Truyen3h.Co

MY FUTURE SON |JenoKarina|✅

4

nanayyyg_

Lelaki itu merutuki kebodohannya, sungguh dia merasa sial dengan hari-harinya. Tak memperdulikan dengan keadaan Yejira, Jevan lebih memilih pergi dari rumah sakit dan menepati janjinya untuk pergi ke rumah pohon.

Jika bukan karena chat dari Kinara Jevan pasti sudah lupa dengan janjinya sendiri. Ah sudahlah Jevan memang pintar dalam urusan pelajaran, tapi jika dengan urusan yang seperti ini dia sungguh buta.

Jevan bergerak melihat jam di hp nya, betapa kagetnya melihat bahwa sekarang sudah hampir tengah malam. Dia mengendarai motor ninja nya dengan laju yang sangat cepat, tak perduli dengan beberapa lampu lalulintas yang sudah ia trobos.

Dia menaruh sepeda motornya tak jauh dari rumah pohon, segera naik kedalam rumah pohon itu.

Sebentar.

Jevan terdiam sunyi menatap seorang gadis dan anak kecil itu tertidur berpelukan di atas kasur kecil yang ada disana. Bisa dilihat jelas dari sini, mereka terlihat sangat nyenyak dan damai.

Perlahan dengan langkah tanpa suara Jevan mengambil sebuah selimut, yang seingatnya ada di dekat meja. Dulu Jevan sering pergi ke tempat ini, tempat ini sengaja papi nya buatkan untuk Jevan main seorang diri, bahkan bisa dibilang ini tempat rahasia Jevan.

Jevan menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut itu, perlahan Jevan mendekat mengelus rambut Jojo. "maaf, aku lupa tepatin janji ke kamu,"

Mata Jevano seketika beralih melihat wajah polos Kinar yang tertidur sangat nyenyak, perlahan ia menggerakkan tangannya membenarkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu. "Cantik..." Gumamnya, sekian detik kemudian tersadar dengan ucapan bodohnya. "G-gua gak ngomong apa-apa." Ujarnya pada diri sendiri sembari menggelengkan kepalanya.

Jevan kembali berdiri, ia rasa sudah cukup larut, kini saatnya kembali ke rumah. "Aku pulang dulu ya, tidur yang nyenyak Jojo." Jevan melangkah perlahan.

"Papah?" Betapa kagetnya ia mendengar suara Jojo memanggilnya. "Papah Jevan, jangan pergi..."

"Kok kamu bangun?" Bisik Jevan pelan.

Jojo mendudukan dirinya, mengusak matanya agar terbuka lebar. "Aku tungguin papa dari tadi, papa mau kemana?"

"Papa mau pulang dulu, Jojo tidur disini aja ya," anak itu menggeleng kan kepalanya. "Kenapa gak mau?"

"Jojo mau tidur disini bareng mama dan papa..." Jevano menelan salivanya gugup. "G-gak bisa..."

"Pah... Please, Jojo mau tidur bareng kalian," ujar anak itu dengan mata yang berkaca-kaca. Jujur Jevan gak tega juga kalau tinggalin Jojo di rumah pohon ini.

"Iya yaudah, aku tidur dibangku sana ya," Jojo menggelengkan kepalanya untuk yang kesekian kalinya. "Tidur di kasur pah, nanti badan papa sakit."

Jevano berusaha sabar meladeni anak ini. "Tapi dikasur kan udah ada kamu sama mama?" Apa yang barusan Jevano bilang? Ha? Menyebut Kinar dengan sebutan 'Mama' . Rasanya Jevano baru saja kerasukan penghuni di rumah pohon ini.

"Masih muat papah, badan aku kecil kok, pasti muat untuk kita bertiga. " Jojo menarik tangan papahnya, membawa tangan itu kekasur sampingnya yang kosong. "Tidur ya papah,"

"I-iya, tapi..."

"Selamat malam papah, mimpi indah ya," ujar Jojo tersenyum kemudian menutup matanya untuk tidur kembali.

"Ini kalau Kinar ngeliat pagi-pagi pasti gua digebukin. Maaf Kinar, tapi ini permintaan anak Lo." Ucap Jeno kemudian ikut tidur di kasur itu.

Ilustrasi : pinterest

Terik matahari membuat tidur gadis itu terganggu, perlahan ia membangkitkan tubuhnya, merapihkan beberapa helaian rambut yang menutupi pandangannya. Dia merentangkan tangannya "Woahh Jojo," Ah itu kebiasaanya, selalu menyebut nama orang ketika menguap setelah terbangun dari tidur cantik.

