Truyen3h.Co

MUSIM DINGIN [✓]

1

nanayyyg_

Happy Reading

Lelaki itu berjalan semampai gagah dengan tubuh tingginya. Memasuki rumah baru, yang menurutnya lumayan lebih luas di bandingkan rumah yang lama.

Rajasungga Chana Abrian.

Ia itu nama lelaki yang lebih sering di panggil Sungchan oleh teman-temannya, dan di panggil Uchan oleh keluarganya.

Menjadi anak paling bontot di keluarganya membuat Sungchan memiliki sifat sedikit lebih manja dibandingkan para kakaknya.
"Pahhh, ini kamar Uchan yang mana? " teriak Sungchan dari dalam rumah sembari membawa dua koper baju.

Jaejoong sang ayah yang masih sibuk mengurus barang-barangnya, langsung memberi kode kepada sang istri Victoria untuk membantu anak nya yang satu ini.

Victoria menghampiri Sungchan setelah meletakan foto keluarga di meja."Kamar kamu sama bang Echan di atas, kak Koeun kamarnya di bawah," jawab Victoria kepada tiga anaknya itu.

"Ah Uchan gamau sekamar sama bang Echan lagi mahh... males banget dia tidur suka nendang-nendang gitu," rengek Sungchan kepada mamanya.

Bisa ia ingat dengan jelas dulu di rumah yang sebelumnya, Echan dan juga Sungchan sejak bayi selalu sekamar, dan tidur disatu ranjang yang sama.

Jadi dengan posisi tidur Echan yang tak bisa diam, otomatis membuat Sungchan merasa sangat terganggu, bahkan terkadang hal yang paling menyebalkan, Sungchan bisa sampai jatuh ke lantai karena tendangan dari kaki abangnya.

"Yaelah lebay amat, baru juga ketendang dikit. Gw yang udah ke serempet motor lima kali biasa aja tuh. " Celoteh Haechan sembari mengangkat tiga kardus sekaligus.

"Yeh abang aja yang belum ngerasain jadi Uchan, pantat Uchan berasa abis di tendang kebo tau gak?!"

"Yaudah Uchan tidur di genteng aja kalau gamau tidur bareng Echan, ribet banget sih jadi manusia! " tambah Koeun dari depan kamarnya.

"Ah bang Echan sama Kak Koeun sama aja! Sama-sama ga berguna kalau kasih saran! " Echan dan Koeun menatap tajam adik bungsunya itu, untung aja ada mamanya kalau ga? Pasti Sungchan tinggal lah nama.

"Aduhh Sungchan, kamu tuh udah gede masih aja rengek kaya gini, malu tau sama umur. Kamu tidur sama Echan aja, itu kasurnya di pisah kok, jadi gaakan ke tendang lagi, " Victoria mengambil kotak kardus dan memberikan kepada Sungchan.

"Udah dek, tidur aja sama abang. Masa iya nanti tidur ditengah- tengah mama papa lagi," Jaejoong membuka suara.

"Yaudahh iya deh Uchan nurut..."

Dengan segala rasa malasnya, akhirnya Sungchan mengalah, dan rela tidur bersama abangnya Eric Chana Abrian Aka Echan.

Sungchan menaiki tangga dengan cepat, lalu membuka kamarnya tanpa mengetuk pintu. Matanya berbinar melihat kamar yang cukup luas dan juga bagus menurutnya.

"Pokoknya bang Echan tidur di atas ya. Uchan di bawah!" ucap nya menghampiri tempat tidur tingkat.

"Ga! Lu di atas gw dibawah! "

"Ihhh abang mah! Gapernah mau ngalah!"

"Lu mikir gak sih? Gw tidur nya tuh gak bisa diem, kalau gw tidur di atas yang ada paginya gw udah nyungsep ke bawah. Patah-patah dah tulang gw. " ujar Eric kepada Sang adik.

Sungchan berfikir sejenak sembari menggaruk-garus kepalanya yang tidak gatal.

"Bener juga sih, yaudah karena saya seorang Rajasungga Chana abrian, anak yang baik, ganteng, rajin menabung, dan tidak sombong. Kalau begitu... Yaudah abang tidur di karpet aja, Uchan biar tidur di kasur bawah," kemudian setelah itu Eric menatap galak adiknya.

"JAHAT KAMU MISKAH! sini lu, gw tampol dulu mulutnya baru tau rasa, lu aja yang tidur di karpet sono!" Echan mendekat ke adiknya dengan tatapan licik, kemudian mengunci leher sang adik dengan sikutnya sendiri.

