Truyen3h.Co

We Got Married || √

20

achetyl

🌻[Under Seoul's Night Sky]🌻

🌼🌼🌼

Sore ini, rumah kediaman Doyoung dan Sejeong cukup sunyi, mereka berdua terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing, dimana Sejeong yang sibuk di dapur dan Doyoung di kamar mereka.

Lelaki itu sibuk menata pakaiannya untuk penerbangannya besok, iya, dirinya sudah harus disibukkan kembali dengan aktifitasnya di NCT dan melangsungkan jadwal world tournya.

Doyoung menghela nafas pelan, matanya tak sangaja menangkap kotak beludru yang dibelinya dulu sewaktu di Paris, kalung hadiah untuk Sejeong yang memang sengaja tidak dia kasihkan waktu itu.

Dirinya tersenyum simpul, ditutupnya koper pakaiannya itu, sebelum kemudian berlari menuju dapur, untuk mencari Sejeong. Dia ingin malam ini menjadi malam terakhir dan juga berkesan bagi gadis itu, lebih tepatnya bagi mereka berdua.

🌼🌼🌼

"Sejeong-ah!", panggil Doyoung sambil memeluk gadis itu dari belakang, Sejeong hanya membalasnya dengan dehaman pelan

"Hei, bagaimana kalau malam ini kita berjalan-jalan? Ke sungai Han yuk!", tawa Doyoung

Ia melepaskan pelukannya saat Sejeong memutar badannya itu, gadis itu menatap suaminya yang tersenyum begitu cerianya kearahnya.

"Sungai Han?", tanya Sejeong memastikan dan Doyoung pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban

"Tapi aku sudah memasak untuk makan malam", ucapnya lirih sambil melihat kearah berbagai macam makanan yang sudah dimasaknya untuk makan malam mereka

Doyoung terkekeh kecil kemudian mencubit hidung mancung istrinya itu

"Kita makan malam dulu di rumah, setelah itu baru keluar"

🌼🌼🌼

Malam ini, setelah menyelesaikan makan malam mereka, sesuai rencana tadi Doyoung mengajak Sejeong untuk berjalan-jalan di sekitar sungai Han.

Berhubung rumah mereka tidak terlalu jauh dari Sungai Han, mereka pun memutuskan untuk jalan kaki, sekalian menikmati kencan mereka ini. Mungkin bisa dibilang kencan terakhir.

Malam itu cukup ramai, Sungai Han du malam hari memberikan panorama tersendiri yang berbeda dari biasanya, banyak orang yang datang berkunjung untuk menikmati tenang dan indahnya pinggiran kota Seoul disana.

Ada yang bersepeda, berolahraga, hanya mencari jajanan malam, atau jalan-jalan bersama sang terkasih seperti yang Sejeong dan Doyoung lakukan sekarang.

Gadis itu menggandeng erat lengan suaminya itu, sedikit merapatkan tubuhnya dengan tubuh Doyoung tuk sekedar mencari kehangatan disana sementara tangan kanan Doyoung sibuk merangkul bahu Sejeong.

Mereka hanya sibuk berjalan-jalan, menikmati pemandangan dan sesekali berceletuk untuk menghilangkan suasana hening yang ada diantara mereka, entahlah, mereka hanya ingin menikmati waktu mereka berdua dalam keheningan ini.

"Sejeong-ah, apa kau tidak mau naik perahu?", tawar Doyoung

"Huh?"

Doyoung pun menunjuk ke salah satu tepi Sungai Han yang cukup ramai dengan perahu yanh di pinggirkan lalu beberapa orang terlihat bergantian naik atau pun turun, salah satu bentuk objek wisata yang di tawarkan disana.

Perahu kayuh, bukan di dayung, modelnya sama seperti sepeda, sepertinya tidak buruk juga untuk mencobanya

Sejeong mengangguk, mengiyakan tawaran Doyoung barusan, mereka pun akhirnya berjalan kearah tepi Sungai Han, membayar beberapa won sebelum akhirnya menaiki perahu tersebut.

Sejeong naik terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Doyoung dan setelah itu mereka pun mulai mengayuh pedal di perahu tersebut, membawa perahu mereka sedikit ketengah dan berkeliling sekitar Sungai Han

🌼🌼🌼

"Pemandangan kota Seoul di malam hari indah juga ya?", celetuk Sejeong tiba-tiba

Doyoung berdeham sambil mengangguk setuju, mereka menghentikan kayuhan mereka di tengah-tengah Sungai, sibuk menikmati suasana kota Seoul di malam hari dari Sungai Han

Begitu tentram dan damai, apalagi melihat perahu-perahu lainnya yang hanya berputar-putar di pinggir, tidak seperti mereka yang sampai di tengah-tengah, membuat Sejeong terkekeh.

