3
Nono tetangga sebelah
Today 06.55pm
[Jevano ]
[Lo ke rumah pohon ga?]
[Jev?]
[No?]
[JEVANO!!!]
[WOY!]
[SAHUR SAHUR!]
[Lo gak lupa kan?]
[Nono, gw duluan kesana ya,
kasian Jojo sendiri]
Kinara segera mengambil tas besar yang sudah ia isi beberapa makanan di dalamnya, dan juga tak lupa beberapa baju lama milik abangnya Theo yang menurutnya masih bisa digunakan sementara oleh Jojo.
Sekitar 5 menit ia berjalan kaki ke rumah pohon itu, awalnya ada rasa takut saat melewati banyak pohon gelap, namun ia melawan semua rasa takut itu dan fokus untuk datang menemui Jojo.
Kinar berharap Jojo tak merasa ketakutan seorang diri disana.
Perlahan Kinar menaikku tangga kayu di rumah pohon tersebut, berhati-hati dengan setiap langkah. "Jojo... Aku dateng nih, kamu ada dimana?"
"Mama?" Jojo menghampiri gadis itu dengan wajah yang tersenyum dan matanya yang berbentuk bulan sabit indah, Kinara bahkan sadar mata indah milik Jojo sangat mirip dengan Jevan.
"Kamu udah bangun dari tadi ya?" Jojo menggelengkan kepalanya perlahan. "Enggak ma, Jojo baru bangun."
Tangannya bergerak mengelus rambut anak kecil itu. "Jojo takut ya disini sendirian?" Kini Jojo membalas dengan anggukan.
"Iya mama, Jojo takut, tapi takutnya cuma sedikit. Segini mah 🤏🏻," Kinar terkekeh melihat tingkah lucu Jojo.
"Aku bawa makanan banyak, kamu pasti lapar kan?"
"Iya Mah! Jojo udah lapar banget huwaa, liat badan Jojo udah kurus."
"Padahal dari tadi badannya segini juga," Gumam Kinara. "Yaudah ayuk makan," Kinara mengeluarkan beberapa kotak makanan dari tas itu, menaruh nya perlahan di sebuah meja kecil disana.
Jojo menggerakkan tangan Kinara perlahan "Mamah, tadi aku kesana, aku liat ada banyak banget mainan... Tapi aku gak tau itu punya siapa. Mamah tau gak itu punya siapa?" Anak itu menunjuk kesebuah kotak kayu besar dekat jendela.
"Aku bukan mama kamu, panggil aku kakak aja ya..."
"Tapi mah..."
"Mana mainan? Coba sebentar aku liat." Kinara mengikut langkah kecil Jojo yang menuntunnya. Dia membuka kotak besar itu, dan benar apa kata Jojo, peti ini penuh dengan mainan lama, namun semuanya masih terlihat bisa dimainkan tak ada yang rusak sedikit pun.
Tangan kecil Jojo mulai meraih sebuah mainan dari kotak itu, "uwah ini apa mah?"
"Kamu gak tau itu?" Jojo menggelengkan kepalanya, Kinara heran biasanya anak lelaki pasti tahu dengan tokoh pahlawan itu "ini namanya power rangers, dulu aku sana Jevano pas kecil suka nonton film ini di rumahnya. Oh aku tau atau mungkin di masa depan udah gak ada film pahlawan beginian ya?"
"Mamah sama Papah?"
"I-iya eh aku sama Jevano bukan mamah papah ya... Uhm tapi sekarang Jevano pasti udah gak suka main ginian."
"Terus papah mainin apa mah?"
"Mainin hati cewek." Gumam Kinara pelan tak di dengar Jojo.
Jojo mengeluarkan banyak mainan dari kotak itu, kepala Kinar rasanya mau meledak liat ini anak ngeberantakin doang. "Uwah mamah— ini foto siapa?"
"Eh? Kok ada disini?" Kinar mengambil bingkai foto yang ada di tangan Jojo. Tersenyum memandangi foto masa kecilnya dengan Jevano dulu. "ini aku sama Jevano."
"Mamah cantik banget di foto itu," Kinara tersenyum, ternyata nih anak bisa juga bikin orang seneng. Eh tapi seingat dia, kalau anak kecil ngomong itu selalu jujur.
"AHAHA kamu juga ganteng banget."
"Iya mah, aku kan mirip papah."
"I-iya sih bener..." Gimana ya... Kinara sadar kok kalau Jevano tuh ganteng, pake banget, bahkan sampai masuk jajaran murid most wanted di sekolah.
Kinara terus memandangi foto itu, ingatannya berputar dimana kala foto itu di ambil. Kinar ingat dulu Jevano menarik tangannya cepat hingga es krim yang ada di genggaman nya jatuh "Kinar ayo cepet, itu udah mau di foto sama mami ku,"
"Yah kan es krim nya jatoh! Kamu sih narik-narik tangan aku!"
"Y-ya maaf..." Lelaki itu menggaruk kepalanya. "yaudah ayo foto dulu, nanti aku beliin lagi, beli dua deh,"
"Gak mau. Maunya tiga." Mau tak mau saya itu Jevano menuruti permintaan Kinar dengan membeli tiga eskrim dengan berbagai varian rasa.
