Truyen3h.Co

irresistible

irresistible 🔞

fikawashere

———

contains: graphic sex scene, harsh words, local porn words.

tags: dirty talk, teasing, implied praise kink, clitoris stimulation, degradation, tit slapping, breast squeezing, nipple flicking, manhandling, lots of spit (pussy & ass spitting), pussy rubbing, ass squeezing, fingering (pussy & anal), ass slapping, dacryphilia, cunnilingus, rimming, unprotected vaginal sex (doggy style & missionary), salivating, squirting, cum eating/swallowing.

———

law baru saja menghempaskan pantatnya ke jok mobil ketika ponselnya bergetar pelan.

ia menutup pintu mobil sebelum mengeluarkan benda pipih itu dari saku jaketnya dan memeriksa notifikasinya.

hanya ada satu pesan singkat dari doflamingo yang menanyakan keberadaannya.

law membalas pesan tersebut dengan mengatakan bahwa ia harus mengganti oli terlebih dahulu.

segera setelah itu, ia meletakkan ponselnya di jok samping dan memundurkan mobilnya keluar dari teras rumah. kemudian, ia turun sejenak untuk mengunci pagar sebelum kembali ke mobil dan pergi ke bengkel terdekat.

.

.

.

seperti yang dikatakan kid tadi malam, bengkel itu terlihat cukup sibuk.

law terpaksa memarkir mobilnya di depan bengkel karena tidak ada tempat tersisa di dalamnya.

semua montir tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan tidak menyadari kehadirannya.

oleh karena itu, ia mempertimbangkan untuk turun dan langsung menemui kid di ruangannya.

ia mematikan mesin mobil, lalu membuka pintu dan memijakkan kaki kanannya terlebih dahulu.

namun, sebelum law sempat memijakkan kaki kirinya, sosok bersurai merah yang dicarinya tiba-tiba datang dari arah belakang dan menghalangi langkahnya.

keduanya terkejut, tapi kid dengan cepat mendorong gadis itu kembali ke dalam dan menutup pintu. kemudian, ia berlari melintasi bagian depan kap mobil dan masuk melalui pintu penumpang depan.

"lu ngapain ke sini?!" hardiknya begitu pintu tertutup rapat.

"mau ganti oli—"

"killer hafal pelat nomor lu, tolol! lu mau ketahuan?!"

gadis bersurai kelam itu sontak menahan napas.

sial.

ia belum pernah memikirkan kemungkinan itu sebelumnya.

ia benar-benar hampir membocorkan identitasnya jika kid tidak datang tepat waktu.

setelah memastikan tidak ada yang memperhatikan apa yang terjadi, kid menyandarkan punggungnya ke jok dan menarik napas dalam-dalam. "pulang. gua ganti oli lu di rumah."

"gua mau ke tempat doffy," aku law pada akhirnya.

kid mengangkat alisnya. "jam berapa balik?"

"malem."

jawaban itu terlontar begitu saja.

law bahkan tidak yakin ia akan berada di sana sampai malam tiba. sebagian dari dirinya merasa itu hanyalah alasan untuk menghindari kid sepanjang hari. namun,

"yakin gak mau ngentot dulu?"

lelaki itu seperti bisa membaca pikirannya dengan mudah.

tentu saja law menikmati waktu yang mereka habiskan bersama bulan lalu. ia bahkan harus mengakui kemampuan kid di ranjang.

di sisi lain, ia tidak ingin bergantung pada kid dan membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk kepuasan seksual semata.

"sebentar aja kalo lu emang buru-buru." kid tiba-tiba meraih tangan kiri law dan meletakkannya di selangkangannya sendiri. "gua sange banget, traf."

merasakan penis kid yang mengeras dari luar celananya membuat bayang-bayang hubungan seks mereka sebelumnya terlintas di benak law seperti gulungan film.

ia ingat dengan jelas bagaimana penis gemuk itu meregangkan lubang perawannya dan menumbuk titik kenikmatannya sampai—

kaki dan lengannya seakan bergerak sendiri, menyalakan mesin dan membawa suv itu menjauh dari bengkel.

kid tersenyum puas. ia merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada killer bahwa ia harus pulang karena diare.

selesai dengan urusannya, kid mengunci ponselnya dan menaruhnya di belakang tubuhnya—bersama ponsel law. kemudian, ia mulai melucuti jeans dan celana dalamnya sekaligus.

suara ritsleting yang diturunkan membuat law memaksakan diri untuk fokus pada jalan di depannya.

sebentar lagi.

namun, jantungnya langsung berdebar kencang saat erangan rendah kid yang sedang memijat pangkal penisnya memecah kesunyian.

tak berhenti sampai di situ, tanpa sadar law mengeratkan cengkeramannya pada kemudi mobil ketika jemari kid dengan jahil menyelinap ke dalam jeansnya.

melihat tidak ada perlawanan, kid menyelipkan jarinya ke celana dalam gadis itu dan mulai membelai rambut kemaluannya.