"Jojo... bangun," Gadis itu menggerakkan tubuh Jojo yang tepat ada disampingnya. "Kok kaya ada yang aneh?" Gumamnya masih dengan mata tertutup. "ARGHHHHH!!!" 

"Mamah? kenapa?" Kaget anak itu berlari menghampir mamanya. "Lho kamu udah bangun? T-trus kok Jevan bisa tidur disini?!"

Jevan terbangun dengan wajah bantal nya sembari mengusakkan  rambut. "KOK LO BISA TIDUR DISINI?!" Ujar Kinar dengan nada tinggi. Lelaki itu hanya terdiam kemudian menunjuk Jojo dengan gerakkan dagunya. 

"Hehehe mama, aku yang suruh papa tidur disini, Mama gak marah kan?" Gak tau udah berapa kali kinar mendengus kan nafasnya saat Jojo datang di hidupnya, dia cuma kepikiran gimana kalau Jevan liat muka jelek nya pas tidur, atau gimana kalau Jevan dengar pas dia lagi ngigau, aduh malu banget.

"Mama ayo kita mandi bareng sama papah," Jevan dan Kinar sontak membesarkan matanya kaget, "Jev, anak lo ngadi-ngadi banget sumpah."

"Anak lo juga Nar,"

"Hish bukan ya!"

"Jojo sini," Jevan menggerakkan tangan nya memberikan tanda agar Jojo mendekat. "Jojo, mandi sama papa aja ya? anak lelaki harus sama anak lelaki."

"Tapi kasian pah, mamah gaada yang temenin."

Jevan nelan Saliva nya, ini anak bisa aja jawabnya. "Mandi sama papah ya? Mama mau makan dulu, dia orangnya cepet laper." Kinara menatap Jevan dengan mata bulatnya. "Iya kan mah?"

Duh jantung Kinar rasanya mau copot sekarang juga, bisa-bisanya Jevan sebut dia 'Mah' semudah itu, gak tau aja dia jantung Kinar udah jedag-jedug gak karuan. "i-iya, aku laper mau makan dulu. Kamu mandi duluan aja, aku berani kok mandi sendiri. "

"Mamah? Gapapa kalau  sendirian."

"Iya gapapa, mamah—eh? Maksudnya a-aku kan berani. Udah sana mandi duluan,"

"Ayo Jo mandi sama papa,"

"Let's go Papah!" Jevan menggandeng tangan anak itu, dibawanya ke kamar mandi.

Seriusan, ini Kinar berasa ada di dunia mimpi ngeliat Jevan yang sangat bapak able, "Jev, please jangan buat gue jatuh ke Lo lagi, hati gue letoy banget sial."

Di dalam lubuk hatinya terdalam, jujur sebenarnya perasaan Kinar tak pernah hilang, Kinara masih benar-benar mencintai lelaki itu. Baik maupun buruk dari Jevan sudah Kinar kenali, dia mencintai semua yang ada di dalam diri Jevan.

Tapi yang perlu kalian tahu, bahkan Jevan tak pernah menyadari sedikit pun jika Kinar menaruh perasaan kepadanya.

"Mamah, Jojo sudah selesai mandi." Jojo keluar menggunakan handuknya.

"Ayo sini pakai baju dulu," Jojo menghampiri gadis itu sembari berlari. "Suka banget lari-larian, nanti kalau rumah pohon nya roboh gimana"

"Hehehe enggak kok mah..."

Dengan telaten Kinara memasangkan baju ke anak itu, "Mah, mamah tau gak Jojo besar mau jadi apa?"

"Hm? Gak tau, emang kamu mau jadi apa?"

"Jojo mau jadi orang yang bisa menghidupkan orang yang meninggal mah," Kinara sontak membesarkan matanya, kemudian ia tertawa dengan ucapan Jojo.

"Kamu ini, yang bisa menghidupkan dan mematikan manusia itu cuma Tuhan,"

"Tapi mah, Jojo udah meminta setiap hari ke Tuhan untuk kembaliin mamah dan papah, tapi tetap aja  Tuhan gak dengar." Kinar terdiam sejenak, berusaha memahami setiap ucapan anak kecil ini.

"Maksud kamu apa?" Jevan ikut menghampiri mereka berdua.

Jojo terdiam melihat kedua pasangan itu dengan mata berkaca-kaca  "Mah... Pah... Jangan tinggalin Jojo lagi ya," Jojo memeluk tubuh mamah dan papah ya sangat erat, seakan tak mau kehilangan mereka untuk yang kedua kalinya.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co