Truyen3h.Co

We Got Married || √

1

achetyl

🌻[Sweet Talk]🌻

🌼🌼🌼

"Unnieee jangan menikah lebih duluuuu"

"Kau jahat Sejeong, sungguh sungguh keterlaluan! Bagaimana bisa kau menikah lebih dulu dari unnie-mu ini?!"

"Sial sial sial, kau membuatku iri hati dan dengki, haaahh tapi apapun itu selamat atas kabar pernikahanmu ini"

Gadis yang dibicarakan itu hanya bisa pasrah membiarkan dirinya digoyang-goyangkan tubuhnya oleh rekan segrupnya dan Mina yang bergelendotan manja padanya.

Sementara Hana, sang leader hanya bisa tersenyum lebar mendengar kabar membahagiakan ini. Pandangannya teralihkan pada benda pipih kecil yang juga berada satu kotak dengan surat tersebut

Ah iya! Menghubungi calon suami Sejeong!

"Ah iya Sejeong, apa kau tidak berminat menghubungi calon suamimu?"

🌼🌼🌼

"UWAAAAAAA"

"GWAAAAAAAAH"

"RAAAAAWR"

Eh ga ding, NCT hebohnya ngga se-korak itu, kalo gitu mah udah kayak kebun binatang aja ceritanya.

"UWAAAAAA"

"Kenapa justru kau yang menikah lebih dulu hah hah?! Dasar bedebah sialan"

"Doyoungie-hyung kau membuat hatiku hancur, katanya kau mencintaiku tapi kenapaaaa"

"Oh teganya teganya teganya"

Sementara Doyoung, lelaki berambut biru cerah itu hanya bisa merotasikan bola matanya malas. Membernya ini memang terjadang kelewat kelebihan hebohnya kekurangan otaknya.

Mulai dari Taeyong yang menyumpahinya, Haechan yang menyanyikan lagu-lagu pernikahan, sampai Jungwoo dan Jaehyun yang patah hati(?). Oh entahlah Doyoung juga tidak mau tahu menempe apa yang membuat dua pemuda Jung itu patah hati karnanya.

Sementara itu Doyoung yang tidak memedulikan kehebohan para membernya itu pun megambil sebuah ponsel yang juga satu kotak dengan surat tersebut. Membuka ponsel yang tidak terkunci itu, hanya ada satu aplikasi chat dan satu kontak tanpa nama disana.

"Apa aku harus mulai mencoba menghubungi calon istriku?", tanya Doyoung sambil menunjukkan roomchatnya kepada membernya itu, membuat mereka semakin heboh

"ACIAAA CALON ISTRI AJA UDAH MANGGILANYA"

"Agak nantian aja Doy, kadang cowo itu juga perlu jual mahal, biarkan wanitanya menunggu atau sampai mengirimkan pesan terlebih dahulu"

Sontak Yuta mendapatkan sebuah pukulan telak di belakang kepalanya oleh Johnny, membuat pria negeri sakura itu mengaduh kesakitan

"Heh bocah takoyaki, dimana-mana itu cowo yang mulai duluan, cowo yang berjuang", jelas Johnny dan diangguki setuju oleh member lainnya termasuk Doyoung

"Tapi hyung, kalau misalnya ada cewe yang berani mulai duluan itu sesuatu banget, sisakan!", elak Yuta kukuh

Sementara ketuga cowo tampan itu asik berdebat, mereka tidak tau, bahwa ada kedelapan cewe yang menunggu sebuah pesan masuk dari mereka.

🌼🌼🌼

"Kok ngga ngirim-ngirim pesan sih", keluh Nayoung frustasi, dan diangguki setuju oleh member gugudan yang lainnya

"Apa jangan-jangan harus kita duluan yang ngechat?! Ah ngga dong ya", celetuk Mimi membuat ketujuh member lainnya menggelengkan kepalanya

Mereka masih setia menunggu benda pipih itu menampilkan sebuah notifikasi pesan, hingga akhirnya Sally merasa jengah dan mengambil ponsel tersebut dari tangan Sejeong, mengetikan sebuah pesan disana

"Annyeonghaseyo~^^", begitu bunyinya

"Aku kirim ya?", tanya Sally

"Jangan ih, nanti dikata kitanya yang ngarep! Cewe itu jual mahal!"

"Iya, ayahku juga bilang kalau harusnya cewe itu jadi pihak yang nunggu bukan mulai"

"Ya kan cuma salam aja"

"Tapi kan sama aja mulai"

Sejeong masih diam saja, membiarkan membernya itu berdebat sendiri, ia mengambil kembali ponselnya dari tangan Sally, sambil memeluk boneka panda miliknya dia menunggu sambil menimang-nimang, apakah harus dia duluan yang memulai atau menunggu sedikit lebih lama lagi

"Ah ottoke...", desah Sejeong pasrah sambil menenggelamkan wajahnya ke boneka panda tersebut

Nayoung, yang paling dekat dengannya itu hanya bisa menepuk pundak sahabatnya itu, memberikan sedikit dukungan

Haebin pun mengambil ponsel tersebut dan disaat dia menbuka roomchatnya disaat yang bersamaan itu pula sebuah pesan dari benua nan jauh disana masuk.