"gak dicukur. pinter."

law merasakan pipinya memanas karena pujian sederhana itu. namun, ia berusaha fokus mengemudikan mobil menuju rumah—yang akan ia capai dalam dua menit.

sayangnya, kid tidak akan membuatnya mudah. jari-jarinya yang semula membelai rambut kemaluan law kini bergerak ke bawah dan menyelinap di sela-sela bibir vaginanya.

pemilik surai merah itu tak bisa menahan senyumnya saat merasakan basahnya vagina law di jemarinya.

perlahan, kid mengusap klitoris law dengan ujung jarinya yang agak kasar. dan sesuai dugaannya, gerakan sederhana itu berhasil membuat sang puan berjengit pelan.

kid terkekeh pelan. "memek lu sensitif banget dah, traf. bener-bener kayak memek perawan."

betapapun inginnya ia membalas, law tak bisa membuka mulutnya karena gesekan jari kid pada klitorisnya semakin cepat.

ia hanya berusaha menjalankan mobilnya secepat mungkin.

tak lama kemudian, terlepas dari godaan kid di bawah sana, law berhasil sampai di halaman depan rumah mereka.

kid dengan santai mengeluarkan jarinya dan mengulumnya hingga bersih.

"buka pagernya."

mengingat kid telah melepas celananya, law mau tidak mau turun untuk membuka pagar. ia kemudian masuk kembali dan melaju ke teras.

begitu mobilnya terparkir sempurna di teras, law hendak mematikan mesinnya. namun, tangan kid dengan cepat mencengkeram pergelangan tangannya.

"pindah ke belakang."

sebelum law sempat membuka mulutnya, kid mengulangi kalimatnya dengan tegas.

"pindah ke belakang. sekarang."

dengan patuh, law berpindah ke jok belakang setelah melewati drink holder di antara jok depan.

di saat yang sama, kid melepas kausnya dan memajukan dua jok depan sebelum berpindah ke belakang.

law yang telah duduk di jok belakang hanya diam, seolah menunggu perintah selanjutnya.

"buka baju, traf. jangan kayak orang gak pernah ngentot."

law tampak melirik pagar rumah mereka yang masih terbuka. "tapi pager—"

"kalo kita cepet, gak bakal ada yang liat," sela kid cepat.

melihat law yang masih ragu, kid dengan tidak sabar meraih jaket hitamnya dan menurunkannya dari bahunya.

saat itulah ia melihat puting law yang mengeras tercetak jelas di kaus putihnya.

kid mendengus pelan, lalu menarik kaus itu melewati kepala sang puan. "jangan sok malu-malu, lonte. lu mau ke rumah sepupu lu, tapi gak pake bra? sengaja biar ada yang liat terus remes toket lu?"

begitu payudara montok itu memantul bebas, kid menampar salah satunya dengan cukup keras.

alih-alih marah, law justru merintih nikmat. "nggak—"

"terus apa? udah janjian mau ngentot sama orang lain?" sela kid sambil meremas payudara lembut itu dengan gemas.

"nggh—nggak." law menggelengkan kepalanya dengan gelisah. "gua ... hhh, mau godain lu—sebelum pergi."

kid tertawa ringan. "oh, beneran mau ninggalin gua hari ini?"

"lupa ya bulan lalu lu minta dientot sampe jam sebelas malem?" tambahnya sambil menyentil puting kiri sang puan.

law jelas tidak akan pernah lupa bagaimana ia memohon pada kid untuk menyetubuhinya hingga detik terakhir sebelum pergantian hari.

tingkah lakunya saat itu benar-benar seperti perawan yang baru mengenal seks.

kid berdecak pelan, lalu meremas payudara law beberapa kali lagi sebelum beralih melucuti jeansnya. "padahal memek lu sangean, tapi sok mau menghindar."

setelah kancing dan ritsleting terbuka, law sedikit mengangkat pantatnya untuk membantu kid melepaskan seluruh kain yang membungkus selangkangannya sekaligus.

jeans dan celana dalam hitam itu pun langsung dilempar ke sembarang arah.

dengan kaki kanan di atas jok dan kaki kiri di lantai mobil, kid bisa melihat vagina kemerahan itu berkedut-kedut seolah memanggilnya.

