8
Guys, jangan lupa follow ya( .◜‿◝ )
Biar bisa dapat info kalau ada cerita atau chapter baru yang dipublish\(^o^)/
Happy reading!
Layaknya sidang yang meneganggkan kini mereka saling duduk berhadapan, semuanya merasa gugup, seakan terasa begitu dingin. "Jadi gimana nih? Lo mau jelasin gimana? Setau gua Lo sama Kinara gak punya adek, saudara yang masih kecil juga gaada."
"Emm... Anu... Kal, ini anak tetangga, iya anak tetangga." Ucap Kinara.
"Tetangga mana? Nar Lo kalau mau boong pinteran dikit, ini masalahnya rumah kita samping-sampingan bego, rumah kita bertiga deketan, setau gua di komplek gaada yang punya anak kecil seumuran Jojo." Ujar Haekal.
"Kal, tapi kalau gue ceritain Lo belum tentu percaya, ini masalahnya kurang masuk akal, tapi emang nyata adanya." Balas Kinara.
Haekal terdiam sejenak, menyilangkan tangannya di dada. "cepet ceritain, tenang otak gua udah di setting memahami hal-hal konyol di dunia, walaupun gak masuk akal tapi gua percaya. Jujur Lo berdua, ini anak beneran punya Lo berdua kan?"
"Ck. Iya Jojo anak gua sama Kinar." Haekal yang lagi minum esteh tiba-tiba tersedak. "Buset. Jojo udah Segede ini, Lo hamilin Kinar pas umur berapa anjing?!"
Sudahlah rasanya Jevano mau resign dari dunia. "Lo diem ya, jangan kaget kalau gue kasih tau." Kinar membuka suaranya.
"Emang apaansih anjing. Bikin penasaran aja."
"Jojo datang dari masa depan."
Uhuk uhuk
"Anjing. masa depan?!"
Sepanjang perjalanan hanya diisi dengan cerita bahagia Jojo tentang teman barunya Cika. Semua cerita terdengar begitu lucu di kuping Kinara dan juga Jevano. "Papa, mama, Cika itu baik, tadi dia juga kasih pinjam aku beberapa mainan nya, dia ngajarin aku cara main nya, mainan itu nampak asing, aku bahkan gak pernah liat saat dimasa depan."
"Jojo bahagia banget ya ketemu teman baru?" Tanya Kinara. "Iya mama, Jojo gak pernah punya teman, Cika teman pertama Jojo." Sebentar, senyum Kinara yang tadi merekah kini malah berubah jadi wajah sedih.
"Jojo gak punya teman?" Tanya Kinara kebingungan. "Ehm... Enggak mah, maksud Jojo..."
"Kenapa Jojo gak punya teman?" kini Jevano yang bertanya. "Ehm... Enggak pah mah," anak itu justru menundukkan kepalanya, "Jojo gak perlu takut untuk cerita, nanti kalau udah siap langsung cerita ke kita ya Jo? Mama gak galak, jadi Jojo gak perlu takut." Suara Kinar dari boncengan belakang.
"Iya mama... Jojo akan cerita, tapi nanti ya... Jojo janji."
Suara dering telepon berhasil membuat Jevano memberhentikan motornya dibahu jalan. "Kenapa Jev? Kok berhenti?"
"Sebentar." Jevano menjawab panggilan tersebut, menunggu suara datang dari sebrang sana. "Bentar gua kesana, " hanya kalimat itu yang terdengar jelas dikuping Kinara.
"Nar, Lo pulang naik taksi aja ya?" Tanya lelaki itu merogoh dompet nya. "nih pake duit gua buat bayar taksi,"
Kinara membelalakan matanya "Lo mau kemana?"