Sejeong menyenderkan kepalanya di bahu Doyoung, megandeng tangan lelaki itu erat sekali, berusaha mencari posisi senyaman mungkin sebelum akhirnya menghela nafas pelan

Sudah berakhir...

Mereka berdua sibuk menatap langit malam kota Seoul yang hari ini ditaburi oleh banyak bintang, seolah ikut menghias momen kencan terakhir mereka ini.

"Ah bintang jatuh!", teriak Sejeong sambil menunjuk ke salah satu bintang jatuh yang dilihatnya

"Ayo cepat buat permohonan!", ucap Sejeong sambil menepuk bahu Diyoung

Dengan segera Sejeong menegakkan duduknya, mengantupkan kedua tangannya di depan wajahnya, Doyoung yang melihat tingkah Sejeing itu pun terkekeh gemas sebelum kemudian melakukan hal yang sama seperti gadis itu.

"Kamu memohon apa?", tanya Sejeong saat mereka selesai berharap kepada bintang jatuh itu.

"Kalau dikasih tau nanti permohonan itu ngga jadi kenyataan"

"Heleh kata siapa?!"

Mereka berdua pun tertawa satu sama lain, sebelum Sejeong kembali menyandarkan tubuhnya pada bahu lelaki itu, Doyoung tersenyum sambil mengelus lembut tangan istrinya itu.

"Sejeong-ah", panggilnya lembut

Ia mendorong bahu Sejeong untuk duduk tegap menghadapnya, mengelus pipi putih istrinya itu dengan lembut.

Dirinya pun terlihat sibuk mencari-cari sesuatu di kantung jaket denimnya, sampai akhirnya Doyoung mengeluarkan kotak beludru berwarna biru dongker dari sana

Saat Doyoung membukanya Sejeong dapat melihat sebuah kalung cantik terbuat dari emas putih, dengan liontin cantik berbentuk bulu. Mata gadis itu terkagum tak berkedip saat melihat indahnya kalung tersebut

Ia memakaikan kalung tersebut pada leher Sejeong, gadis itu menyentung kalung yang sudah melingkar cantik di lehernya itu, menatap Doyoung meminta penjelasan.

"Besok aku pergi...", ucap Doyoung pelan sekali sambil menggenggam tangan gadis itu

Sejeong masih terdiam, menunggu Doyoung melanjutkan ucapannya itu

"...kalung itu, hadiah yang aku beli saat di Paris, sebelum bertemu denganmu... Maaf aku memberikannya sangat terlambat, aku ingin memberikan itu di saat yang tepat, agar kau selalu mengingatku..."

"...dan mungkin ini bisa jadi kado terakhirku untukmu saat ini, maaf selama ini ngga bisa bikin kamu seneng, maaf ngga jadi suami yang baik, maaf aku harus pergi lagi..."

Sejeong tidak bisa berkata-kata lagi, hatinya saat ini benar-benar kacau, entah dia merasa terharu, senang, sedih, dan juga kecewa di saat bersamaan. Semuanya telah benar-benar berakhir

Ia dapat melihat Doyoung yang menatapnya sendu, namun sebisa mungkin dirinya tersenyum agar Doyoung tidak merasa sedih lagi, ia tau bahwa lelaki itu sendiri merasa berat untuk meninggalkannya.

"Kapan kau akan berangkat?", tanyanya

"Besok pagi, jam 7"

Mereka kembali terdiam dengan Sejeong yang menganggukkan kepalanya paham.

Doyoung memegang kalung yang dia berikan kapada Sejeong, menatap gadis itu lembut

I want you wear my initial on a chain round your neck, not because you owns me, but cause you really knows me

Ucapnya sambil membalikkan liontin kalung gadis itu, yang terdapat ukiran huruf "DY" disana.

Dan malam itu adalah malam yang berat untuk mereka berdua, dimana Doyoung mencium dirinya untuk terakhir kalinya, ciuman yang menandakan akhir dari kebersamaan mereka.

Dan ia dapat merasakan air matanya yang mengalir begitu saja, hatinya masih tidak rela

🌼🌼🌼

"Doyoung-ah? Apa kau baik-baik saja?"
"Apa boleh aku berharap bahwa dia akan datang? Aku ingin melihatnya untuk terakhir kalinya"

- Last Episode : Hardest Goodbye -

🌼🌼🌼

🌼🌼🌼

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co