"memek lu aja kedut-kedut gini, traf. yakin bisa lewatin hari ini tanpa kontol?" ejeknya sambil menarik pinggang gadis itu mendekat.

dengan mudahnya, ia membalikkan tubuh law—membuatnya menungging tepat di depan wajahnya dengan kedua tangan bertumpu pada jok.

posisi ini membuatnya bisa melihat vagina sekaligus lubang pantat gadis itu dari dekat.

oleh karena itu, tanpa basa-basi lagi, kid meludahi vagina law dan menggunakan ibu jarinya untuk mengoleskan air liurnya ke seluruh lipatan kemerahan itu.

air liurnya yang bercampur dengan cairan law membuat vagina sang puan semakin basah dan licin. kid lantas mulai menggesek daging lembut itu dengan jari-jarinya yang terampil. tangan kirinya yang bebas membelai permukaan lembut pantat law dan sesekali meremasnya.

sementara itu, law hanya bisa melenguh nikmat dan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya.

"hngh—! di situ," rengeknya saat jemari kid menggoda biji kelentitnya.

kid tersenyum miring, lalu membuat gerakan memutar pada titik yang sangat sensitif itu. "di sini?"

law mengangguk ribut. "lagi ... lagi, kid."

mendengar itu, kid meludah lagi sambil terus mengucek biji kelentit si cantik dengan gerakan lembut menggoda.

"mau diapain lagi, lonte? bilang."

membuang semua rasa malu dalam dirinya sejauh mungkin, law mengedutkan vaginanya dengan tidak sabar. "mau ... hhh, diisep. mau diisep itilnya ... dikobelin memeknya sampe pipis ... mau—hngh!"

kid mengangguk pelan sambil bergerak ke atas, memutari lubang vaginanya yang rapat dengan ujung jarinya. "tapi abis itu harus jadi lonte gua, ya? gak boleh kabur-kaburan lagi. cuma perlu nurut dan gua bakal enakin memek lu setiap bulan."

law menjerit kecil saat kid tiba-tiba menusuk lubang kawinnya dengan satu jarinya yang tebal.

"jawab. gak bisa mikir karena otaknya rusak pengen dientot terus?" tegur si kepala merah sambil menampar bongkahan pantat sekal law.

tanpa pikir panjang, law mengangguk setuju dan menoleh ke belakang dengan mata berair. "mau ... mau jadi lontenya kid."

genangan air di kelopak mata bawah gadis itu membuat kid tak kuasa menahan senyumnya.

law selalu terlihat paling cantik dengan air mata menghiasi wajahnya.

kid ingin membuatnya terus menangis karena kenikmatan yang tiada tara.

"sekali lagi lu coba kabur kayak gini, gua gak akan pernah nyentuh lu lagi. biar lu main sendiri pake dildo yang ukurannya gak seberapa itu."

bayangan dirinya bermain sendiri tanpa bantuan kid membuat setetes air mata mengalir dari sudut mata law. "nggak—huk! gak mau ... mau dikontolin sampe longgar ..."

"kalo gua mau pake bool lu?"

lagi-lagi, law hanya bisa mengangguk patuh. "mau dipake ... semuanya ..."

"good."

dengan itu, kid mulai menggerakkan jarinya keluar masuk liang kewanitaan law dan lidahnya menjulur untuk menjilat biji kelentitnya.

desahan lega keluar dari mulut sang puan kala jari dan lidah teman serumahnya itu melecehkannya secara bersamaan.

lidah kid bergerak lincah di atas daging mungil itu sambil sesekali menyesapnya lembut. ia mengisap dan mengisap seolah-olah madu akan keluar dari sana. ia tak lupa menggigitnya hanya untuk mendengar pekikan kecil law.

"nggh, gatel ... gigit lagi ..."

kid tersenyum miring dan menggigit kecil klitoris yang mulai membengkak itu. kemudian, ia bisa mendengar rintihan manja law saat bibirnya melumat klitorisnya seperti sedang berciuman.

di sisi lain, jarinya tak henti-hentinya bergerak keluar masuk untuk melonggarkan lubang yang sangat sempit itu. ia juga tidak melewatkan kesempatan untuk menggesek titik manisnya—membuatnya menggeliat nikmat.

tak lama kemudian, kid tiba-tiba menjauhkan wajahnya dari klitoris law. dan saat itu juga, law merengek karena kehilangan rasa nikmat dari kuluman bibir itu.

