13
🌻[Let's Get Closer]🌻
🌼🌼🌼
Doyoung dan Sejeong menghabiskan waktu mereka setelah makan siang dengan bermain dan karoke bersama di ruang tengah. Mereka tidak ada kerjaan atau rencana pergi untuk hari ini.
"Kamu tau Doyoung-ah"
Doyoung berdeham singkat sebagai jawaban, dirinya tidak mau repot-repot mengalihkan pandangannya kepada istrinya yang sekarang sudah duduk menghadapnya
Lelaki itu masih fokus dengan channel televisi dihadapannya, dengan sebelah tangan yang merangkul pundak gadis itu. Sejeong cemberut karna merasa tidak di perhatikan
"Dengarkan aku", rengek Sejeong, reflek Doyoung mengelus bahu gadis itu tanda dia mendengarkan
"Kamu tau aku kira setelah menikah itu banyak hal yang berubah", lanjut gadis itu dengan pandangan seolah menerawang sesuatu
"Lalu? Menurutmu bagaimana?"
"Entahlah, karna kita baru saja menikah, tapi menurutku tidak banyak yang berubah hanya saja kau memiliki seseorang sebagai tempat pulang dan sandaranmu. Dimana kau mulai belajar untuk memahami dirimu sendiri karna katanya pasanganmu adalah cerminan dirimu", jelas gadis itu
"Kalau menurutmu sendiri gimana Doyoung-ah"
Doyoung terlihat berpikir sejenak dengan pertanyaan Sejeong barusan, menikah ya? Sejujurnya Doyoung sendiri tidak mengerti gambaran mengenai bagaimana pernikahan itu. Dia hanya berpikir bahwa nanti akan dia lalui.
"Kalau menurutku pernikahan itu saat dimana menyatukan dua hal berbeda, mulai dari pikiran, gagasan, ego, perasaan, semuanya. Belajar untuk menerima dan saling mendukung satu sama lain, dan aku harap kita bisa jadi pasangan yang seperti itu"
Doyoung menghentikan kalimatnya dan menoleh karah Sejeong, dia menyelami manik kecokelatan milik gadis itu
"Aku harap, aku, kamu, kita kedepannya bisa saling memahami satu sama lain, menerima semua kekurangan dan kelebihan, bisa saling menguatkan", ucapnya sambil merapikan anak rambut gadis itu
Entah kenapa Sejeong tidak bisa menjawab apa-apa, dirinya sudah larut tenggelam pada kedua manik hitam milik lelaki di hadapannya itu.
"Semoga kita bisa lebih dekat lagi kedepannya"
🌼🌼🌼
Sejeong sedang asik melakukan treatment di depan meja riasnya, dia baru saja membersihkan wajahnya dan mengenakan masker. Sementara itu Doyoung berada dalam kamar mandi, katanya sedang membersihkan muka dan menggosok gigi
"Ah kau sudah selesai?"
Doyoung yang baru saja keluar dari kamar mandi itu pun menganggukkan wajah sambil mengusap wajahnya dengan handuk yang ia sampirkan di lehernya
Ia duduk di tepian ranjang sambil mengamati Sejeong yang sedang memberikan sesuatu pada wajah dan bibirnya.
"Nah selesai", ucap gadis itu riang lalu mendudukkan dirinya tepat di sebelah Doyoung
"Perawatan wajah?", tanya Doyoung dan gadis itu mengangguk mantap
"Tidak, aku hanya maskeran dan memberikan pelembab pada wajah dan juga bibirku soalnya wajahku cenderung kering jadinya ketika aku bangun wajahku terasa tertarik", jelas Sejeong
"Kau tidak melakukan perawatan?", tanya gadis itu dan Doyoung menggeleng sebagai jawaban
"Biasanya aku hanya membersihkan wajahku dan mencuci muka, aku sedikit takut jika mencoba produk perawatan wajah. Kulitku gampang merah-merah dan berjerawat"
"Paling tidak gunakanlah pelembab atau serum sebelum tidur agar wajahmu selalu segar dan tidak kering"
"Aku biasanya menggunakan aloe vera milik Nature Republic soalnya bisa dibuat seluruh tubuh dan alkoholnya tidak terlalu keras, kau mau mencobanya?"
Sejeong jelas mengiyakan tawaran Doyoung tersebut, dengan segera lelaki itu bangkit dari duduknya dan kembali ke kamar mandi untuk mengambil aloe vera-nya, Sejeong menunggu dengan tidak sabar
"Daripada perawatan wajah aku lebih pada perawatan kulit sih agar tidak kasar dan pecah-pecah", jelas Doyoung sambil mengoleskan gel tersebut pada tangan Sejeong
"Doyoung-ah, ini dingin!"
