Truyen3h.Co

We Got Married || √

18

achetyl

🌻[Home Date]🌻

🌼🌼🌼

"Ah, kakakmu adalah Gongmyung-hyung itu?! Sungguh?! Astaga dunia sangat sempit sekali", oceh Sejeong

Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar mereka, melihat-lihat album foto masa kecil milik mereka, pertama-tama milik Doyoung, jujur saja Sejeong sedikit terkejut mengenai fakta bahwa Doyoung adalah adik dari Gongmyung.

Pasalnya, dirinya pernah shooting bersama aktor senior itu, tidak didangka bukan kalau dunia ini begitu sempit dan semua saling berhubungan, takdir atau hanyalah kebetulan, entahlah Sejeong juga tidak mengerti.

"Aigooo uri Doyoungie was so tiny back then! Kiyowoo", komentar gadis itu sambil menunjuk foto Doyoung yang dipeluk oleh Gongmyung

"Ih kan kamu dari kecil udah keliatan judesnya! Senyum dikit kek!", ucapnya saat melihat foto Doyoung yang mungkin masih berusia 2 tahun itu.

Tidak banyak yang berubah dari suaminya itu, baik dulu maupun sekarang, tetap saja. Sejeong dapat melihat Doyoung kecil di sosok Doyoung yang sekarang, begitu pula sosok Doyoung sekarang di foto masa kecil Doyoung, apalagi tatapan mata lelaki itu dari dulu dan sekarang tidak pernah berubah

Ah Sejeong jadi teringat sesuatu, ia dengan segera mengeluarkan ponselnya, ia sempat mencari-cari foto predebut Doyoung saat dirinya gabut. Gadis itu tersenyum cerah saat menemukan foto itu dari tumpukan foto di galeri ponselnya.

"Lihat", ucapnya riang sambil menunjukkan foto tersebut kepada Doyoung, membuat Doyoung membelalakan matanya terkejut

"Kau dapat darimana foto itu?! Astaga Sejeoong!"

Sejeong hanya terkekeh dan berusaha untuk menghalau Doyoung yang hendak mengambil ponselnya itu, mereka tertawa bersama, sampai akhirnya Sejeong mendapat ide jahil yang terlintas begitu saja.

"Boleh aku meminjam ponselmu?", dan tentu saja Doyoung membolehkannya

Gadis itu merapikan poni Doyoung sambil sesekali melihat foto di ponselnya, tersenyum puas saat melihat kemiripan dandanan Doyoung sekarang dengan foto di ponselnya

"Apa sudah~?", rengek Doyoung.

"Belum! Diam disitu dulu, jangan tersenyum sama sekali saat kau menatap kamera!", ucap gadis itu

Iabmengarahkan ponsel miliknya tepat di depan Doyoung yang menatap datar kearah kamera dan dalam hitungan ketiga bunyi shutter kamera ponsel Doyoung terdengar. Sejeong tersenyum puas.

Even puberty hit him, he doesn't change.

🌼🌼🌼

"Dora!"

"Engga aku bukan dora!"

"Dora!", ucap Doyoung lagi sambil mendorong pelan dahi Sejeong yang tertutupi oleh poni itu, membuat gadis itu sedikit memundurkan tubuhnya dan mendongak.

Jelas saja Doyoung meledeknya dora, karna potongan rambut masa kecilnya sebatas sebahu dengan poni yang menutupi dahi, benar-benar mirip dora.

"Ah liat di foto ini kau sekilas mirip dengan Jeno!", celetuk Doyoung sambil menunjuk salah satu foto

Ah iya benar juga! Sejeong baru menyadarinya saat dia melihat foto itu!

"Ih aku mirip Jeno berarti kamu sayang aku dong!", goda Sejeong sambil sedikit memeluk Doyoung, membuat lelaki itu menatapnya jijik

"Lah kok gitu?"

"Ya kan Jeno member kesayanganmu, aku mirip Jeno berarti aku juga harus jadi kesayanganmu!"

Oke, Sejeong, itu logika darimana ya?

"Ngarep!", ucap Doyoung sambil menyentil dahi gadis itu, membuatnya meringis kecil.

Sejeong cemberut dan kemudian mengigit tangan Doyoung itu, membuat lelaki itu berteriak kesakitan, astaga apa Sejeong sedang PMS?! Kenapa dia buas dan juga random!

"Yaudah sini sini sayangnya Doyoung"

Dengan segera gadis itu menghambur kedalam rangkulan Doyoung saat lelaki itu merentangkan tangannya, ehehe dia hanya lagi ingin bermanja dengan Doyoung, ngga masalah kan?

Doyoung sedikit terpana saat melihat foto buku tahunan gadis itu, jujur saja Sejeong terlihat sangat cantik disana, yah meskipun sekarang Sejeong tetap cantik hanya saja melihat foto yang ini membuatnya merasakan sesuatu yang lain.