"Ada urusan penting, nanti kerumah pohon duluan aja,"
"Lo balik jam berapa?" Jevano menggelengkan kepalanya "belum pasti, tapi gua usahain secepatnya. Kalau ada yang mau dititip chat gua aja Nar. "
"Iya," Kinara menggandeng tangan Jojo, "Jev..." yang dipanggil menoleh ke sumber suara.
"Kenapa?"
"Tadi Yejira yang telpon Lo?" Jevano terdiam, entah kenapa untuk menjawab pertanyaan Kinara membuatnya sedikit ragu. "Iya Yejira."
Kinara mengangguk paham "Owh, pantes." Jevano kembali menyalakan motornya, menoleh kearah Jojo sejenak. "Jojo pulang sama Mama dulu ya? Nanti Papa nyusul."
Jojo malah menggelengkan kepalanya, ia tak rela jika ditinggal seperti ini. "Jojo mau pulang bareng papa dan mama. Papa emangnya mau kemana? Papa jahat tinggalin Jojo sama mama dijalan." Rasanya Kinara mau tersenyum, dia setuju dengan ucapan Jojo. 'bagus Jo, lanjutkan bakatmu nak.'
"Jo, Papa ada urusan penting, nanti papa langsung balik janji, kamu mau apa nanti papa beliin."
"Gak mau." Kinara bergerak menyamakan tinggi tubuhnya dengan Jojo, mengelus kedua pipi bocah kecil itu. "Jojo...udah ya gapapa? Kan ada mama, kita bisa pulang bareng naik taksi. Jojo di masa depan udah pernah naik taksi belum?"
Bocah kecil itu mulai tergiur akan ajakan Kinara. "Belum mah, hmm taksi itu apa ya? Setau Jojo tranportasi di masa depan hanya ada flying car dan flying motorcycle yang bentuknya mirip seperti motor punya papa. "
"Woah, keren banget ya masa depan. Nah sekarang saat nya mama kenali Jojo dengan berbagai keindahan ditahun ini ya? Nanti kita bisa saling cerita-cerita, kita berdua aja, papa gak boleh ikut." Bisik Kinar dikuping Jojo.
Dia tersenyum mengangguk. "setuju mama! Kalau begitu papa pergi aja sana, papa boleh pergi kemana pun, terserah papa. Babay Papa Jojo mau pulang bareng Mama."
"Lo racunin apa anak gua Nar?"
"Dih kok gue, udah sana pergi aja Lo. Pacar Lo pasti udah nungguin."
"Ck. Yaudah, kalian hati-hati."
"Hm."
Lelaki itu menghentikan motor nya di depan rumah yang sering ia kunjungi. Ah lebih tepatnya terpaksa untuk dikunjungi. Dia menyalakan bel, menunggu sang tuan rumah membuka pintu. "Jevano, akhirnya kamu datang juga, ayo sini masuk." Suara wanita paruh baya nampak terdengar ceria.
"Iya Tante..."
"Kamu udah makan siang belum Jev? Tadi Tante masak banyak, kamu kalau mau makan langsung ambil aja ya, gak usah sungkan." Jevano mengangguk sopan.
"Iya tan, maaf tapi Jevano mau buru-buru, Yejira nya dimana ya Tan?"
"Ada di kamar, dia masih kaya kemarin Jev..." Lelaki itu mengangguk paham dengan kondisi sang gadis, sebelum langkahnya pergi ke kemar Yejira, dia meminta izin lebih dulu kepada wanita paruh baya itu. "Iya gapapa, kamu langsung ke kamar nya aja."
Langkah besarnya berjalan menaikki tangga, menuju lantai atas tempat dimana Yejira berada.
Tok tok tok
"Ra? Buka..." Yang merasa terpanggil akhirnya membuka pintu tersebut. "Jevano?" Dengan cepat dia memeluk tubuh Jevano, senyumnya terukir sangat ceria dipelukan Jevano.
"Ra... Jangan kaya gini," gumam Jevano melepaskan pelukan diantara mereka berdua. "Tangan Lo gimana? Udah sembuh?"
