Truyen3h.Co

Feudatory

10

authoriya

"Oh my god! Oh my god! Oh my god!" Soojung menutup mulutnya menggunakan telapak tangan, "Ada apa dengan matamu itu?" Tanyanya kemudian.

Tadinya, Soojung merasa agak aneh kenapa Suzy tiba-tiba menyuruhnya membawa kacamata keluaran brand ternama, dior, yang baru dibelinya seminggu yang lalu. Karena, Soojung tahu sekali kalau Suzy bukan anak dior. For god sake, Suzy is gucci lovers!

Kadang, Soojung dan Suzy bertengkar hanya karena tidak memiliki ketertarikan pada brand yang sama untuk soal yang satu ini.

But, look at this...

"Kau terlihat seperti lady dior sejak lahir." Kikik Soojung ketika Suzy memakai kacamata miliknya.

Suzy berdecak, "Damn, I'm the human gucci." Ucapnya penuh dengan keyakinan. Kemudian mengeluarkan ponselnya untuk berkaca melalui layar, Suzy menolehkan kepalanya kesisi kanan dan kiri, setelahnya ia menoleh kepada pria yang sejak tadi duduk di sebelahnya, "Bagus tidak?"

Myungsoo yang sejak tadi hanya mendengarkan percakapan kedua sahabat itu lantas menoleh, menatap Suzy dengan pandangan datar nan dingin yang menjadi ciri khasnya, "Biasa saja."

Suzy kembali berdecak, kekesalannya menjadi jadi ketika mendengar respon yang diberikan Myungsoo kepadanya. "Salah memang bertanya denganmu. Tapi, bagaimanapun aku memang lebih menyatu dengan gucci."

Suzy memerhatikan kembali pantulan dirinya melalui layar ponsel yang dipegangnya, bibirnya sedikit memanyun kedepan karena merasa mengkhianati brand kecintaannya, namun ia terpaksa karena semalaman minap di apartemen Myungsoo dan mereka kesiangan sehingga tidak sempat kerumah kediaman keluarga Bae. Suzy menghela napasnya, baru saja dia hendak menurunkan layar ponselnya saat kedua manik matanya melihat pantulan lain disana. Suzy melirik Soojung yang duduk didepannya yang kini membulatkan matanya terkejut menatap kearah belakangnya, Suzy lalu menoleh kebelakang. Senyuman manis milik Jungkook langsung memenuhi pandangannya. Pria itu nampak tampan dan memesona, sama seperti kemarin-kemarin. Yea, tentu saja. Bukan Jungkook jika tidak membuat seluruh mata semua wanita di semua jurusan menoleh dua kali kearah pria itu.

"Jungkook?"

Sapaan bernada kaget yang keluar dari mulut Suzy itu lantas membuat Myungsoo berhenti memerhatikan buku bacaannya. Myungsoo lantas membawa pandangannya mengikuti Suzy dan langsung mendapati Jungkook yang berdiri begitu dekat dengan Suzy dengan sedikit mendunduk. Dan pada detik berikutnya, dengan gerakan impulsif Myungsoo sudah membawa kepala Suzy kembali membelakangi Jungkook, tentu saja tanpa kentara. "Es krim-mu sudah mencair. Makanlah." Ucap Myungsoo.

Suzy menoleh, menatap Myungsoo melalui lensa kacamata yang dipakainya, lalu menatap es krim-nya yang memang telah sedikit mencair. Sedangkan Jungkook, hanya tersenyum kecil ketika melihat apa yang di lakukan Myungsoo barusan. Bahkan, dilihat dari radius 10 kilometer pun Jungkook masih bisa melihat dengan jelas kalau pria disebelah Suzy ini merupakan budak cinta yang berkamuflase sebagai sahabat bagi perempuan itu. Menarik... pikir Jungkook.

Tanpa mengurangi niatnya untuk mendekati perempuan berparas cantik ini, Jungkook lalu berjalan ke samping, sedikit menyapa Soojung ketika pandangan mereka bertemu, "Hai, Soojung."

"Mm, Hai." Soojung tersenyum manis membalas sapaan Jungkook. Sementara disebelahnya, Minhyuk, nampak kesal karena kekasihnya tersenyum seperti itu kepada pria lain. Namun, Minhyuk tidak bisa marah karena ia tahu kalau nanti Soojung akan lebih marah darinya. Begitulah sifat perempuan.

Jungkook menoleh kembali kearah Suzy yang masih menatap es krim di depannya, melirik pria disebelah Suzy melalui bulu matanya selama beberapa detik dengan senyuman miring, kemudian menundukan kepalanya kearah Suzy, "Don't forget about tonight." Bisiknya tepat ditelinga Suzy.

Lalu, tanpa babibu Jungkook sudah berjalan menjauh dari meja itu. Bahkan, ia sempat mengedipkan matanya ketika pandangannya dan Suzy bertemu.

Wajah Suzy memerah, dan Myungsoo menyadari itu. Tidak, tidak hanya Myungsoo tetapi juga kedua teman mereka--Soojung dan Minhyuk. Disaat kedua tangan Myungsoo terkepal diatas pahanya sendiri, suara Soojung yang berseru keras membuat beberapa orang disana menoleh kearah mereka, "Oh my god! Oh my god! Oh my god!" Soojung kembali merepalkan mantra menyebalkannya. "Dia menciummu?!"

