Truyen3h.Co

Spring Blooming #1

11. Baking

authoriya

"Kim Myungsoo, apa yang kaulakukan disini?" Tanya Suzy. Tangan kanannya bergerak membuka daun pintu itu lebar-lebar.

Tubuhnya masih bergeming kala Myungsoo melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah meskipun si tuan rumah belum mempersilahkannya untuk masuk.

"Kau tidak masuk?" Myungsoo menolehkan kepalanya menatap Suzy yang masih berdiri ditempatnya semula. Sedangkan laki-laki itu sudah duduk di sofa leter L dengan kedua tangan lurus dengan bahunya.

Suzy menoleh, menggerakkan ujung sudut bibirnya naik keatas dengan keheranan. Bukankah seharusnya dia yang berbicara seperti itu, ya?

"Kau main asal masuk saja padahal ini rumah orang lain." Ia mendesis. Kemudian menutup pintu utama dan berjalan mendekat ke laki-laki itu.

"Kau bukan orang lain untukku." Ucap Myungsoo dengan santai. Menggunakan satu tangannya, Myungsoo menarik Suzy hingga terjatuh duduk tepat di sebelahnya. "Ibumu bekerja di firma hukum milik keluargaku."

"Tetap saja itu tidak sopan." Suzy menghela napas, "Kau harus tahu beberapa aturan dalam hidup ini, Myungsoo." Lanjutnya.

Suzy tidak menyadari kalau satu tangannya masih berada digenggaman Myungsoo sampai saat Myungsoo menarik Suzy mendekat hingga memupuskan jarak diantara mereka. Gadis itu meneguk saliva nya dengan kering. Sekering otaknya memikirkan balasan dari ucapan Myungsoo padanya.

"Kau bisa melanggar beberapa aturan dalam hidup ini, Suzy." Kata Myungsoo.

Suzy berdeham, "W-what do you mean?"

Sepasang manik mata hitam milik Myungsoo mengunci manik mata coklat milik gadis didepannya. Alih-alih menjawab pertanyaan Suzy kepadanya, Myungsoo malah memberi Suzy sebuah pertanyaan yang jawabannya tentu saja sudah diketahui semua orang dengan jelas.

"Kau menyukai Ellen?"

Suzy mengangguk tanpa berfikir, "Tentu saja, kau aneh sekali." Suzy mendengus, "Aku akan menuruti apapun keinginan Ellen selagi aku bisa. Ellen adalah kakakku dan sebagai adiknya aku harus menghormatinya. Kenapa kau bertanya?" Kening Suzy berkerut saat fokusnya kembali pada si pemilik mata tajam nan hitam pekat itu.

"Karena aku menyukaimu."

"Kau menyukai Ellen." Ralat Suzy.

Tentu saja, bagaimana Myungsoo bisa lupa kalau dia itu deeply in love with Ellen? Bagaimana juga Myungsoo--

"Aku menyukaimu. Bukan Ellen." Manik mata hitam Myungsoo turut membenarkan apa yang laki-laki itu katakan. Membuat Suzy menggigit bibirnya,

"Aku--"

"Kau tidak bisa menyukaiku karena Ellen membenciku. Begitu kan?" Myungsoo menyela.  Kesepuluh jemari Myungsoo terulur dan berada disisi wajah Suzy, lalu kembali bersuara, "Kau tidak harus menekan perasaanmu demi Ellen, Suzy. Ini yang kukatakan soal melanggar aturan itu."

"A-aku tidak menyukaimu." Suzy mendesah. Ditatap sebegitu dekatnya oleh laki-laki setampan Myungsoo membuat keadaan jantungnya tidak membaik. Dan, keningnya mengernyit saat melihat Myungsoo tersenyum miring. Suzy menambahkan, "Aku serius."

"Benarkah?"

Suzy mengangguk.

Ada jeda sebelum Myungsoo kembali berkata, "Ayo kita buktikan apa kau benar-benar tidak menyukaiku."

Satu kata yang membuat Suzy lagi-lagi bingung. Laki-laki ini, selalu saja berkata dengan kata-kata yang membuatnya berfikir lebih agar memahami maksud-maksud tersiratnya. Baru saja ia hendak merespon kata-kata Myungsoo, bibir laki-laki itu kembali membungkam nya.

