Truyen3h.Co

MY FUTURE SON |JenoKarina|✅

14

nanayyyg_

Di atap sekolah Kinara meluapkan amarahnya, dia meluapkan semua rasa sakit yang sudah terpendam bertahun-tahun lamanya. Menangis sekencang mungkin seakan memberi tahu kepada semesta bahwa hatinya sangat sakit.

"Arghhhh!!! Gue bodoh!" Ujarnya di sela tangisan. "Kenapa sih... Mencintai Lo sesakit ini Jevan!!! Gue benci Lo! Sakit! Ternyata sesakit ini Jev..." terus ia memukuli dadanya yang terasa sesak.

"Bodoh!!! Kinara bodoh!"

"Hiks! Sesak Jev... Sakit rasanya... Pada akhirnya gue gak bisa menggantikan posisi Yejira di hati Lo kan? Pada akhirnya dia akan selalu jadi prioritas Lo, dan bodohnya manusia kaya gue masih berharap untuk dapat cinta balik dari Lo."

"Arghhhh!!!"

"Rasanya dunia gue bercandaan banget gak sih? Gue capek, kenapa semesta pertemukan gue dengan dia kalau cuma untuk dapat kesedihan? Hati gue sakit banget... Bahkan lebih sakit daripada tamparan yang selalu Yejira kasih, lebih sakit daripada kata-kata pedas Yejira yang selalu bilang gue cewek murahan."

"Iya gue murahan iya! Iya gue bodoh! Iya gue segalanya! Gue capek!!!" Dunia Kinara rasanya hancur, semesta masih nampak mempermainkan hidup Kinara. Kalau boleh jujur, Kinara lelah... Kinara butuh pelukkan, namun tak ada satupun yang bisa memeluk nya saat ini.

Kinara tak mau jika orang-orang tahu bahwa dirinya tengah bersedih, Kinara hanya ingin semua orang memandang nya sebagai gadis periang yang bahkan tak pernah terlihat sedih sedikitpun. Tapi terkadang... Kinar juga lelah berpura-pura.

Masih dengan tubuhnya yang berdiri menatap langit Kinara terus mengalir kan air mata kekecewaan nya. "Gue kangen Lo Jevano... Lo memang selalu ada disamping gue... Tapi gue kangen Nono gue..."

"Jevano... "

"Iya Kinar?" Bukannya mencari sumber suara Kinara malah tertawa.

"Astaga. Gue kebanyakan ngehalu, jadi sampai suara Jevano aja kerasa nyata."

"Kinara, gua disini..." Segera ia membalikkan tubuh nya, menatap seorang lelaki yang tepat ada di depannya sekarang. "Lo nangis?"

"Ha? E-enggak kok! Kelilipan debu." Yang diajak bicara hanya terkekeh. Perlahan Jevano melangkahkan kakinya, mendekat ke arah Kinara.

Dengan lembut lelaki itu mengambil tangan sang gadis, "Nar... Sepintar apapun Lo sembunyiin rasa sakit, tetap aja mata Lo masih gak bisa berbohong."

"Jev... Mending Lo pergi, temenin Yejira di UKS."

Jevano menggelengkan kepalanya. "Lo salah paham Nar, gua gak cinta sama Yejira, bukan Yejira prioritas gua."

Deg.

Nafas Kinara seakan menderu kencang.

"Nar... Lo tau gak kalau Lo itu masalah terbesar yang datang kedalam hidup gua. "

Kinara menaikkan alisnya kebingungan "Ha? Maksudnya?"

"Lo masalah yang paling rumit untuk gua lewati, Lo soal yang paling susah untuk gua jawab. Bahkan bisa gua bilang Lo itu lebih susah dibandingkan soal matematika atau Fisika. Belajar untuk memahami Lo itu sulit, gak semudah yang gua bayangkan."

