5
🌻[First Date]🌻
🌼🌼🌼
Sejeong saat ini sedang menunggu Doyoung di food court salah satu mall di Korea, lelaki itu memintanya untuk menemaninya ke salon, untuk mengembalikan warna rambutnya kembali.
"Uwah, aku gugup sekali", guman Sejeong
Sesekali gadis itu terlihat merapikan pakaiannya dan rambutnya, sesekali membuka kembali ponselnya. Aarghh bagaimana caranya menghilangkan kegugupan ini?!
Gadis itu menempelkan kepalanya diatas meja, memukul-mukul mejanya, dia bosan sungguh. Menoleh kekanan kekiri seolah mencari-cari sesuatu.
"Apa kau sudah lama menungguku?"
Dirinya sedikit tersentak kaget saat mendapati Doyoung yang tiba-tiba berlari dari belakang dan menarik kursi di hadapannya, lelaki itu mengenakan kacamata dan juga masker wajah.
"Maaf aku terlambat, tadi ada pertemuan sejenak dengan manager", jelasnya sedikit tidak enak. Jujur saja Doyoung bukan pribadi yang suka membuat orang lain menunggu, apalagi seorang gadis
"Jadi apa jadwal kita hari ini", tanya Doyoung
Seketika lelaki itu merutuki kebodohannya sendiri, kenapa dia bisa menanyakan hal sekaku itu?! Astaga kau sungguh bodoh Kim!
"Tidak, lupakan saja pertanyaanku barusan, menjijikan sekali... Ah kenapa kita kaku sekali", keluh Doyoung membuat Sejeong tertawa kecil
"Bisakah bagian yang barusan kalian edit? Kita seperti latihan script drama saja", ucap Sejeong kearah kamera membuat mereka berdua dan para kru tertawa
Maaf, tapi kami tidak akan mengeditnya kkkk
"Katanya mau kesalon", balas Sejeong mengingatkan calon suaminya itu mengenai jadwal mereka hari ini
"Kau tidak ingin melakukan hal lain? Hanya ke salon?"
Sejeong terlihat berpikir sejenak, sejujurnya dia ingin melakukan menipedi tapi tidak enak harus membuat Doyoung menunggu lama
"Well, yeah... Tapi aku takut kau bosan saat menungguku", jawabnya sambil mengedikkan bahu kecil
"Gwenchana, aku tidak masalah, anggap saja sebagai balasan karna sudah membuatmu menunggu lama. Nah kajja", ajaknya
Sejeong bangkit dari kursinya, segera melangkahkan kakinya untuk berjalan sejajar bersama dengan Doyoung. Mereka tidak mengatakan apapun, terlihat sibuk melihat ke sekeliling.
Hari pertama kencan mereka, sigh... Sejeong menghela nafas berat, sangatlah kaku...
🌼🌼🌼
Gadis itu duduk di kursi tunggu, tepat di belakang Doyoung sambil membolak balikkan lembar majalah fashion di tangannya. Sesekali melirik kearah lelaki itu yang sedang mentoning rambutnya
"Apa kau tidak ingin merapikan rambutmu?", tanya Sejeong kepada Doyoung
"Kau ingin bagaimana?", balas lelaki itu sambil menatap Sejeong dari pantulan kaca besar dihadapannya
"Memotong ranbut belakangmu yang sudah mulai panjang?"
"Terus aku semir dark brown ya?", usul Doyoung yang dibalas tatapan tajam oleh Sejoeng baiklah Doyoung mengerti
Doyoung mengangguk paham, mengucapkan apa yang baru saja dikatakan oleh Sejeong kepada penata rambutnya. Gadis itu mengambil duduk di sebelah Doyoung, menatap laki-laki itu dengan lekat
"Eum... Bisakah kau berhenti menatapku seperti itu?", pinta Doyoung sedikit risih
Bukannya menurut, Sejeong justru semakin memajukan wajahnya kearah Doyoung membuat lelaki itu mendesah kesal. Oh ayolah dia benci ditatap sebegitu intens seperti ini
"Hajima~", rengeknya sambil memalingkan wajah Sejeong agar tidak menatapnya. Gadis itu tertawa kecil dan semakin menggodanya
"Ah, Sejeong hajima~", rengeknya lagi sedikit tertawa. Gadis ini benar-benar
"Waeyooo~, ah aku tidak bisa memalingkan wajahku darimu, kau sangat tampan", goda Sejeong
"Jelas saja", balas Doyoung dengan kepercayaan diri tinggi
Sejeong mendengus kesal, menepuk bahu Doyoung pelan, benar-benar sekarang Doyoung yang tertawa puas karna berhasil menggoda Sejeong.
"Kalau tidak tampan namanya bukan calon suamimu wle"
"Masih calon doang belagu!"
Dan Doyoung tertawa mendengar ucapan Sejeong barusan, astaga gadis ini benar-benar.
🌼🌼🌼
Doyoung melihat pantulan dirinya di depan cermin, rambutnya sudah kembali hitam seperti semula, dia mengenakan kembali kacamatanya. Mengambil coatnya dan menyusul Sejeong yang sudah menunggunya
"Begini kan lebih cocok untukmu, kenapa kau pakai mengganti warna rambutmu segala", tanya Sejeong saat mereka berjalan keluar meninggalkan salon tersebut
"Hanya ingin mungkin?"