"Ahhhh Mamahhhh, Mamahhh to-longggg Uchan Mah." Teriaknya keras meminta tolong. "Ampun bangggg"

"Minta maaf ga lu?!" Ancam Echan.

"Gamau hehe-- Eh abang sakit anjing!" Pekiknya. " MAMAH UCHAN DI SIKSA TOLONG MAHHHHH!!, "

"A-Aww Sungchan Goblok tangan gw di gigit!, ga ada akhlak dasar anak setan!"

"Mamah bang Echan siksa Uchannnnn!!! mamahhh!" teriak Sungchan lari keluar dari kamarnya.

Sudah tak usah heran dengan mereka, begitulah meresahkanya kalau Sungchan dan Eric berada di satu kamar yang sama.
Di sisi lain Koeun sujud syukur karena jarak kamarnya agak jauh dari kedua manusia aneh itu.

"Bang Jeffry, bunda minta tolong dong ," teriak Taeyeon dari dapur


"Ahh adek aja bun, abang lagi main game, nanti mati nih kalau di tinggal, "

"Abang!!! Cepetan! Atau Ps nya nanti bunda sita nih!."

"Yahh Tuhan cobaan apa lagi ini, " gumam lelaki itu, membangkitkan dirinya terpaksa.  "Iya iya bun bentar," dengan langkah  buru-buru meninggalkan game nya, dan beralih pergi ke dapur.

"Ini bang anterin ke tetangga sebelah yang baru pindahan, bunda titip salam aja ya," ujar Taeyeon.

"Aku sendirian gitu?" Taeyeon membalas dengan anggukan.

"Gamau ah! abang malu tau bun."

"Halahh sok malu-malu, biasanya aja kamu malu-maluin bang." ujar ayah Baekhyun.

"Ih yah... tapi kan ini tetangga baru, jadi Jeffry harus jaga image dulu gaboleh malu-maluin,"

"halah alasan, yaudah ajak adek mu gih, sekalian suruh kenalan sama tetangga baru. kali aja ada anak yang seumuran sama dia disana trus jadi temen,"

"Iya iya yaudah" Jeffry beralih menaiki tangga menuju kamar adiknya.

tok tok tokkk

"Winter,

......Do u wanna build a snowman~?, "

"Go away Jeffry,"

"okay bye" balas Jeffery dengan nada kemudian melotot tersadar. "Eh dek, keluar dong. Di dalam kamar mulu, lo ga berbuat maksiat kan di dalam kamar?"

"kenapa sih? berisik banget," balas Winter setelah membuka pintu kamarnya.

"Ayo temen..."

Bruk

"gamau!" Gadis itu menutup pintu sebelum Jeffry menyelesaikan ucapannya.

"Astaga. Sialan banget punya adek, kagak tau sopan santun," gumamnya. Kini Jeffry hanya bisa mengelus- elus dadanya dan berharap kapasitas kesabaran nya masih cukup untuk menangani sang adik.

"Adek keluar woy, di suruh bunda nih! Kalau gamau ikut, berarti lo anak durhaka gamau nurutin kata abang sama Bunda."

Terdengar suara decak dari gadis itu. "Ck. yaudah tunggu sebentar!" Ujarnya dari dalam kamar.

"Iya, gausah dandan dulu dek, muka lo udah buluk nanti tambah buluk,"

"Kalau gw buluk berarti lo lebih buluk."

Setelah dua menit Jeffery menunggu di depan kamar Winter, akhirnya sang adik keluar dari juga dari goa nya.

Saat Winter keluar Jeffery langsung terbelalak kaget melihat baju yang gadis itu kenakan.

"Adek lo mau ngunjungin rumah tetangga atau mau begal rumah tetangga sih!."

"Pake baju ketutupan semua gitu, udah kaya maling." Ujar Jeffry saat melihat winter yang mengenakan celana panjang dan hoodie nya, tak lupa juga dengan masker dan kaca mata hitam yang winter kenakan.

"Berisik! udah ayo cepet," balas Winter kemudian berjalan di belakang Jeffry sembari memegang ujung baju lelaki itu.

"Punya adik malu-maluin banget dih,"

"Bodo,"

Jeffry berjalan dengan cepat dan diikuti adiknya, "Bang, tapi Winter takut," lirih gadis itu memberhentikan langkahnya.

Jeffry yang paham dengan maksud adiknya itu langsung menggenggam erat tangan sang adik.

"Dek, itu udah masa lalu, jangan di inget-inget terus, nanti malah nyiksa diri kamu sendiri, itu juga bukan salah kamu," jiwa kakak seorang Jeffry mulai muncul dengan kelembutan kata-katanya.