Suzy membelalakan kedua matanya sebentar, sebelum akhirnya menutup rapat kedua mata itu. Melihat itu, Myungsoo menyeringai dalam hatinya. Dengan gerakan pasti, Myungsoo lalu melumat bibir Suzy secara bergantian. Penuh-penuh. Sementara Suzy, gadis itu tidak tahu apa yang harus dilakukannya karena pengalaman berciumannya begitu minim. Mengikuti arahan hatinya, Suzy mulai mengikuti gerakan bibir Myungsoo kepadanya. Dengan ragu-ragu namun hal itu justru membuat Myungsoo mengerang senang.

Ciuman itu berhenti saat pasokan udara diantara mereka habis. Myungsoo memberi jarak hingga mereka bisa menghirup napas sedalam-dalamnya.

Bibir Suzy memerah karena ulahnya. Wajah Suzy juga memerah karena ulahnya. Dan itu ntah kenapa semakin membuat Myungsoo merasa senang.

"Kau masih mengelak dan mengatakan kalau kau tidak menyukaiku, hm?" Tanya Myungsoo dengan suara kemenangan.

Suzy berdeham dengan wajah memerahnya. Melepaskan kedua tangan Myungsoo yang berada di kulit pipinya--yang tiba-tiba terasa panas. Suzy berdiri.

"Kau bisa disini atau kedapur bersamaku." Kata Suzy tanpa menatap Myungsoo.

Myungsoo mengangkat alisnya, "Melanjutkan apa yang kita lakukan tadi, di dapur? Hmm, sounds go--"

"No!" Suzy memelototkan matanya. Tanpa mengucapkan kata-kata tambahan, gadis itu segera melesat ke dapurnya.

Myungsoo terkekeh ketika melihat gadis itu hampir terjatuh. Dia tidak tahu kenapa bisa begitu, tapi mungkin itu efek dari ciumannya. Dengan gerakan terkontrol, Myungsoo bangkit dan berjalan kearah dimana gadis itu menghilang.

***

Suzy merasa ingin menarik rambutnya hingga lepas dari kepala. Kesalahannya memang membawa Myungsoo ke dapur dan mengacaukan semuanya.

Yep, like she said, "s-e-m-u-a-n-y-a"

Bahkan, untuk membedakan butter dan margarin saja laki-laki itu tidak tahu. Dan, untuk hal remeh seperti memisahkan putih telur dan kuningnya pun laki-laki itu tidak bisa. Hingga membuat Suzy harus bekerja dua kali. Suzy memasukkan adonannya tadi kedalam oven, sedangkan Myungsoo... Laki-laki itu tentu saja diisolasi olehnya dan kini sedang duduk santai di kursi makan dengan matanya yang tak lepas mengikuti kemana Suzy berjalan.

Suzy menghela napas, memasukkan wadah adonan yang dipakainya tadi ke kitchen sink, lalu berjalan kearah meja makan dan duduk disana. Tepat besebrangan dengan Myungsoo.

"Aku tidak tahu jika wanita marah masih bisa terlihat cantik." Kata Myungsoo saat melihat wajah 'angker' milik Suzy.

Suzy mendengus. Sama sekali tidak terdistraksi oleh ucapan Myungsoo yang terkesan menggodanya itu.

"Kau tidak bisa menyalahkan laki-laki yang tidak bisa membedakan margarin dan butter, Suzy." Myungsoo menggerutu. "Kalau kau bertanya soal gadis kampus mana yang masih perawan dan tidak, aku baru bisa menjawabnya."

Suzy menoleh cepat kearah Myungsoo, "Yya, Mesum!"

"Aku tidak mesum. Aku hanya berkata kepadamu jangan berharap banyak pada laki-laki untuk bisa membantumu membuat kue."

Suzy mengerucutkan bibirnya. "Aku tidak berharap begitu," Ujar Suzy cepat. Kemudian mendesah, "Aku hanya kesal karena kau membuatku bekerja dua kali."

Myungsoo menghela napas, dimundurkannya kursi yang didudukinya kemudian ia berdiri. Kakinya berjalan mendekat kearah Suzy dan duduk kursi kosong disebelahnya.

"Aku minta maaf." Ucapnya kemudian.

Suzy menatap Myungsoo dengan bibir terbuka. Apapun yang dikatakan Ellen tentang laki-laki didepan sama sekali membuatnya tidak pernah berfikir jika kata maaf akan keluar dari mulut seorang Kim Myungsoo.

Melihat gadis itu yang tetap diam dan tidak meresponnya, Myungsoo kembali bertanya, "Kau menerima bunga yang kukirim?"

Dengan suara terkejutnya, Suzy bertanya "Itu darimu?"