"Tapi rasanya enak kan dikulit?", dan Sejeong pun mengangguk sebagai jawaban
Dia memegang kulit tangan dan kakinya yang baru saja diberi gel lidah buaya oleh Doyoung, rasanya kulitnya lebih kencang dan licin.
"Nah sekarang gantian aku yang ngasih kamu pelembab bibir"
"Hah ngapain?"
"Ish! Bibir kamu tuh kering banget sampai pecah-pecah gitu, aku juga sering liat kamu ngelupasin bibir kamu kadang sampai berdarah merah-merah"
Gadis itu bangkit dari posisinya, mengambil limbalm miliknya dan mengoleskannya pada bibir kering Doyoung, yang merah-merah karna iritasi dari lukanya.
"Duh ini parah banget lo sumpa"
Doyoung hanya diam saja dengan bibir yang terbuka sementara istrinya itu mengoleskan pelembab bibir, rasanya aneh seolah habis makan makanan yang berminyak dan minyaknya tersisa di bibir
Gadis itu meletakkan kembali lip balm tersebut di meja riasnya, mengambil duduk tepat di sebwlah Doyoung.
"Udah? Tidur yuk, lampunya di matiin apa dinyalain?", tanya Doyoung sambil membawa diri mereka tidur diatas ranjang yang cukup untuk dua orang itu
"Uhm... Matikan tapi apa tak apa kalau misalnya aku memintamu untuk menyalakan lampu tidurnya?", pinta gadis itu
Doyoung mengangguk paham dan menuruti apa yang diinginkan oleh Sejeong tersebut, mereka saling pandang satu sama lain dengan tangan Doyoung yang mengelus lembut kepala Sejeong
"Doyoung-ah"
"Hmm"
"Apa kau selalu meminum obat tidur?"
Elusan tangan Doyoung di kepala Sejeong seketika terhenti, ekspresi pria itu seketika berubah dan tidak bisa terbaca, air mukanya begitu kaku namun seketika kembali normal dalam beberapa detik
Doyoung menatap lekat Sejeong dengan seutas senyum misterius, lelaki itu seolah menutupi sesuatu
"Kadang, aku memiliki insomnia akut sehingga aku harus meminum obat tidur biar tidak terjaga", jelas lelaki itu
Sejeong menundukkan kepalanya, mengigiti bibir bawahnha lalu menatap kembali Doyoung
"Bisakah kau menghentikan kebiasaanmu meminum obat tidur... Aku hanya tidak mau kau ketergantungan..."
Mereka terdiam untuk sesaat, sebelum akhirnya Doyoung tersenyum dan merapikan anak rambut Sejeong. Lelaki itu mengiyakan permintaan gadis itu.
"Sejeong-ah"
"Ya?"
"Ceritakan tentang dirimu"
Gadis itu mengerutkan keningnya heran, apa dia sedang di tahap interview "mencari calon istri terbaik bagi Kim Doyoung" sehingga lelaki itu memintanya untuk menceritakan dirinya?
"Apapun itu, aku hanya ingin mengenal dan mengetahuimu lebih dalam", tutur lelaki itu
Sejeong terlihat berpikir sebelum akhirnya gadis itu menceritakan tentang latar belakangnya
Dia yang bisa dibilang dibesarkan dari keluarga yang tidak harmonis, dia adalah anak broken home dimana ibunya lah yang membiayai dirinya dan juga kakaknya
Bagaimana dirinya berjuang mencapai impiannya agar ibunya tidak perlu repot-repot menafkahinya lagi. Sejeong menangis dalam pelukan Doyoung, sementara itu lelaki itu tersenyum sambil terus mendengarkan cerita gadis itu.
"Selama ini aku hanya pura-pura dewasa dan bahagia, aku tidak bisa menunjukkan kesedihanku agar tidak ada yang khawatir tapi di saat yang bersamaan aku juga merasa lelah", ucapnya diakhir dengan helaan nafas lemah
"Kau sudah melakukan yang terbaik Sejeong-ah. Kadang memang ada saatnya kamu merasa lelah tapi ingat kalau selalu ada orang yang menunggumu dan siap menjadi tempatmu bersandar..."
"...menangislah, mungkin saat ini hanya itu solusinya tapi jika kau ada keresahan lagi ingatlah bahwa kau selalu punya aku"
Doyoung membawa gadis itu kedalam pelukannya, Sejeong menangis tanpa suara di dada lelaki itu semebtara Doyoung terus mengelus punggung gadis itu hingga gadis itu tenang dan terlelap
🌼🌼🌼
[Mission Card]
Spesial Stage from Smiley Couple
-Episode 14 : Our Special Stage-
🌼🌼🌼
🌼🌼🌼
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co