Lelaki itu melangkahkan kaki maju satu langkah, mengelus lembut pipi Kinara. "Tapi entah kenapa, hal sulit itu yang semakin membuat gua tertantang untuk terus memahami Lo, untuk terus buat Lo menjadi masalah di hidup gua yang sulit dipecahkan. Tanpa gua sadar karena Lo gua ada masalah, tapi masalah itu juga buat gua bahagia."

Kinara masih diam membeku tanpa suara, masih meyakini diri bahwa ini bukanlah mimpi semata. "Gua bahagia semesta pertemukan kita Nar. Lo adalah tempat gua berteduh dan berlabuh, Lo selalu jadi tempat gua mengisi daya untuk semangat jalanin hari seperti biasanya. "

"Jevano, maksud dari semua ini apa? Jangan buat gue salah paham."

"Lo Nar, Lo orangnya. Gua cinta sama Lo, dan cuma Lo prioritas gua."

"Jev? Yejira kan pac-"

"Enggak. Dia bukan pacar gua Nar, dia gak benar mencintai gua, dia masih labil dengan perasaannya, dan yang Lo lihat di UKS tadi cuma salah paham,"

"Emang Lo kira gue mikir apa tentang Lo yang di UKS?" Tanya Kinara.

"Lo pasti kira gua sama Yejira pacaran, trus kita ciuman di UKS kan?"

"Anj— kok tau. "

"Otak Lo cetek banget, gampang ke tebak."

"Ih!"

Jevano mengusak rambut Kinara gemas. Membawa gadis itu kedalam pelukannya. "Nar, gua sayang sama Lo Nar, bahkan lebih dari rasa sayang seorang sahabat. Nar..." Jevano mengelus rambut Kinara halus. "Gua selalu nyaman berlabuh di Lo Nar. Cuma Lo yang bisa buat gua tenang, Lo yang selalu jadi obat untuk setiap pelik yang ada."

"Jevano..."

"Nar... Meeting you was fate, becoming your friend was choice, but falling in love with you was completely out of my control."

(Bertemu dengan lo adalah takdir, menjadi teman lo adalah pilihan, tapi jatuh cinta dengan Lo benar-benar di luar daya gua.)

" I love you not because I need you. I need you because I love you."

(Gue cintai lo bukan karena gue membutuhkan lo. Gue membutuhkan lo karena gue mencintai lo)

"Jevano... "

"Iya Nar?"

"Lo kesurupan Jin Tomang gak sih?"

"Bisa gak sih Lo gak ngerusak suasana."

"Ehe maaf, abisnya Lo aneh. Gue takut ini cuma mimpi semata yang menyakitkan Jev,"

"Nar, ini nyata... Tatap mata gua Nar, gua nyata, gua sayang dan cinta sama Lo itu nyata." Entah dorongan darimana, Kinara meneteskan air matanya lagi.

"Jevano, i feel like flying in the sky when you look at me. I hope the wind will tell you how much I love you."

(Gue  merasa seperti terbang ke angkasa ketika lo melihat gue. Gue harap angin akan memberitahu lo betapa gue mencintai lo.)

Angin yang bertiup lembut dikulit mereka menjadi saksi bisu akan setiap cinta yang hadir. Dua pasang kekasih yang menyimpan perasaannya bertahun-tahun kini sudah bisa merasakan bahagia cinta yang sebenarnya.

Dengan lembut lelaki itu menarik tengkuk sang gadis, mereka berdua menutup mata membiarkan semua ini berlarut dengan perasaan yang nyata.

Bibir mereka bertemu, rasanya ribuan kupu-kupu tengah beterbangan indah diatas mereka. Semesta... Kinara bahagia, sangat bahagia...

Semesta, jika boleh Kinara meminta, bolehkah ia menghentikan waktu saat ini? Biarkan waktu membeku dan menyisakan ia dan Jevano.

"Love you Nar..."

"I hate you too Jevano."

Cup


Anda mengbaper? Maaf saya Juga😭 ngetiknya sambil senyam senyum kek orang gila💔

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co