Truyen3h.Co

We Got Married || √

19

achetyl

🌻[Let's Go to Disneyland]🌻

🌼🌼🌼

Karna berhubung sekarang, Doyoung dan Sejeong sedang kosong mereka memutuskan untuk pergi melancong ke negeri sakura. Awalnya Sejeong sedikit terkejut kala Doyoung menawarinya untuk menghabiskan waktu di Jepang, bagaimana tidak, lelaki itu mengatakannya pagi tadi, saat mereka sedang sarapan.

🌼🌼🌼

"HAH?! SERIUSAN LIBURAN KE JEPANG?! KOK DADAKAN BANGET SIH?!", pekik Sejeong saat Doyoung mengajaknya ke Jepang untuk menghabiskan waktu luang mereka

Doyoung sedikit menjauhkan dirinya sambil menutup telinganya, apakah Sejeong harus sepanik itu? Memang apa salahnya jika dia mengajaknya liburan ke Jepang hari ini?

"Astaga Doyoung-ah, kamu bisa kan bilang dari kemarin, aku belum packing atau apa pun astaga kau ini", omel Sejeong sambil sedikit panik

Sementara Doyoung hanya bisa balik menatap Sejeong sambil mengerjapkan matanya berulang kali. Mereka saling tatap dengan raut kebingungan satu sama lain

"Buat apa packing? Kita pulang hari ini juga"

🌼🌼🌼

Dan berakhirlah mereka hari ini di Disneyland Tokyo, Sejeong sedikit terkejut kala Doyoung sudah menyiapkan tiket pesawat mereka. Apa Doyoung sudah menyiapkan semuanya?

"Ayo"

Lamunan Sejeong terbuyar saat Doyoung merangkul pundaknya, mengajaknya masuk kedalam Disneyland.

Meskipun bukan akhir pekan Disneyland tetap saja ramai oleh pengunjung, entah kenapa kekesalan Sejeong terhadap Doyoung seketika meluap tak bersisa, melihat ekspresi lucu gadis itu membuat Doyoung terkekeh kecil dan mengusak surai kecokelatannya.

"Seneng? Udah ngga kesel lagi?", goda Doyoung, Sejeong hanya terkekeh sebagai balasan

"Engga aku masih kesel sama kami tapi makasi ya udah bawa aku ke Disneyland, dari dulu aku pengen banget liburan kesini!"

Doyoung tergelak, membuat Sejeong menggelembungkan kedua pipinya, apanya si yang lucu! Menyebalkan!

"Kau tidak perlu berterima kasih seperti itu, nah Sejeong-ah mau kemana kita sekarang?"

"Bolehkah kita ke Wizarding World of Harry Potter?! Ugh rasanya aku ingin sekali kesana sejak dulu!", pinta Sejeong sambil sedikit merajuk

Dan tentu saja Doyoung membolehkannya, untuk apa melarangnya? Membuat Sejeong memekik senang, sekaligus menghadiahkan sebuah kecupan di pipi lelaki itu, ia pun melepaskan rangkulan Doyoung di bahunya, berlari semangat menuju Harry Potter World

Doyoung yang melihat tingkah semangat Sejeong layaknya anak kecil yang dituruti kemauannya itu hanya bisa terkekeh kecil.

Ia menghela nafas pelan, mungkin ini adalah terakhir kalinya dirinya bisa melihat Sejeong yang begitu ceria seperti itu dan menghabiskan waktu bersama. Dirinya tersenyum sendu

Waktu yang mereka habiskan ternyata cukup singkat sekali ya? Dan sebelum acara ini berakhir paling tidak Doyoung ingin memberikan memori yang paling berkesan untuk gadis itu.

"Sejeong-ah! Memangnya kau tau dimana Harry Potter World-nya?!", teriak Doyoung dari tempatnya berdiri, sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya

Sejeong berhenti dan menolehkan kepalanya sambil tersenyum kikuk, oiya ya, dia tidak tau hehe.