Kinara membuang nafasnya perlahan, seandainya hal itu bisa terjadi lagi di masa sekarang pasti dia akan sangat bahagia. "Gw kangen Jevano yang dulu..."
Lelaki itu memberhentikan motonya cepat di sebuah perkarangan rumah, dengan segera ia mengetuk pintu rumah bercat merah jambu. "Yejira, Jira..." Ujarnya sembari mengetuk pintu rumah itu dengan keras. "Yejira buka!"
Tak mendengar suara sedikit pun akhirnya Jevano mendobrak pintu itu dengan keras. Menelusuri setiap rumah dan mencari gadis itu. "Yejira!" Matanya membesar dikala melihat gadis itu pingsan dengan tangan kanan nya yang sudah tergores pisau dan penuh darah. "Jira! Bangun! Yejira Lo apa-apaansih kaya gini?!"
"J-jev, jangan pergi..." tak mau mendengarkan ocehan Yejira, Jevan lebih memilih mencari sebuah kain dan mengikatnya di tangan gadis itu, untuk menghentikan pendarahan.
"Lo..."
"Please, jangan pernah tinggalin gue..."
Jevano menggedikan alisnya. "Jangan gila Yejira! Gak cuma Lo yang ngerasa tersiksa disini, Lo jangan kaya gini!"
"J-jev... Jangan tinggalin gue," Jevano berdecak kemudian segera membawa gadis itu ke rumah sakit dengan taksi.
Dengan segera ia membawa tubuh Yejira, menuju ke ruangan yang sudah di arahkan beberapa suster disana. "Maaf kamu tunggu disini ya, " dengan perasaan yang menggebu rasa khawatir tak pernah berhenti di benaknya.
Jevano mengusak rambutnya, merasakan rasa pusing dan juga sakit dengan semua yang terjadi. "Lo egois Yejira, itu alasan gua gak suka sama Lo."
Dengan perlahan dan telaten Kinara membantu Jojo untuk mandi, bersyukur dengan rumah pohon ini yang cukup unik baginya, semua tersedia mulai dari toilet, kasur, bangku dan meja, ah mungkin ini bisa disebut rumah pohon kelas atas. "Segarkan kalau udah mandi?"
"Iya mamah, segar banget. Badan Jojo jadi wangi hehehe." Kinara tersenyum mengusak rambut basah Jojo. "Tuhkan, siapa tuh tadi yang gak mau di suruh mandi. " Jojo tertawa menggaris kepalanya yang tak gatal.
Kalau urusan mandiin anak kecil gausah ditanya bisa atau enggak, pasti jawabannya jago banget bagi Kinar. Kinar udah biasa banget mandiin keponakannya, ya walaupun kadang keponakan nya pada ribut banget sih.
"Udah kenyang, udah mandi, udah wangi, udah ganteng. Udah semuanya, Yeay misi selesai. Ayo kita TOS dulu bro,"
Tos
Mereka tertawa bersama, menghabiskan waktu sembari bermain dan menonton film yang ada di laptop milik Kinar. "Mama ini film apa?"
"Ini Drakor namanya, drama dari Korea. Liat deh cowoknya ganteng kan?" Aduh emang Kinara suka memberikan pendidikan yang tidak baik ke anak kecil. Liat saja dia sekarang, anaknya justru di racunin dengan segala drama Korea yang ada di laptopnya.
"Jojo gak suka film nya mamah," Jojo merengek merasa bosan dengan film itu.
"Yaampun, yaudah kamu maunya apa?" Kinara berdecak, gagal deh dia racunin anak kecil dengan oppa oppa koreanya dia.
"Mau power rangers yang mama bilang tadi lho,"
"Owh itu, okay bentar ya aku cari. "
"Mamah..." Kinara menoleh ke anak itu. "iya kenapa?"
"Papah gak kesini mah? Tadi kan papa janji mau datang kesini juga bareng mamah," bisa dilihat jelas mata Jojo sudah berkaca-kaca menanti papah nya untuk datang dari tadi.
"Eh? Ehm... Jangan nangis dulu ya Jo," Kinar mengelus pipi Jojo lembut. "Mungkin papah kamu lagi ada urusan, jadi dia gak bisa datang kesini."
"Tapi mah ... Jojo mau bareng-bareng kalian terus ..." Anak itu mulai meneteskan air matanya.
"jangan nangis ya Jo, Jojo kan anak yang kuat berani, masa nangis karena papahnya gak dateng. Ayo dong senyum lagi, nanti pasti papah kamu datang, aku yakin."
"Yakin mah?"
"Ehm-enggak sih sebenarnya," ujarnya pelan. "Iya, nanti aku chat dia ya, sekarang kita nonton power rangers dulu. Ayo jagoan gak boleh nangis."
Jojo segera menghapus air matanya, kembali tersenyum "iya mah, ayo kita nonton!"
"Nah gitu dong, kan tambah ganteng."
"Mama juga tambah cantik."
"Ah bisa aja aku jadi maloe,"
Nono tetangga sebelah
Today 09.20pm
[No? Lo dimana?]
[Jojo cariin Lo]
[Lo gak Dateng?]
Jojo
Jevano
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co