Truyen3h.Co

MUSIM DINGIN [✓]

24

nanayyyg_

Karina, Giselle, dan juga ,Ningning duduk di dekat ranjang Winter.

"Nter kangen banget sama lo ih!." -Ningning

"Lo lama banget bangun nya," tambah Giselle.

"Iya gw juga kangen kalian kok."

"Luka nya masih sakit?," tanya Karina.

"Lumayan Rin,"

"Ahhh pasti sakit banget ya?, maafin gw ya. Gw gatau apa-apa saat lo di siksa sama si Shasha jahanam. Maafin gw karena terlalu sibuk urusin acara sekolah buat bulan depan," ujar Ningning dengan tangisnya memeluk Winter.

"Maafin gw juga Win, gw terlalu sibuk sama urusan osis." Giselle menyusul Ningning untuk berpelukan.

"Maaf karena gw sempat salah paham...,"-Karina.

"Iya-iya gapapa kok. Ini bukan lebaram jadi gausah maaf-maafan,"

"Oh iya, ada yang mau ketemu lo," ujar Karina.

"Siapa?,"

"Bentar gw chat dulu orangnya udah sampai atau belum." Karina menyalakan ponselnya. "Oh dia udah sampe, bentar gw jemput dia dulu deh di depan,"

"Siapa si Rin?," bingung Giselle.

"Nanti kalian juga tau."

Karina keluar dari kamar rawat Winter, menuju tempat yang telah disebutkan dari pesan yang ia dapatkan.

"Ayo ikutin gw,"

"Rin..., kayanya gausah deh, gw ga yakin,"

"Gapapa ayo, kalau gak sekarang, mau kapan lagi?,"

"Ayo gapapa, jangan takut kan ada gw,"

"O-oke," Karina menggandeng tanganya, menuntun menuju kamar rawat Winter.

Cklek

"Lo?!." Sontak bersamaan mereka yang ada di dalam kamar rawat Winter langsung terheran tujuh keliling melihat gadis yang bersama dengan Karina saat ini.

"Karina maneh ngapain sih bawa dia kesini?," tanya Daehwi.

"Mau ngapain lo disini mak lampir?," tanya Guanlin sarkas.

"G-gw...,"

"Kalian boleh keluar dulu ga?, biarin dia ngomong sama Winter dulu sebentar," ujar Karina.

"Gak lah!. Gaboleh, kalau dia macem-macem lagi gimana?," khawatir Sungchan.

"Engga Sungchan, kita kan jagain dari luar ," jawab Karina.

"Ck. Gaboleh pokoknya!."

"Sungchan....," panggil Winter lembut "kasih gw waktu untuk bicara sebentar aja, gw yakin Shasha ga akan macem-macem."

"Udah lah Chan, cuma sebentar kok dia," lanjut Chenle.

"Iya yaudah sebentar aja!. Awas lo macem-macem sama calon masa depan gw!. Kalau lo macem-macem, abis keprawanan lo sama si Guanlian!." Sungchan menatap tajam gadis di depannya.

Plak

"Kok gw sih bangsat!."

"Lo cocok sama dia soalnya," Daehwi dan Chenle tertawa renyah.

"Ayok yang lain juga keluar," ajak Karina.

Giselle mendekat, menepuk pundak Shasha pelan. "Sha..., tolong gw percaya sama lo, lo orang baik Sha."

Shasha tertegun dengan perkataan Giselle, dirinya semakin merasa sebagai mahkluk terjahat di dunia ini. Sungguh dia sangat bodoh karena menghancurkan persahabatan dengan orang sebaik mereka.

"Halo Sha," sapa Winter dengan senyuman. "Sini duduk,"

"I-iya...," dengan ragu gadis itu mendudukan dirinya si bangku samping ranjang Winter.

"Sha, kenapa?,"

"Maafin gw Winter..., gw udah jahat banget sama lo." Shasha berterus terang mengeluarkan air matanya. "Maafin gw, gw manusia paling jahat di dunia ini, bahkan gw yakin gw gak berhak untuk dimaafin lo...,"

Winter mendekatkan tubuhnya ke arah Shasha, menahan sedikit rasa nyeri di perutnya karena bekas operasi yang sepertinya masih belum kering.

"Gak Sha..., lo gak jahat, gw yakin sama lo dari awal, lo itu gak jahat." Ujarnya menepuk bahu Shasha.

"K-kenapa lo bisa seyakin itu sama gw?,"

Winter tersenyum, "entah, hati gw yang berkata kaya gitu Sha. Lo cuma salah paham, jangan salahin diri lo sendiri. Karena gw juga termasuk orang yang salah disini,"

"Enggak Winter..., gw yang salah, maaf gw egois, gw bodoh banget."

"Gw juga salah Sha, dulu gw gatau kalau perasaan lo ke Kak Na itu lebih dari seorang kakak dan adik kelas. Secara gak sadar gw udah nyakitin lo,"

"Maaf, juga karena gw bener-bener gabisa nemenin kak Na disaat terakhirnya," terus terang Winter.

Mereka berpelukan saling berbagi kesedihan dan juga tangisan tentang masa lalu nya. "Kak Na mungkin disana bangga sama lo Winter. Sekarang gw tau kenapa kak Na suka sama lo, itu semua karena hati lo yang terlalu baik."

"Dan dengan bodohnya gw malah iri sama rasa sayang Kak Na ke lo. Padahal diri gw emang gak cocok untuk dampingin kak Na,"

"Lo juga baik kok Sha, ayo kita mulai semuanya dari awal ya?, kita mulai dari lembaran baru bareng-bareng. Dan buat kak Na senang disana," gadis itu menghapus air mata Shasha.

"Sekali lagi maafin gw ya, maaf atas semua luka yang lo rasain,"

"Gw udah maafin lo Sha. Jadi sekarang bantu gw ya untuk obatin semua cerita sedih menjadi cerita yang lebih bewarna di hari selanjutnya.

Cklek

"Ihhhhh!!! SHASHA!." Ningning masuk dengan tatapan tajam nya. "Mau ikutan peluk juga huwaaaa😭,"

"Teletubies berpelukan~," ujar Giselle.

"Kangen kalian semua," ujar Karina ikut berpelukan.

"Gaboleh berantem-berantem lagi ya abis ini," ujar Ningning tersendu tangisan.

"Hiks srottt sedih juga ya le, drama di kehidupan Winter," tangis Daehwi sembari mengelap ingusnya di hoodie Chenle.

"DAEHWI HOODIE MAHAL GW ANJJJ!,"

"UCHAN MAU IKUT PELUKAN JUGA!!!,"

Bruk

Sungchan mendapat pukulan bantal terlebih dahulu sebelum mendapat pelukan dari Winter.

"Sungchan sini yuk pelukan aja sama Ulin ututututu," ujar Guanlin melebarkan tangannya mendekat ke arah Sungchan.

"Jijik bangsat!. Jauh-jauh lo!."

"Sini adek, sini ayo sama om," goda Guanlin. "Aduh adek nya lucu banget sih, sini main sama om,"

"MAMA!!!! GUANLIN MAU JADI OM PEDO MAH!!!!,"



Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co