"Kau ini ya dasar! Padahal ada petunjuk arahnya! Makanya jangan berlarian!", omel lelaki itu sambil menunjukkan persimpangan yang tidak diambil oleh Sejeong

Gadis itu pun segera kembali menggandeng tangan Doyoung, menggeret lelaki itu untuk berjalan lebih cepat.

🌼🌼🌼

"Kamu jauh jauh sana hush hush, anak Gryffindor ngga pernah akur sama anak Slytherin!", ucap gadis itu sambil mendorong-dorong tubuh Doyoung

Mereka saat ini sedang asik mengelilingi Harry Potter World dengan jubah sihir mereka, dimana Sejeong menggunakan jubah dan syal merah khas Gryffindor sementara Doyoung dengan syal hijau khas ular Slytherin.

Meskipun mereka tadi memilih jubah secara random pada dasarnya kepribadian mereka begitu cocok dengan jubah yang mereka kenakan, dimana Sejeong yang memiliki kepribadian ceria dan penuh semangat seperti siswa Gryffindor dan kepribadian Doyoung yang cuek, serta terkesan sinis -sarkas- seperti anak-anak Slytherin.

"Doyoung-ah mau kemana?", tanya Sejeong saat lelaki itu berjalan mengambil arah yang berbeda dengannya, Doyoung hanya mengedikkan bahunya cuek

"Lah katanya ga boleh deket-deket"

"Ih gagitu! Aku bercanda tau ah kamu ngga asik!"

Lelaki itu hanya mengedikkan bahunya enteng, membuat Sejeong jengkel dan segera merangkul lengan lelaki itu dengan wajah cemberutnya, Doyoung hanya diam saja, seolah tidak peduli meskipun begitu seulas senyum tak bisa disembunyikan dari wajahnya

Dasar ya Doyoung, suka mencari kesempatan! Modusnya bisa aja bikin Sejeong jengkel!

🌼🌼🌼

"Doyoung-ah"

Doyoung yang sedang mencoba permen beanboozled itu mengerenyitkan wajahnya kecut, astaga sepertinya dia mendapatkan yang rasa kotoran manusia itu.

Sementara itu Sejeong yang sedang memvideo suaminya itu terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Doyoung tersebut

"Waeyo, waeyo?", tanya Sejeong kepada lelaki itu yang terlihat begitu kalap meminum air putih dengan wajah yang masih tertekuk

"Kayaknya aku dapet rasa kotoran telinga deh, ih, hoek", jawab Doyoung kembali meminun air mineralnya, wajahnya sudah tidak sekusut tadi

Sementara Sejeong hanya menatap penasaran kearah lelaki itu? Masa si? Tadi perasaan dia dapet rasa enak, permen kapas gitu. Ia pun iseng-iseng mengambil satu dan ketika baru mengunyahnya sudah ia muntahkan terlebih dahulu

"Waeyo waeyo?", tanya Doyoung sambil menepuk-nepuk bahu gadis itu yang wajahnya tidak jauh berbeda dari Doyoung tadi

"Rasanya kek muntah!"

Setelahnya Doyoung tertawa keras, membuat gadis itu mencubit perut lelaki itu, lagian sih Sejeong pakai acara beli permen khas harry potter gini, ya jelas kena zonk dong. Duh ngga lagi-lagi deh Sejeong beli permen itu lagi!

🌼🌼🌼

"Doyoung-ah! Wingadium Leviosa"

Doyoung yang semula hendak menikmati makan siangnya itu pun menaruh kembali sendok dan garpunya, berdiri seolah-olah terbang karna mantra tersebut, membuat Sejeong terkekeh

Gadis itu menurunkan kembali tongkat sihirnya membuat Doyoung bisa kembali duduk di mejanya dan menikmati makan siangnya

"Kamu seneng?", tanya Doyoung yang pasti dijawab anggukkan semangat oleh gadis itu

"Mari kita bersulang! Terima kasih kepada Doyoung-ah yang sudah mengajakku kesini!"