Bojour~^^

Apa kabar? Aku harap kau baik-baik saja di Korea, dan semoga kita bisa lebih dekat lagi^^

🌼🌼🌼

"Nah sudah"

Johnny pun kembali menyerahkan ponsel tersebut kepada Doyoung, untuk masalah memulai start lebih baik serahkan urusan tersebut pada pria flamboyan seperti dirinya.

"Uhm, ok thanks?", mungkin hanya itu yang bisa Doyoung ucapkan

"No no no need you dont need to thanks me", jelas Johnny

Jika sudah di animasikan mungkin hidung Johnny sudah memanjang dengan sendirinya karna kenarsisan dan kepercayaan dirinya itu

"Ah hyung, sepertinya dia sudah menunggu pesanmu dari tadi, lihat bahkan pesanmu barusan sudah di read olehnya", ucap Mark

Doyoung mengangguk setuju atas ucapan pria kelahiran akhir 90an itu, benarkah gadisnya itu sudah menunggunya sejak tadi?

🌼🌼🌼

"Oh tidaaaaak aku membaca pesannya! Aaaa nanti kalau dikira ngarep gimana dong", ucap Haebin panik sambil mengigiti kukunya gugup

Dengan segera Sejeong mengambil kembali ponselnya, membaca pesan tersebut dan menolehkan kepalanya kearah membernya yang duduk mengelilinya.

"Aku harus menjawab apa?", tanya Sejeong frustasi, jujur saja dia jarang sekali kontakan dengan lawan jenis selain membahas maslaah kerjaan dan ini sungguh membuatnya canggung

Ah, kenapa sih pipel pipel jaman jigeum ini, cuma balas chat bingung sama hebohnya kayak apaan aja :(

🌼🌼🌼

Di tengah malam gemerlapnya Eropa, Doyoung sedang asik tiduran bersantai di kamar hotelnya, jam di nakasnya menunjukkan pukul satu dini hari yang kemungkinan di Korea masih siang.

Dirinya tertawa kecil membaca ulang chatnya dengan gadis yang tidak tau namanya siapa tapi kelak akan menjadi istri virtualnya itu. Oh astaga Kim Doyoung, kenapa kau seperti remaja tanggung yang sedang jatuh cinta saja?

Ah, satu balasan pesan tiba-tiba masuk pada ponselnya.

Ah disana sudah jam berapa? Apa kau tidak tidur? Jadwalmu pasti padat kau harus beristirahat :(

Doyoung mengetikan sebuah pesan balasan untuk gadis itu, setelah mengirimkan pesan tersebut dia membuka ponsel aslinya dan berselancar di dunia maya disela kegiatan menunggunya

🌼🌼🌼

Sejeong sekarang sudah seorang diri di kamarnya, daritadi dirinya tidak bisa diam untuk tidak berguling-gilang dan tersenyum sendiri diantara boneka pandanya, astaga Sejeong sudah seperti orang gila sekarang

Ah, satu buah pesan telah masuk! Dengan segera jemari lentiknya membuka pemberitahuan pesan tersebut

Sekarang sudah jam satu malam, di Korea pasti masih siang kan?

Tidak apa aku untuk dua hari kedepan sebelum penerbangan kembali ke Korea mendapatkan waktu kosong, jadi tidak perlu khawatir^^

Sejeong sedikit merasa bersalah pada lelaki itu, dia harusnya beristirahat tapi Sejeong justru membuatnya terjaga. Sebenarnya dirinya sedikit tidak rela untuk mengakhiri obrolan mereka ini tapi lelaki itu harus istirahat

Astaga, jahatnya aku :(
Tidurlah, aku merasa tidak enak jika menganggumu terus :(
Jaljayo, mimpi indah~^^

Balasnya, tak la berselang sebuah pesan baru masuk ke ponselnya itu

Arraseo arraseo, baiklah jika kau menyuruhmu tidur aku akan tidur sekarang~^^

Nanti sore aku akan menghubungimu lagi^^

🐰

"Ah, dia mengirimkan foto"

Jemari lentik Sejeong bergerak untuk memencet foto yang dikirimkannlelaki tersebut, sebuah foto tangan yang mana ibu jari dan telunjuknya ia bentuk menyerupainhati kecil dengan pemandangan langit malam gemerlap Eropa.

Gadis itu tersenyum kecil dan menyimpan foto tersebut, mengirimkannya ke ponsel aslinya dan menjadikannya wallpaper di kedua ponselnya

"Oke bailah"

Ia membaringkan dirinya, membuat pola hati yang sama dan memfoto dirinya sendiri tapi tidak memperlihatkan wajahnya, hanya rambut dan juga jarinya, membalas kiriman foto tersebut

Aduh kalian berdua ini, seperti anak remaja yang lagi PDKT aja :(

🌼🌼🌼

"Jadi aku sekarang ada di salah satu mall di Seoul"
"Aku harus membeli apa?"
"Ah ottoke..."
"Dia tidak membalasnya"

-Episode 2 : For Him-

🌼🌼🌼

Pojok Sampah :

Hayo, siapa dulu yang baru chat sama gebetan heboh dan saltingnya kayak Sejeong Doyoung, dan temen-temennya malah kayak tai semua :(

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co