Truyen3h.Co

Our Destiny || BXB [𝐒𝐥𝐨𝐰 𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞]

7. Muncul

meyyta_

{Main character switch detected→ShengLele? LeleSheng?}

Ketika empat orang beda umur itu sampai ke depan gedung yang terbakar, terlihat sudah ada truk pemadam yang memadamkan api.

"Paman, bagaimana dengan Ayah?" tanya Huasheng khawatir, menatap Gaotu.

"Tim penyelamat pasti sedang melakukan evakuasi, tak perlu khawatir," jawab Qing menenangkan. Gadis Alpha itu melirik kakaknya yang sepertinya masih sedikit syok.

Huasheng mengangguk pelan, mencoba meredakan kekhawatirannya.

"Lihat, itu Paman Shaoyou!" seru Lele tiba-tiba sambil menunjuk satu arah.

Ketiga orang lainnya serempak menengok ke arah yang ditunjuk Lele.

Shaoyou yang sepertinya pingsan, sedang digendong oleh seseorang.

"Siapa yang menggendong Ayah?" gumam Huasheng. Dia berlari mendekat pada sang Ayah yang jaraknya lumayan jauh.

"Huasheng!" panggil Gaotu panik setelah mengetahui siapa yang menggendong Shaoyou.

Secara reflek, kakinya berlari menyusul Huasheng.

Lele dan Qing saling berpandangan sebentar sebelum akhirnya ikut mengejar.

Kembali ke Huasheng. Kakinya membawanya ke jajaran ambulan berada.

Huasheng celingak-celinguk mencari kemana ayahnya dibawa.

"Ah itu dia," monolognya sambil sedikit mendekat, ia bersembunyi di antara ambulans yang agak jauh dari keberadaan mereka.

Pria itu tampak meletakkan ayahnya di brankar ambulans dengan sangat hati-hati.

"Tuan Sheng.." Pria itu mengelus garis rahang Shaoyou, membuat Huasheng membeku.

Tangan Huasheng terkepal erat, ia hendak menghampiri jika saja tangannya tidak dicekal oleh seseorang.

Anak itu menoleh. "Paman Wenlang.."

Wenlang menggeleng, mengkode agar jangan pergi ke sana.

"Tapi Ayah..?"

Di belakang Wenlang terdengar banyak langkah kaki yang mendekat.

"Peanut, tunggu dulu, jangan hampiru ayahmu sekarang," ucap Gaotu pelan.

Huasheng menukikkan alisnya tak terima, kenapa semuanya melarang untuk menemui ayahnya?

Secara mendadak, atmosfer di sekitar mereka berubah mencekam.

"Jangan hampiri siapa?" Suara dingin itu membuat semua orang yang bersembunyi menegang karena auranya.

Mereka semua menatap orang itu, orang yang tiba-tiba muncul tanpa suara layaknya cahaya.

Satu alisnya sedikit naik karena mengenal beberapa dari mereka. "Oh, Wenlang? Kenapa kau ada di sini? Apa untuk menemui omega-mu?"

Tatapan Wenlang sedikit menajam. "Kau benar, itu salah satunya. Tapi ada hal lain yang membuatku datang ke sini, dan kau pasti juga sedang melakukan hal yang sama. Kita di sini untuk menolong Shaoyou, orang paling menyebalkan ke-dua setelah kau, Huayong."

Dengan raut dingin, Huayong mendengus remeh. "Perhatikan caramu menatap atau aku akan mencongkel matamu."

"Perhatikan cara bicarmu, Paman."

Oh, siapa itu? Suara dengan kesan dingin itu menarik perhatian Huayong.

Huayong melihatnya, dan ternyata hanya bocah lelaki.

Qing yang berada di belakang Lele segera mengusap pelan kedua bahu anak itu agar ia tak kelepasan membuat Enigma itu marah.

"Siapa namamu anak kecil?" Huayong menyeringai, merasa tertarik dengan keberaniannya.

"Gao Lele," jawab Lele.

Karena tak ingin membuang waktu hanya untuk mendengar ini semua, Huasheng berlalu pergi menghampiri Shaoyou.

Ketika sampai di samping brankar tempat ayahnya terbaring, Huasheng memandang sendu.

Tangannya hendak meraih tangan sang Ayah. Namun sebelum itu terjadi, tubuhnya terhempas begitu saja ke belakang, menatap salah satu ambulans dengan keras.

Anak itu terbatuk beberapa kali karena merasa susah bernapas. Tangan kanannya kini memegang dadanya yang terasa nyeri.

Bagaikan bayangan, orang yang tadi menghempaskannya kini sudah ada di hadapannya.

Huayong mencengkram dagu Huasheng, memaksanya untuk mendongak.

"Beraninya kau menyentuh Tuan Sheng?"

Huasheng menatapnya nyalang. Tanpa takut, ia meludah ke samping lalu kembali menatap Huayong seakan menantang.

Huayong terpancing, ada kemarahan yang muncul di balik topeng datarnya. Tangannya kini turun ke leher anak itu, mencekikknya, dan mengangkatnya ke udara.

Di belakang, orang-orang sekitar mulai berteriak histeris tanpa ada yang mau menolong.

Huasheng kesulitan bernapas, kedua tangannya mencengkram tangan Huayong yang ada di lehernya, berusaha lepas dari cekikannya.

"HUAYONG, LEPASKAN ANAK ITU ATAU KAU AKAN MEMBUNUHNYA!" teriak Wenlang dari kejauhan, karena Huayong mengeluarkan feromon membunuhnya.

Wenlang mengeluarkan feromon penenang untuk Gaotu walaupun dirinya sendiri sudah kesulitan bernapas.

Lele? Anak itu berada di dekapan Qing yang berusaha menahannya agar tidak mendekat ke adegan pencekikan itu berada.

"Kau harusnya menjaga sikapmu, anak kecil," ucap Huayong penuh penekanan.

Cengkraman Huasheng di tangan Huayong melemah begitu pula dengan kesadarannya.

Hingga tiba dimana sebuah suara membuat cekikannya mengendur.

"Huayong.."

Suara lemah itu terdengar di telinga Huayong. Suara yang sudah sangat lama tak ia dengar.

Dengan senyum lebar, dia berbalik dan menghampiri Shaoyou yang berjalan tertatih ke arahnya, melepaskan cekikannya pada Huasheng hingga anak itu jatuh kasar ke tanah.

Lele yang melihat itu segera berlari menghampiri Huasheng yang sudah tak sadarkan diri.

-TBC-

Silahkan tinggalkan jejakk

Aku mengganti covernyaaa

Mau bilang makasih buat yang udah baca~!

Makasih yang udah votee~!

Makasih yang udah kasih support dan komentar~! Suka banget baca komen-komen sama support kalian (´˘')♡
Maaf kalau ada yang komennya ndak terbalas.. Mungkin aku balasnya dalam hati, jadi ga keketik ^o^

Intinyaaa LOPYUU BUAT KALIAN SEMUAA ^3^

𖥸
Our Destiny

.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co