sudah berjanji bahwa akan selalu ada di sebelahnya dan membiarkan laki-laki itu untuk menjawab semua pertanyaan mengenai hubungan mereka—terpaksa meninggalkan Suzy karena harus menjadi pendamping sepupu laki-laki sekaligus sepupu terdekatnya, Jungwoo, menuju ke pelaminan. Dan sampai sekarang dia belum juga kembali. Suzy berpikir mungkin saja Myungsoo lupa kalau dia sedang membawa kekasihnya hari ini.
"Jadi, kau kerja di mana?" tanya wanita yang sejak tadi nampak begitu tertarik dengan Suzy itu. Wanita itu memakai terusan satin berwarna hitam yang membungkus tubuhnya begitu ketat dan membiarkan punggung mulusnya terekspos keluar—sedang memegang gelas wine ditangan kanannya.
"Aku bekerja di The J Story." jawab Suzy sambil berpikir apakah pertanyaan seperti ini umum ditanyakan pada orang yang baru dikenal.
Suzy menikmati bagaimana lawan bicaranya ini terlihat kaget—tentu saja, siapa yang tidak tahu TJS? Semua sosialita dan masyarakat biasa selalu tahu bagaimana sulitnya atur jadwal dengan TJS. Kalender selalu penuh, jika ingin mengadakan rencana harus dari jauh-jauh hari. TJS adalah sebuah solusi agar nama kalian semakin di kenal, dan biasanya klien-klien yang datang ke TJS adalah orang-orang penting dan terkenal.
"Wow, kau tahu kalau Lia—si pengantin perempuannya—sudah mencoba segala macam cara agar TJS menangani pesta pernikahannya. Tapi, tidak ada tanggal yang pas. Adanya untuk tahun depan." Cerita wanita itu. Cara bicaranya yang tadinya terkesan jumawa berubah drastis 180 derajat saat tahu siapa lawan bicaranya.
Suzy ingat betul Soojung gelisah bukan kepalang. Masalahnya, TJS sudah terlanjur deal akan menangani pesta ulang tahun ke-20 anak orang paling kaya di Dubai—yang meminta ingin dirayakan di Korea Selatan—dan tidak mungkin mereka membatalkannya. Deal sudah dilakukan sejak awal tahun kemarin.
"Ya. Kami benar-benar minta maaf soal ini. Tapi, jelas kami harus profesional."
"Benar." Wanita itu mengangguk. "Aku senang karena Lia tidak bisa menuruti ego-nya itu. Well, malas sekali mendengarnya sombong soal ini. Untung saja kalian menolak."
Suzy diam tak merespons. Memilih mengalihkan pandangannya menatap ke sekitar.
Dimana Myungsoo?
"Kau sudah lama berhubungan dengan Myungsoo? semua orang sangat terkejut melihatnya membawa seorang wanita hari ini."
Dimana sih Myungsoo? tadi kulihat dia ada di sana... "Ya begitu lah. Kami memang tidak suka umbar hubungan." jawab Suzy sekenanya.
"Kau tahu temanku Jinny sangat ingin memilikinya sampai meminta kakeknya untuk bicara kepada kakek Myungsoo. Tapi, tidak berhasil. Dia langsung pulang lagi saat melihat Myungsoo datang bersamamu tadi."
Aku benar-benar tidak peduli, sis. Jinny, Jinn, Jenny atau siapapun itu.
"Ya. Laki-laki yang menyukaiku juga langsung mundur saat tahu aku bersama Myungsoo." jawab Suzy dengan asal. Dia benar-benar sudah tidak ingin terlibat pembicaraan ini. jika dia tak menemukan keberadaan Myungsoo, maka dia akan mencari dimana keberadaan sahabatnya. Setidaknya, ada alasan untuknya pergi dari sini.
Kedua mata Suzy mulai mencari Soojung. Sedikit menyipit saat menemukan posisi sahabatnya itu—tidak perlu susah payah karena dia hanya perlu mencari Minhyuk yang tinggi dan itu dia. Tepat pada saat Suzy ingin berpamitan pada wanita yang sejak tadi mengajaknya mengobrol itu, dia merasakan sebuah tangan merangkul pinggangnya sambil bicara dengan berbisik, tapi jelas Suzy tahu kalau orang di sekitar mereka pasti mendengarnya juga.
"Maaf aku lama. Kakek ingin bertemu denganmu."
Suzy yang kaget dengan kedekatan ini langsung menatap bingung, tapi tak urung dia mengangguk. "Ya. Ayo kita bertemu kakekmu." Katanya. Kepalanya langsung menoleh pada wanita yang kini sedang menampilkan wajah shook tak ditutupi. "Hey, aku harus pergi. Senang berbicara denganmu." ucap Suzy.
Wanita itu mengangguk. Dan menjawab dengan agak terbata. "I-iya. Aku juga."
***
-To be continued-
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co