Bonchap?
-Apa Kabar-
Tetangga sebelah❤
|p
|u
|n
|t
|e
|n
|by
|oyyy
|musim dinginku~
|Winterabella
|mba pacar oy
|Sim Sim
|sayang...
Ap? |
Mbb abis dr kmr mndi|
|di panggil sayang baru nyaut
|oh iya aku kira kamu udah tidur
|mau kasih tau besok minggu...
Bsk ny lg senin,selasa, rbu|
|bukan mau nyebutin nama-nama hari mba pacar
Trus ap? |
|besok jalan yuk by
Kemana?|
Jam berapa?|
Sampai jam berapa?|
Sama siapa aja?|
|ih kan giliran diajak jalan aja semangat jawabnya
hehe:)|
|kemana aja deh
|yang penting sama kamu
|aw malu
Blokir? |
|eh eh jangan dong, jahat
banget sama lacar sendiri
Bodo |
|jadi kamu mau ikut ga besok?
Ikt|
|ikat??
Ikut|
|owh okay, aku besok
kita berangkatnya
siang-siang ya by
Ok|
|okay kamu tidur sekarang
gih, udah malem nih
Blm ngantuk|
|mau aku tidurin gak?
SUNGCHAN! |
|eh eh maksud aku tuh,
aku kasih cara biar
cepet tidur
Ohh|
Gmn ? |
Panggilan Video
Tetangga sebelah❤
.........
Jawab | Tolak
"hai"
"iya? "
"sekarang udah jam 1, kamu mau tidur jam berapa by?, "
"gatau. Aku belum ngantuk,"
"yaudah, sekarang kamu rebahin badan kamu di kasur, abis itu aku bacain dongeng deh, "
"emang aku anak kecil yang kalau di bacain dongeng langsung tidur?, "
"coba dulu, nurut deh sama aku. "
"iya iya ini udah tiduran,"
"mau di dongengin apa?, "
"apa ya.... , bawang putih bawang merah aja deh, "
"okay, jadi.... Pada suatu hari hiduplah dua ekor manusia me---
"kalau manusia pake seorang!. Bukan seekor. Ketauan nih suka bolos pelajaran bahasa Indonesia."
"eh iya lupa, nah tuh kamu tau aku suka bolos. Oke jadi.... pada suatu hari hiduplah seorang manusia,"
"tadi katanya dua, kok sekarang jadi satu?, "
"yaampun mba pacar sabar dulu dong, kamu cukup mendengarkan,"
"iya-iya, "
"pada suatu hari hiduplah seorang putri cantik nan baik hati bernama bawang putih, nah si bawang putih punya adik namanya bawang merah, si adik punya adik lagi namanya bawang bombay, si adik dari adiknya punya adik lagi namanya daun bawang lalu....
"Zzzzz..."
"eh?, musim dingin???? "
" Eh kok udah tidur, katanya bukan anak kecil, tapi baru juga di ceritain bagian orientasi langsung molor. Dasar bayi,"
"yaudah deh tidur yang nyenyak ya masa depan Uchan . Have a nice dream, i love u tiga ribu, "
Siang-siang bolong gini Sungchan udah berdiri tegak dengan jaket denim dan juga mobil barunya, niatnya sih mau ajak jalan Winter, tapi sekalian deh pamer mobil barunya yang dia beli hasil jeri payah kerja 2 tahun belakangan ini. Ya bukan mobil mewah kaya punya Chenle sih, tapi lumayanlah bagus untuk ajak Wunter keliling kota.
"wih mobil baru bagus tuh bos, " seru Jeffery yang baru keluar liat Sungchan cengengesan.
"wih iya dong, lumayanlah hasil kerja lembur bagai kuda, "
"masuk lah ngapain berdiri disitu lu?,"
"nungguin ayang beb lah, kalau gw masuk nanti takut di tanya-tanyain bokap lo bang, "
"halah!. Ganteng doang jemput cewe depan rumah, "
"y-yaa masalahnya... "
"alasan!. "
"Sungchan!. " panggil Winter yang udah rapih
"siang mba pacar, " jawabnya senyum selebar dunia. "makin hari makin cantik aku jadi makin cinta. "
"oh jadi suka sama gw karena fisik doang?, "
"eh eh gagitu, aku suka semua yang ada di kamu, serius ga boong. Udah tercatat di kamus Sungchan. "
"biasalah!. Cowo pakboy macam Sungchan mah emang tukang ngalus, sabar-sabar aja lu dek hadepin nya." ucap Jeffery nepuk pundak Winter.
"yaudah bang, adek jalan dulu. Ada yang mau di titip ga?, "
"seblak bang Ojun yang pedes ya, klau bis yang level 9 deh. "
"oke siap!. Adek jalan dulu bang, "
"iya hati-hati, Sungchan kalau adek gw lecet dikit awas aja lo!. Gw sunat nanti sampe abis!."