melihat pemilik surai kelam itu menggoyangkan pantatnya tak terima, kid hanya bisa tertawa kecil. "lonte gak sabaran."

secara mengejutkan, ia meludahi lubang pantat law sebelum mendekat dan menjilat permukaannya dengan lembut.

aksi tersebut sontak membuat wajah law memanas dan tangannya yang bertumpu pada jok bergetar.

ia tidak menyangka kid akan benar-benar menjamahnya di tempat paling intim itu.

setelah puas membasahi permukaan lubang itu, kid mulai menusukkan lidahnya ke dalamnya. gerakan itu dilakukannya berulang kali sambil memasukkan dua jari lainnya ke dalam vagina law.

gadis bersurai pendek itu kembali menjerit kecil saat kid mengisap lubang pantatnya dan tiga jari mengocok vaginanya dengan berantakan.

kepalanya sangat pening karena kid memperlakukan anusnya seperti santapan terakhirnya. dengan air liur di mana-mana, suara decapan cabul itu tidak dapat dihindari.

ketiga jari yang tertancap di lubang kawinnya pun terus menekan titik manisnya hingga membuat pahanya bergetar.

law merasa ia akan sangat menyesal jika melewatkan kesempatan mendapatkan perlakuan seperti ini dari teman serumahnya itu.

ah, persetan dengan doflamingo.

ia ingin kid menggunakannya sepanjang hari.

kid menyeruput lubang pantat law sekali lagi sebelum menjauhkan wajahnya dan mencabut jarinya dari lubang kawin si gadis. sebaliknya, ia memasukkan satu jari ke dalam anus yang becek karena air liurnya itu.

law sedikit mengernyit karena rasa ngilu di bawah sana.

seperti sebelumnya, pemilik surai merah itu menggerakkan jarinya keluar masuk secara perlahan. "besok-besok gua perawanin bool lu, ya? hari ini memek dulu. kangen banget pengen sodokin lu sampe pipis."

sambil mencengkeram tepi jok karena sensasi aneh yang nikmat di tubuh bagian bawahnya, law menoleh ke belakang. "mau ... sodok ..."

sudut bibir kid terangkat membentuk senyuman manis. ia memindahkan kaki law sebelum bangkit dan mengambil posisi di belakang gadis itu. saat ini, law sudah sepenuhnya menungging di jok.

memegang pangkal penisnya, kid mengusapkan kepalanya yang basah dengan precum ke lubang kawin law beberapa kali.

kali ini, tanpa malu-malu, law ikut menggerakkan pinggulnya untuk mencari friksi. gerakannya seolah menggoda kid untuk segera menghujam lubang sempitnya.

kid meludahi vagina itu lagi sebelum mendorong penisnya ke dalam dengan cepat.

law sontak mendesah cukup keras dan dengan tidak sabar mendahului kid untuk bergerak maju mundur.

melihat itu, kid langsung mencengkeram pinggang rampingnya dan menurunkan tubuhnya untuk berbisik.

"lu kayak kucing birahi tau gak? haus kontol banget sampe gerak sendiri?"

law hanya mengangguk pelan. "hngh, cepet ... mau digenjot ..."

dengan sengaja, kid mencabut penisnya dan mendorongnya kembali dengan kuat hingga menimbulkan suara tamparan antarkulit. "lonte tolol. otaknya udah rusak. cuma bisa mikirin dientot pake kontol gede."

setetes air mata kembali jatuh ke pipi law karena rasa nikmat akibat hujaman kid yang sangat dalam.

"iya—ah, gua lonte tolol ... lonte tololnya kid ..."

bisikan rendah itu membuat kid seperti kehilangan kendali atas dirinya. pinggulnya mulai bergerak menumbuk lubang kawin law dengan cepat.

tangannya masih berada di pinggang law dan sesekali meremasnya dengan gemas. "lu beneran gak punya rahim? padahal pinggang lu ini cocok banget buat nampung benih gua."

"mau ... mau diisi peju, hhh ... mau hamil," rintih law sambil memutar pinggulnya ke arah berlawanan.

kid terkekeh pelan, lalu mengusap permukaan perut rata sang puan. ia bisa merasakan garis penisnya yang bergerak maju mundur di sana. "gua hamilin mau, ya?"

mengabaikan semua logika, law mengangguk patuh.

kid meremas pantat montok law sambil terus menggenjot lubang kawinnya dengan presisi. rasa nikmat yang datang terus-menerus membuat gadis cantik itu ternganga hingga air liurnya mulai berjatuhan ke jok.

namun, di tengah erangan dan rintihan yang saling beradu, sebuah ponsel berdering cukup keras.

tanpa mengurangi kecepatannya, kid meraih salah satu ponsel yang ada di jok penumpang depan.

ia mengangkat alisnya saat melihat nama yang terpampang di layar ponsel tersebut.