"t-tapi bang,"

"ada abang, adek gausah takut ya," Jeffry menepuk-nepuk kepala adiknya, kemudian sang adik menangguk pasrah menuruti kata-kata Jeffry.

tok tok tok

"Permisi....," sahut Jeffry sopan dengan segala pencitraan nya.

Untung saja tadi dia ga keceplosan untuk menyanyikan lagu build a snowman.

Cklek

"Oh iya ada apa Om?," tanya seorang anak lelaki yang baru membuka pintu tersebut.

"emang muka gw setua itu ya? sampai di panggil om," Tanya Jeffry heran.

"hmm ga juga sih, jadi panggilnya apa nih? Mas? Abang? A'a? atau Pakde?"

"Abang aja , gw bang Jeffery."

"Owh oke bang Jefferrrry, gw Sungchan."

"kenapa ya bang datang kesini?, bukan tukang tagih utang kan ya?,"

"ah b-bukan lah. Emang muka gw, muka-muka renternir?," Sungchan mengangguk.

Jeffery ingin sekali berkata kasar , namun karena lelaki ini tetangga baru nya, jadi harus ia tangani lebih sabar, melebihi sabar nya dia ke Winter.

"karena kalian baru pindah ke perumahan ini, jadi Bunda gw buat sedikit kue buat kalian,"

"owh iya rumah gw itu yang warna pinky," unjuknya menunjuk salah satu rumah.

"Owhhh itu, kita sampingan dong." Tegas Sungchan.

"Iya tetangga lima langkah, btw umur lo berapa Chan?,"

"Tujuh belas bang,"

"wah samaan kaya adek gw dong!,"

"kapan-kapan kerumah Chan, ajak adek gw main, kasian dia nolep banget."

"Cewe apa cowo bang?,"

"Ini loh adek gw cew- " Jeffery menoleh kasamping kanannya.

"LAH ADEK GW KEMANA?!!!,"

"Adek? yang mana?." Bingung Sungchan.

"Tadi dia ada di belakang gw."

"Perasaan tadi lu sendirian bang" ujar Sungchan.

"Abang adek pulang duluannnn!" Teriak Winter yang sedang berlari ke arah rumahnya.

"Lahk?,"

"eh kok gw ditinggal,"

"Eh maaf..., adek gw emang kaya gitu orangnya dia rada takut kalau ketemu sama orang baru."

"Owh gitu, rada aneh ya adek Lo," gumam Sungchan.

" gw balik yaa..., oh iya jangan lupa main kerumah gw, kita main ps bareng."

"owh oke siap bang, makasih ya kue nya,"

"sama-sama Titip salam dari bunda gw buat ortu lu." Sungchan memberikan sign 'ok' kepada Jeffry, kemudian memasuki rumahnya.

Lelaki itu menutup pintu rumahnya, "Mama ada yang bagi kue nih!!," teriak Sungchan dengan kecepatan lari ala Naruto Echan terburu-buru menuruni tangga.

"Mana makanan?," Tanya Echan.

"Dih makanan aja cepet lo bang, giliran disuruh beresin barang-barang males,".

"Makanan adalah hal paling penting dalam hidup gw."

"Mikinin idilih hil pinting dilim hidip giwi, padahal kemarin bilangnya 'somi adalah hal terpenting dalam hidup gw', dasar kardus." celoteh Sungchan saat melihat abangnya memakan tiga kue sekaligus.

"Mama masa Echan mau makan aja ga dibolehin!!,"

"Ih apasih apasih, fitnah mah!. Percaya bang Echan sama dengan musyrik."

"Sialan, untung adek gw lo."

"Kenapa sih gw terlahir jadi adek Lo, kenapa gak lo yang jadi adek gw bang, apalagi badan lu kan lebih pendek."

Echan menata tajam sang adiknya, kemudian dia berjalan perlahan ala jagoan sembari menggerakkan tanganya, memberi perintah agar Sungchan lebih mendekat.

"Sini ...," Ujarnya menunjukan senyum licik.

1

2

3

"MMAMAHHHH ABANG SIKSA UCHAN LAGI MAMAHHHH!!! PAPA TOLONGIN UCHAN ARGHHH,"

"Dua kali," hitung Koeun sembari menggelengkan kepalanya pasrah.


Aku tau Jeffery jauh banget sama taeyeon dan baekhyun, tapi gatau kenapa lebih suka Jeffery tuh jadi abang. Abang able sangat >uhu<

Anggap aja ini Winter pas ke rumah tetangga

Next?

©nanayyyg_

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co