Laki-laki didepannya itu mengangguk. Kemudian membawa tangannya berada dipundak si gadis, "Aku minta maaf karena kejadian kemarin yang mungkin membuatmu kaget. Tapi, aku tidak bisa menahannya ketika berada di kolam renang bersama gadis cantik."

"Jadi kau selalu mencium semua gadis cantik di kolam renangmu?" Suzy memicingkan matanya. Seharusnya tidak perlu ditanyakan lagi, karena Myungsoo jelas sudah banyak pengalaman soal mencium wanita. Tapi, membayangkan bahwa bukan hanya dirinya yang pernah dicium olah laki-laki disampingnya ini di dalam kolam renang terang saja membuat emosinya menyulit. And she doesn't know why.

"Kau cemburu?" Myungsoo tersenyum miring.

Menjengkelkan! Batin Suzy.

"Tidak!"

Lagi-lagi, Myungsoo tersenyum miring. Kepada si pemilik pundak yang sedang dipegangnya itu, Myungsoo menatap dengan raut wajah serius. Mengunci manik mata gadis yang membuatnya melakukan hal yang sebelumnya bahkan tidak pernah dilakukannya; memberi bunga. Jemari Myungsoo bergerak mengelap sisi wajah Suzy yang terkena tepung adonan secara pelan tanpa melepaskan tatapannya pada manik mata si gadis.

"Aku tidak pernah mengajak gadis lain berenang bersama."

Kata-kata singkat itu ternyata mampu melepaskan kekesalan Suzy sebelumnya. Suzy menahan senyum, "Aku tidak bertanya."

"Aku hanya memberitahumu."

Suzy memutar bola matanya. Tangannya menyentuh tangan Myungsoo yang berada dipipinya itu agar terlepas, kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. "Bagaimana kau bisa menyukai Ellen?" Suzy mencoba bertanya sambil lalu. Mencoba supaya tidak kentara kalau dia penasaran akan jawaban laki-laki itu. Yeah, meskipun Myungsoo tadi bilang kalau laki-laki itu menyukainya, tapi tetap saja rasanya mustahil. Kecuali jika Myungsoo berniat mengganggunya karena kesamaan wajah diantara Ellen dan dirinya.

Terdengar helaan napas kasar dari samping Suzy, kemudian suara berat terdengar, "Aku tidak menyukai Ellen. Aku menyukaimu."

"Kau mengejar-ngejar Ellen."

Myungsoo membawa Suzy kembali menghadapnya, "Aku salah target."

"Ha?"

Mata tajam Myungsoo menatap lamat-lamat gadis didepannya. Kemudian menghela napas, "Dulu, aku bertemu dengan seorang gadis kecil yang cengeng seumuranku di kolam renang. Dia duduk di kursiku. Menangis. Kutanya kenapa dia menangis, dia menjawab karena kakaknya menukar menu makanan mereka."

Suzy mengernyitkan dahinya. Cerita itu terasa familiar diingatannya.

"Kemudian aku memberikan bekal makananku untuk gadis cengeng itu." Lanjut Myungsoo.

Mata Suzy menyipit sambil mengingat. Dirinya seperti pernah memiliki cerita yang sama dengan apa yang diceritakan Myungsoo barusan. Sepertinya...

Suzy membelalakan matanya menatap Myungsoo tak percaya, "Kau...?"

Myungsoo tersenyum miring, "Butuh waktu lama untukmu mengingatnya, eh?" Kedua manik mata tajam itu menatap Suzy dengan senyuman di dalamnya, "Lama tidak bertemu, Bae Suzy."

Lalu, dengan gerakan cepat Myungsoo mendorong belakang kepala Suzy mendekat kearahnya. Suzy spontan memejamkan kedua matanya saat kedua bibir mereka saling mendekat.

Dan ketika bibir Myungsoo hampir menyentuh milik gadis didepannya, satu suara menginterupsi...

"Oh my f'cking... Kim Myungsoo! What would you do with her?!" Teriak Soojung. Kemudian melangkah lebar kearah Suzy dan juga Myungsoo. Soojung lantas menarik Suzy berdiri dan menjauh dari laki-laki yang hampir mencium gadis itu.

***

To be continued.

Btw, mau nanya dong... Sejauh ini kalian nyambung ga sama cerita-cerita ku? 😂 Truss, apa yg kalian pengen atau harapan kalian dr cerita-ceritaku? Or any ideas for the new fanfic?

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co