"Kau harus belajar untuk tidak menggonta-ganti warna rambutmu, bisa bahaya untuk kesehatan kulit kepalamu"
Doyoung tertawa renyah mendengar omelan gadis itu, membuat Sejeong mendengus kesal, hei apakah Doyoung menganggapnya dia sedang bergurau saat ini? Kejam sekali
"Terima kasih", ucapnya
"Untuk?"
"Karna sudah mempedulikanku", balasnya, membuat Sejeong tertawa sinis, yang benar saja.
"Kita akan hidup bersama, jadi kita harus belajar untuk pengertian dan saling peduli satu sama lain", jelasnya, lelaki itu tersenyum simpul tangannya bergerak untuk mengusap pucuk kepala gadis itu kasar
"Iya iya bawel"
"Yak"
Doyoung mengangkap tangan Sejeong yang hendak memukulnya itu, dia menurunkan tangan gadis itu dan membawanya kedalam genggaman hangat, mengelusnya lembut dan menatap gadis itu dalam.
"Karna kita akan menikah sebentar lagi, jadi bagaimana kalau kita belajar menjadi selayaknya pasangan kekasih pada umumnya? Dimulai dari hal sederhana, yaitu aku menggandeng tanganmu", ucapnya sambil tersenyum simpul
Oke, dan Sejeong baru menyadari senyuman Doyoung itu terefek buruk bagi jantungnya.
🌼🌼🌼
[Sejeong]
Sejeong : Ini bukan pertama kalinya aku bergandengan tangan dengan Doyoung, sebelumnya kita pernah shooting MV bersama dan melakukan adegan bergandengan bersama
Aku masih ingat betul saat itu Doyoung begitu kaku untuk menggandeng tanganku, tapi sekarang dia begitu santai melakukannya
Sepertinya dia sudah belajar dari kesalahannya dulu hahaha
Tentu saja Sejeong-ah, aku sudah belajar~
🌼🌼🌼
"Apa kau bosan?", tanya Sejeong kepada Doyoung yang terlihat duduk bersandar dan memainkan ponselnya itu
Lelaki itu mendongakkan kepalanya menghadap Sejeong, mengusapkan rambutnya kebelakang, sial. Ketampanannya menjadi berkali-kali lipat meningkat
"Lumayan", jawab lelaki itu singkat
Sejeong menyuruh lelaki itu untuk mendekat, Doyoung pun bangkit dari posisinya, berjalan mendekat kemudian mengambil duduk tepat di sebelah calon istrinya itu
"Waeyo?"
Bukannya menjawab pertanyaan Doyoung gadis itu justru membukakan katalog nail arts design yang tersedia. Menunjukkannya kepada Doyoung
"Bagusan yang mana?", tanyanya membuat Doyoung mengangkat sebelah alisnya bingung
"Untuk apa? Itu kan hanya kuku, cukup pendek dan juga bersih sudah, sehat", jawab lelaki itu enteng
"Doyoung-ah... Ayolah. Justru karna hanya kuku aku ingin merawatnyaa", rengek Sejoeng dan Doyoung masih tidak mengerti
"Kau tidak perlu mengerti, cukup pilihkan saja yang kau suka!", jelasnya
Tapi Doyoung tetap diam saja, menatapnya bingung meminta penjelasan. Ah tidak, sebenarnya Doyoung hanya ingin mengganggu Sejeong.
🌼🌼🌼
[Doyoung]
Doyoung : Melihat Sejeong yang kesal sejak di bandara itu membuatku berpikir ah aku ingin menggodanya terus-terusan, dia terlihat begitu menggemaskan saat kesal
Jadinya selama ada kesempatan untuk menganggunya aku akan menganggunya terus seperti waktu dia menipedi. Sepertinya hobi baruku adalah menggodanya
Hehehe, mian ya Sejeong-ah
🌼🌼🌼
"Doyoung-ah", rengek Sejeong lagi sambil mengegerak-gerakkan tubuh Doyoung
Ayolah~ pilihkan untukku
Doyoung tertawa kecil, oke cukup sudah untuk acara mari menggoda Sejeong. Lelaki itu menutup buku katalog tersebut dan menyingkirkannya
"Kenapa?", tanya Sejeong
Doyoung menumpu wajahnya pada pinggiran kursi Sejeong, menatap gadis itu lekat dengan mata bulatnya. Omegat, Sejeong meleleh rasanya
"Constellation star aja", ucapnya
Lelaki itu menunjuk jari manis di tangan kanan Sejeong. "Aquarius", jelasnya. Lalu beranjak ke jari manis di tangan kiri Sejeong, "Virgo" ucapnya lagi.
"Kenapa dua itu?", tanya Sejeong
"Aquarius itu zodiakku, kalau virgo itu baru zodiakmu"
Pilihan yang mungkin terkesan sederhana dan tidak berarti, tapi bagi mereka berdua memiliki makna yang dalam. Mulai sejak saat itu mereka mulai berusaha untuk mengenal satu sama lain.
🌼🌼🌼
Sejeong dan Doyoung yang berusaha untuk mengenal satu sama lain di kencan pertama mereka~
Lalu bagaimana persiapan pernikahan mereka kedepannya?
🌼🌼🌼
-Episode 6 : Wedding Preparation-
🌼🌼🌼
🌼🌼🌼
Pojok Sampah :
Maafkan kalau part ini begitu membosankan sama kurang so sweet😭😭😭
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co