Sungchan udah ngilu sendiri "tenang bang, adek lu selalu aman kalau sama gw, "
"iyadah terserah lu. "
Winter geleng-geleng kepala, emang nih dua manusia suka kadang-kadang akur kadang-kadang ribut kan labil banget hidupnya udah kaya cewe lagi pms.
Sungchan langsung bukain pintu secara halus untuk tuan putrinya. Trus mulai menjalankan mobilnya dengan cepat.
"kok kamu gabilang mau beli mobil?," tanya Winter.
"biar suprise dong. Bagus ga mobil aku?, " Winter mengangguk.
"bagus kok, apalagi ini belinya pakai hasil dari kerja kamu sendiri. " Sungchan tersenyum, satu tanganya bergerak menautkan jari jemarinya dengan milik gadis itu.
"aku kasian aja sama kamu, setiap jalan sama aku pasti kepanasan keujanan. Sampe pernah besoknya sakit. "
"gapapa juga suh sebenar nya, pakai motor juga seru. Banyak kenangan yang terukir walau hanya dari motor vespa. Hal yang sederhana kadang bisa lebih bermakna. "
Chup
Sungchan mengecup tangan Winter sekilas "kalau gini terus aku jadi makin cinta sama kamu, "
"alay. "
"biarin. "
"Sungchan..."
"apa?, "
"Jakarta sekarang ramai ya, "
"pasti mau nerusin 'iya karena ada kamu, ' " tebak Sungchan sesuai dengan film yang pernah dia tonton.
"Salaah. sekarang ramai karena banyak tukang jajanan. Bangunan juga jadi semakin banyak. " baru aja Sungchan berharap di alusin sama Winter, eh ternyata harapan nya pupus.
"Sim, kamu kenal Siyeon ga?, " Sungchan mulai membuka dunia pergibahannya, kebanyakan main sama daehwi sih nih anak.
"yang kakak kelas kita dulu?, " tanya Winter.
Sungchan mengangguk "iya, nah ternyata dia dulu tuh mantan nya bang Jeno, "
"oh baru tau. "
"mau tau ga kenapa mereka putus, "
"kenapa?, "
"katanya bang Jeno sih, gara-gara si Siyeon pergi tiba-tiba. Siyeon ninggalin Jeno pas lagi masa sulitnya dia. Gila ya jahat banget, dateng pas lagi seneng doang. "
"mungkin Siyeon punya alasan tertentu saat itu, jangam berfikiran jelek dulu, "
"aku baru tau, ternyata perempuan selain bisa datang bulan, ternyata juga bisa datang lalu pergi ya... "
"gak semua cewe kaya gitu, cowo juga ada kan yang kaya gitu?, "
"adaa sih kayanya, tapi intinya itu bukan aku. "
"Chan..., "
"iya sayang?, "
Duh bentar ini Sungchan suka banget ngomong alus, kan jantung nya Winter jadi terasa meresahkan.
"ayah nanyain kamu tadi, "
"duh, ayah kangen sama aku atau gimana tuh?. "
"ehmmm a-anu, Ayah nanya kapan kamu berani ngelamar aku?. "
Sungchan nelan saliva nya sebentar, "mmm sabar ya..., sayang, "
"aku janji akan berusaha untuk bisa lamar kamu secepatnya. Aku masih belum punya penghasilan yang bagus untuk bangun keluarga sama kamu, nikah itu butuh kesiapan mental dan juga fisik, "
"aku ga masalah sama penghasilan kamu, kita bisa lanjut kerja setelah nikahkan?, toh kali aja setelah nikah rezeki kita semakin lancar. " balas Winter menatap Sungchan yang masih fokus pada jalanan.
"iya tapi..., aku masih belum punya sesuatu yang bisa di banggain nantinya buat ngelamar kamu. "
"gausah lah, kamu udah punya hati aku, itu aja udah cukup untuk ngelamar aku. "
Tunggu kok jadi kesannya Winter yang kebelet di lamar?.
"cie, pengen banget cepet-cepet aku lamar ya?, "
"iy---ih apasih engga kok!. "
"yaudah besok pokoknya kita nikah!." teriak Sungcha semangat di dalam mobil.
"ya gak besok juga Sungchan!. "
"kan biar cepet sayang, "
"terserahlah capek ngomong. "
"ih jangan ngambek dong,"
"engga tuh. "
"gemesh deh pengen cium, "
"ngalus doang tapi ngelamar cewe ga berani. " sukurin Sungchan di sindir.
"duh iya deh iya aku lamar, "
"tau ah gelap. "
Setelah bingung pergi kemana karena gaada tujuan yang jelas, akhirnya Sungchan dan Winter milih berhenti di kota tua. Kedua pasangan itu bergandengan sembari mengitari bangun-bangunan tua yang ada disana.