"traf, doffy telpon. mau diangkat gak?"

mendengar nama itu, law sontak menoleh ke belakang dan mengulurkan tangannya. "hhh, sini ... kalo gak diangkat—hng! dia pasti bakal telpon terus."

begitu menerima ponselnya dari kid, ia langsung menekan tombol biru di sisi kanan. tepat saat ia hendak menekan tombol speaker, kid tiba-tiba menumbuknya cukup kuat hingga jarinya terpeleset dan tak sengaja menekan tombol video call.

baik law maupun doflamingo terkejut saat melihat wajah satu sama lain di layar. terlebih lagi, kakak sepupu law itu bisa melihat dengan jelas bagaimana seseorang sedang menyetubuhi adiknya dari belakang.

dalam sekejap, doflamingo telah mengakhiri panggilan video itu dan law hanya bisa pasrah—siap mendengar ocehannya setelah semua ini selesai. ia menjatuhkan ponselnya ke lantai mobil.

kid, yang menyaksikan semua itu, tertawa pelan. "akhirnya ketahuan juga kalo lu lonte. untung cuma kakak sepupu lu yang liat."

law merintih pelan kala sodokan kid semakin cepat, berulang kali mengenai titik manisnya.

perlahan, kid merendahkan tubuhnya hingga perutnya bertemu dengan punggung bawah law. tangan kirinya bertumpu pada jok, sedangkan tangan kanannya memeluk erat perut sang puan.

posisi itu membuat penisnya masuk begitu dalam. saat kid mempercepat gerakan pinggulnya, law merasa tubuhnya akan roboh jika temannya itu tidak memeluknya dari belakang.

beberapa sodokan kemudian, law merasakan jantungnya berdebar kencang dan dinding vaginanya mulai berkedut cepat.

menyadari bahwa gadis di bawahnya akan mencapai puncaknya, kid menghujam penisnya dengan kuat—diikuti suara tamparan kulit yang sangat cabul.

setelah melakukan gerakan tersebut beberapa kali, seluruh tubuh law bergetar dan cairan bening menyembur keluar dari sela-sela lubang kawinnya yang masih berisi penis kid.

meski begitu, kid tidak berhenti. ia masih memutar pinggulnya untuk membantu law mengosongkan dirinya.

kid baru mencabut penisnya saat law sudah mengeluarkan semuanya. lalu, ia membantu gadis yang masih terengah-engah itu membalikkan tubuhnya untuk berbaring telentang.

wajah memerah, butiran keringat di dahi, jejak air mata di pipi, dan jejak air liur di sudut bibir.

kid memandang hasil karyanya itu dengan bangga.

tanpa berlama-lama, ia langsung berlutut di lantai mobil dan membuka lebar paha law.

sosok cantik itu baru saja akan membuka mulutnya ketika kid tiba-tiba memberikan beberapa ciuman lembut pada vaginanya. ia pun menjulurkan lidahnya dan menjilat sisa cairan law dengan rakus.

rengekan manja keluar dari mulut sang submisif saat kid melumat dan mengisap seluruh bagian vaginanya.

karena masih sensitif, vagina itu kembali mengeluarkan sedikit cairan bening yang langsung ditelan oleh si kepala merah.

mata mereka tak sengaja bertemu saat law melirik ke arah kid yang masih berada di antara selangkangannya.

"masih kuat gak?" tanya kid sambil menjilat sudut bibirnya.

ah, benar juga.

temannya itu belum orgasme sama sekali.

karena itu, tanpa banyak bicara, law melebarkan lubang vaginanya dengan dua jarinya.

dan tentu saja, manik merah kid berkilat senang melihatnya.

tangannya dengan cepat meraih pangkal penisnya yang masih sangat keras dan mengocoknya beberapa kali sebelum menerobos lubang sempit itu sekali lagi.

keduanya menghela napas lega ketika kelamin mereka bersatu kembali dan berdenyut untuk satu sama lain.

kemudian, kid mendorong kedua paha law hingga lututnya menyentuh bahunya sendiri dan mulai memompa penisnya dengan tempo stabil.

keduanya bahkan tak lagi peduli jika orang yang lewat bisa melihat mobil yang bergoyang atau jendela yang berembun.

saat ini, yang mereka inginkan hanyalah menghabiskan sepanjang hari untuk mengejar kenikmatan. lagi dan lagi.

———&———

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co