"Dikit lagi sembuh kok Jev," Jevano mengangguk. "Udah minum obat?"
Yejira menggeleng, menutup mulutnya. "Aku gak sakit, kenapa harus minum obat." Untuk yang kesekian kalinya, Jevano mengaku lelah menghadapi sikap Yejira.
"Ra... Itu obat Lo penting,"
"Aku gak sakit Jevano!" Lelaki itu berdecak, Yejira memang sellau seperti ini, "Ra. Jangan keras kepala,"
"Kamu kenapa sih Jevano? Kok kamu jadi berubah kaya gini? Pasti semua ini gara-gara si Kinara teman kamu yang gak jelas itu kan? Dia yang ngerusak hubungan kita, aku benci Kinara!"
Jevano menaikkan alisnya kebingungan. "Kok jadi bawa-bawa Kinar? Hey, Kinara cuma temen gua, Lo juga temen gua, kita bahkan gak punya hubungan yang terikat lebih dari seorang teman. " Ujarnya berushaa menyadarkan Yejira.
"Ha? Kamu bilang kaya gitu? Kamu tau kan Jev, aku cinta sama kamu! Aku sayang banget sama kamu! Aku gak mau kita cuma sebatas teman. Dulu kamu bilang kamu gak akan pernah ninggalin aku, itu artinya kamu akan selalu sama aku kan? Kamu juga cinta sama aku kan Jev? Kamu sayang sama aku kan?"
Jevano melangkah mundur, menjauhkan dirinya dari Yejira. "Gua sayang sama Lo sebagai teman, gak lebih. Gua bilang kaya gitu bukan berarti gua cinta sama Lo, gua cuma mau bilang kalau Lo gak sendirian. Gua gak pernah tinggalin Lo,"
"Enggak Jev! Kamu itu milik aku! Aku sayang kamu! Aku cinta sama kamu! Aku mau sama kamu untuk selamanya!"
Prang
Sebuah guci berhasil hancur tak terbentuk, "Yejira!"
"Aku mau mati aja Jev! Aku mau mati kalau kamu gak cinta sama aku!" Teriaknya beserta tangisan kencang. "Kamu cuma milik aku!"
"Ra... tapi... Cinta itu gak bisa dipaksakan."
"Aku cuma mau kamu cinta aku Jev, memangnya sesusah itu? Aku kurang apa Jev? Atau... Kamu bisa bilang apa aja kekurangan aku, aku akan menyesuaikan diri aku sesuai keinginan kamu," Yejira menggenggam tangan lelaki itu.
"Yejira... Lo jangan kaya gini, Lo salah. Gua selama ini ada untuk Lo ya karena gua mau jadi teman yang baik, gua mau bantu Lo disaat-saat susah Lo. Gua ..."
"Jev... Aku sayang banget sama kamu... Aku secinta itu sama kamu, Jev jangan tinggalin aku, a-aku akan lakuin apa aja biar kamu cinta sama aku Jev." Jevano melepaskan tautan tangan mereka.
"Enggak. Gua gak cinta sama Lo, kita teman, kita sahabat, gak lebih."
"Tapi kenapa selama ini kamu selalu ada disamping aku?! Kamu yang bantu aku dimasa sulit, kamu yang selalu buat aku bahagia."
"Balik lagi seperti yang gua bilang tadi. Gua lakuin itu karena kita sahabat."
"Enggak! Kamu cinta sama aku kan Jev? Jev ayo jujur aja, aku tau kamu cinta sama aku." Yejira mengenggam erat kedua bahu Jevano.
"Gua gak cinta sama Lo,"
"Terus siapa yang kamu cintai?! Jawab aku Jev! Aku tau kamu bohong, aku tau kamu lakuin ini untuk nutupin rasa cinta kamu ke aku kan?"
"Kinara."
"Gua cinta sama Kinara."
-My future Son-
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co