Pasar kota tua dengan keramaian nya menjadi tujuan selanjutnya. Tak banyak yang mereka berdua lakukan disana, mereka hanya menikmati keramaian orang-orang disana, sesekali memperhatikan banyak sekali barang unik yang dijual.
"kamu laper ga?," tanya Sungchan Winter langsung ngangguk bersamaan dengan puppy eyes. "jangan gitu dong!. "
"kenapa sih?, " bingung Winter.
"aku gemes jadinya, pengen aku gigit. " dengan secepat kilat Winter dorong badan Sungchan kesel.
"gigit aja tuh manusia boneka mampang!. " Winter kesel banget kalau Sungchan udah mode tukang ngalus.
"kamu mau makan apa?, "
"terserah!. " jawab Winter seikhlasnya.
"ya terserah tuh apa?, aku mana tau kemauan kamu. Aku bukan cenayang,"
"terserah. "
"yaudah kita makan bakso aja ya?,"
"bosen. "
"sate?, "
"males. "
"ya kamu maunya apa sayang?, "
"terserah. "
Sungchan ngelus dada daritadu
, udah ketauan ini pasti mba musim dingin nya lagi mode galak, ya mau-gamau dia harus lebih sabar lagi.
"yaudah kamu ikutin aku aja, " Sungchan gandeng tangan Winter, menuju ke salah satu pedagang kaki lima.
Lalu mereka mendudukan diri tepat di samping sungai yang ada disana. "bang, ketoprak dua. " ujar Sungchan.
"satu aja, " tambah Winter.
"loh emang kenapa?, "
"aku lagi diet. "
"ih udah cantik begini ngapain diet lagi, kamu mah sampe sekurus apa sih?,"
"gatau. "
"yaudah pesan satu porsi aja, tapi kita makannya berdua ya?, "
"yaudah."
"nah gitu dong, " Sungchan mengusak rambut gadisnya.
"Sungchan...,"
"iya?, "
"gak kerasa ya kita udah pacaran 5 tahun, " ucap Winter namun pandanganya justru melihat kearah sungai.
"iya ya cepet banget, "
"aku takut, kalau suatu saat kamu pergi ninggalin aku, "
"kok ngomong gitu sih?, "
"kita udah pacaran lama banget loh, kali aja kamu bosen sama aku, terus cari yang baru, yang bahkan jauh lebih baik dari aku."
Sungchan mengenggam tangan kecil gadisnya. "ada orang bilang, kalau dalam suatu hubungan pasti ada aja masalahnya, entah merasa bosan lah, merasa marah, kesal dan lainnya. Dan dari awal seharusnya mereka tau apa aja yang harus mereka lewati jika ingin mengambil suatu hubungan. "
"anggap aja semua itu ujian yang datang untuk menguji ketulusan hubungan orang itu. Aku dari awal udah yakin sama kamu, kalau kamu akan jadi tempat terakhir aku, aku gak perduli dengan latar belakang masa lalu kamu. Kamu itu perempuan terhebat setelah mamah aku, "
"memang ada banyak wanita mungkin yang lebih baik daripada kamu di luar sana, tapi percuma kalau aku cinta nya sama kamu gimana?, " sekarang Winter jadi bingung mau jawab apa, rasa takut mengenai hubungan yang sedang berjalan itu wajar kan?.
"oh iya aku mau nanya ke kamu. " ujar Sungchan menatap Winter.
"kalau aku lamar, emang kamu udah siap?, kamu yakin 100% mau jadi istri aku?, "
"aku bahkan akan lebih siap kalau kamu beneran ngelamar. Aku udah siap untuk jadi istri kamu, aku udah pikirin semuanya matang-matang, dan dalam setiap hubungan pasti ada sua pilihan, melanjutkan ke jenjang yang lebih serius atau malah berpisah di tengah jalan. "
"bener juga sih, aku yakin kamu pasti capek nunggu aku 5 tahun ya?, nunggu aku sampai sukses begini. "
"gak kok. Aku malah seneng nunggu kamu, aku anggap semua ini proses untuk menuju tahap yang lebih baik kedepannya. "
"okeh sip!. Aku lamar kamu besok!." Winter langsung meolotot tajam.
"ih masa langsung besok?!. "
"lebih cepat lebih baik kan?, " jawabnya cengengesan.
"ya tapikan seharusnya di bilangin dulu ke keluarga ka---
Chup
"bahkan keluarga aku dari dulu udah dukung 100% kalau aku mau lamar kamu. " jawabnya setelah mengecup bibir Winter cepat.
"ih Sungchan! Disini rame, "
"yaudah hayuk ketempat sepi, sekalian buat dede bayi , "
"Sungchan!!!,"
Cr ig : @rainyleaves
Cr ig : @loovecaseu
Cr ig : @steadylate
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co