"Sejeong-ah"

"Hmm"

"Kamu cantik"

Dan ucapan terus terang Doyoung tersebut sontak membuat kedua pipinya merona hebat, ia menyembunyikan wajahnya di balik dada Doyoung, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu dengan wajah datar seperti itu dan terkesan biasa saja namun efeknya seperti ini pada dirinya?! Tidak adil!

Eleh eleh geulis pisan teh, neng Sejeong

🌼🌼🌼

"Masak yuk, kan habis ini mau makan siang", tawar Doyoung sambil merangkul bahu istrinya menuju dapur

Doyoung dari dulu ingin merasakan rasanya memasak bersama dengan istrinya di dapur, itulah kenapa sekarang dia mengajak Sejeong untuk memasak bersama saat ini.

"Boleh, mau masak apa?"

Doyoung terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya lelaki itu menjentikkan jarinya tepat dihadapan Sejeong

"Nasi Bulgogi sepertinya tidak buruk!", usulnya

🌼🌼🌼

"Sejeong-ah, kemari!"

Sejeong yang sedang mencuci itu pun dengan segera menghampiri Doyoung yang sedang memanggang daging sapi tersebut.

Doyoung meniupkan daging itu sampai dirasa uapnya sudah tidak ada, Sejeong membuka mulutnya kala Doyoung menyuapkannya.

"Bagimana menurutmu?", tanya Doyoung dan Sejeong pun mengacungkan jempolnya sebagai jawaban. Membuat Diyoung mengusak pucuk kepalanya lembut.

Memasak bersama ternyata sangat menyenangkan! Selain karna lebih cepat selesai, dia belajar banyak hal dari Doyoung! Lelaki itu sangat jago dan tidak segan untuk mengajarinya banyak hal baru mengenai urusan di dapur.

"Sejeong-ah? Apa sudah selesai?", tanya Doyoung yang baru saja meletakkan hidangan mereka di meja makan

Sejeong menyuruhnya menunggu sebentar, dia harus mengambilkan nasi untuk mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya bergabung dengan Doyoung untuk menikmati makan siang mereka dengan khidmat

🌼🌼🌼

Hari ini mereka memang memilih untuk tetap di rumah dan tidak kemana-mana, menghabiskan waktu berdua di rumah atau biasa disebut Home Date ternyata tidak buruk.

Bergurau di kamar, melihat album foto, memasak bersama, bermain di ruang tengah, karoke, dan sekarang mereka berencana untuk marathon film. Kurang menyenangkan apa coba?

Iya, kencan tidak perlu mahal, cukup dirimu dengan orang yang kau sayang menghabiskan waktu berdua dan bersenang-senang bersama.

"Mau marathon film apa dulu ini? Serinya Avengers apa Harry Potter? Disney atau Horror?", tawar Doyoung

"Game of Thones? X-Men? Hobbit? Star wars? Narnia? Atau Avatar?"

"Ah, aku sebenarnya lebih ingin Harry Potter lalu lanjut Fantastic Beasts, dan hei sebelum menonton itu aku ada satu film horror yang ingin aku tonton terlebih dahulu!", jawab gadis itu dengan mata berbinar, Doyoung hanya menatao Sejeong dengan raut bingung

"Apa?"

"Hereditary!"

🌼🌼🌼

Dan disinilah sekarang mereka, duduk di ruang tengah, dengan Sejeing yang mengenggam erat tangan Doyoung, mulut gadis itu menganga hebat.

Dirinya tidak habis pikir dengan film horror yang satu ini, dibandingkan memberika rasa takut yang membuat siapapun melihatnya menjerit histeris, film ini justru memberikan sebuah trauma emosional dan rasa takut pada mental bagi para penonton.

Sementara Doyoung hanya melihat film itu dengan wajah datar dengan mata yang terbelalak terkejut, mereka berdua diam saja, tapi dari genggaman mereka itu, mereka dapat merasakan rasa takut satu sama lain.

Terdiam dalam keheningan, merasakan merindibg namun tetap harus fokus pada film tersebut demi satu persatu petunjuk yang ada.

🌼🌼🌼

"Doyoung-ah..."

"Apa?"

"Pas Hereditary selesai langsung gantu Harry Potter ya?"

🌼🌼🌼

Smiley Couple's Photograph!

Jenongnya dah keliatan dari bayi -Doyoung

Curangnya dah keliatan dari bayi -Sejeong

Kumpulan foto dora -Doyoung

Ihiy, ketosku nggantenge -Sejeong

Neng geulis siapa yang punya? Yang punya cuma Doyoung -Doyoung

Hmmm sudah kudugong -Sejeong

🌼🌼🌼

"Seriusan ini liburan ke Jepang?!"
"Mau ke disneyland!!"
"Ih lucuuuk"
"Foto dulu foto duluuu"
"Wingadium Leviosa~~"

-Episode 19 : Let's Go to The Disneyland!-

🌼🌼🌼

🌼🌼🌼

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co