Sejeong dan Doyoung nengangkat tinggi-tinggi gelas beer mereka, menempelkannya satu sama lain hingga menghasilkan sebuah bunyi dentingan kaca. Mari bersulang untuk hari yang begitu menyenangkan!

🌼🌼🌼

Mereka berdua begitu menikmati "kencan" mereka hari ini, besenda gurau bersama, mengambil foto satu sama lain atau selca, bergandengan tangan, menaiki wahana, dan banyak hal menyenangkan layaknya sepasang kekasih pada umumnya yang mereka lakukan

Waktu pun seolah berjalan dengan begitu cepat, dan tak terasa hari sudah menginjakinsore hari kala lembayung senja mulai menghiasi langit musim panas Jepang

Saat ini mereka sedang menikmati pemandangan sore hari disneyland dari atas bianglala, melihat beragam kastil khas disneyland atau orang-orang yang tampak begitu kecil dibawah sana.

Tidak ada yang berniat untuk memecah keheningan, mereka berdua sibuk menikmati indahnya pemandangan Disneyland di sore hari

"Doyoung-ah, waktu berjalan dengan sangat cepat ya?", guman gadis itu pelan sekali

Doyoung hanya diam, tidak berniat membalas atau mengintrupsi gadis itu. Menunggungadis itu melanjutkan ucapannya

"Padahal perasaan baru kemarin aku menunggumu kembali dari Eropa, baru kemarin kita menikah, tapi sekarang kita sudah berada disini, sudah berapa hari kita habiskan berdua? Bersenang-senang bersama?"

"Bisa ngga sih aku egois? Aku ingin waktu berhenti, aku ingin kita berdua terus seperti ini..."

Sejeong tidak bisa membohongi dirinya sendiri, kehadiran Doyoung membuat hari-harinya begitu berwarna, bersama Doyoung pula dia merasakan hal baru yang belum pernah dia rasakan sebelumnya

Dia tidak ingin hari ini, dan kebersamaan mereka berlalu begitu saja... Satu bulan memang bukan waktu yang sebentar, tapi bagi mereka terasa begitu cepat.

Satu bulan hidup bersama, banyak pula kebiasaan kebiasaan baru yang mereka lakukan bersama, Doyoung yang selalu melihat dan menemani Sejeong memasak, Doyoung yang menyanyikannyan lagu pengiring tidur, dan banyak hal lainnya yang mungkin tidak akan bisa Sejeong ceritakan, karna tidak akan muat.

Setelah ini semua berakhir... Lalu apa? Apakah dirinya akan terbiasa dan kembali beradaptasi seperti sebelum mereka bersama?

Bolehkah Sejeong egois dan ingin terus seperti ini bersama Doyoung?

"Doyoung-ah..."

Gadis itu menolehkan kepalanya kearah Doyoung, membuat mereka berdua saling bertatapan, menyelami manik sehitam malam sang lelaki yang selalu menbuatnya tesesat di dalamnya.

Ia dapat merasakan bibirnya dan Doyoung yang saling bersentuhan disaat dirinya mulai memejamkan matanya, di dalam bianglala, di bawah lembayung senja, di tempat yang jauh dari tanah kelahiran mereka.

Biarlah menjadi saksi bisu, biarlah jadi satu dari sekian banyak memori kenangan yang mereka habiskan bersama, tidak perlu banyak ucapan, hanya tindakan dan perasaan yang murni terhadap satu sama lain.

🌼🌼🌼

"Pemandangan kota Seoul di malam hari sangat indah ya?"
"Apa kau benar-benar tidak bisa tinggal?"

-Episode 20 : Under Seoul's Night Sky-

🌼🌼🌼

🌼🌼🌼


Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co