"Yya! Jaga mulutmu!" Suzy cemberut, "Dia tidak menciumku."

"Lalu? Kenapa bibir seksinya begitu dekat denganmu?" Ucap Soojung menyanyikan kalimatnya.

"Yya, kau memuji bibir pria lain saat sedang bersamaku?" Sela Minhyuk dengan nada tak menyangka.

"He he he," Soojung tertawa membentuk kosakata, "Mianhae, Chagi-ya..."

Minhyuk memutar bola matanya.

Sedangkan Suzy, jika bukan sahabat, Suzy sudah berpikir sejak lama bahwa ia pasti akan memasukkan Soojung kedalam wastafel sekarang juga. "Dia hanya bilang supaya kita tidak lupa datang ke pestanya."

"Kenapa harus berbisik dekat begitu?" Soojung menyipitkan matanya.

"Mana aku tahu!" Suzy mendengus. Dan saat itulah tanpa sengaja ia melihat tangan Myungsoo yang terkepal erat.

Suzy tersenyum kecil, kemudian membawa tubuhnya menyender pada pundak Myungsoo yang terbalut kemeja berwarna biru dongker dengan lengan tergulung sampai ke siku, sedangkan ia membawa satu tangannya untuk berada diatas tangan Myungsoo yang mengepal, mengusapnya secara perlahan, membuat otot-otot tegang di tangan itu perlahan melemas.

"Aku sedang berpikir," Soojung mengusap-usap dagunya. Menatap kebersamaan kedua sahabat itu dengan seksama. "Kau begitu rileks menyandar-nyandar kepada Myungsoo, kenapa kalian tidak mencoba berpacaran saja?"

"Aku setuju." Minhyuk menyaut.

Tangan Suzy berhenti mengelus punggung tangan Myungsoo. Dan Myungsoo seketika merasakan kekosongan ketika tubuh Suzy tak lagi menyandar kepadanya.

"Aku bukan tipe si pemilih ini." Lanjutnya sambil menunjuk Myungsoo menggunakan dagu.

Mendengar itu, Soojung tak urung langsung berdecak protes. Kedua manik matanya memandang Myungsoo dengan menyipit, "Jangan bilang tipemu seperti perempuan bernama Rose itu?"

"Siapa bilang?"

"Aku bertanya."

Myungsoo menggeleng, "Tidak. Bukan seperti itu."

Mendengar jawaban itu Soojung langsung semringah, "Untunglah matamu masih normal, teman."

Disisi lain, Suzy kembali tersenyum tipis mendengar jawaban dari Myungsoo barusan.

***


Soojung mematikan mesin mobil-nya di sebelah Jeep yang lebih dulu terparkir pada pelataran parkir yang luas itu. Beberapa perempuan dan laki-laki nampak lalu lalang masuk melewati pintu utama yang terdapat dua pria berpakaian serba hitam dan bertubuh tegap disana. Mata tajam Soojung memerhatikan dandanannya sendiri pada kaca di depannya.

"Perfect." Tukasnya bernada bangga, lalu menoleh ke kursi penumpang dan bertanya pada Suzy yang berada disana dengan mata tertuju pada cermin kecil miliknya, "Kau?"

"Perfect." Suzy menirukan gaya bicara sahabatnya itu.

"Ini akan menjadi malam yang indah untukmu!" Seru Soojung dengan riang, membuat Suzy menaikkan alisnya, "What do you mean?"

"Mungkin saja nanti Jungkook mengajakmu untuk berkencan. Oh my god!"

Suzy memutar bola matanya malas. Setelah memasukkan cermin kecilnya kedalam tas, kemudian kedua perempuan itu langsung membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam sana.

Keduanya berjalan dengan santai, ketika sampai di depan dua pria berpakaian serba hitam itu, salah satu diantara pria itu menyapa dengan ramah, "You both looks so gorgeous tonight..."

"Thankyou," jawab Suzy.

"Undangan Jungkook?"

"Kau kenal?" Kali ini suara Soojung yang menyahut.

"Tentu saja, kakaknya adalah pemilik gedung ini."

"Oh my god!" Ucap Soojung sambil menutup mulutnya.

Suzy memutar bola matanya kembali. Jika bisa, sudah dibuangnya dari kosakata dunia satu kata yang merupakan mantra laknat yang selalu diucapkan Soojung itu.

***

Musik semakin menjadi dan lantai dansa semakin panas ketika jarum panjang pada jam sudah menunjuk ke angka satu. Suara riuh serta aroma alkohol bercampur jadi satu dalam ruangan berpentilasi itu dengan sukacita.

Ini benar-benar pesta yang hebat!

Menilik kearea lantai dansa, ada Suzy dan juga Soojung yang tentu saja sudah berada disana. Hanya saja, jika Suzy sibuk bergoyang mengikuti alunan musik dengan Jungkook yang meletakkan tangannya melingkari pinggul Suzy, sedangkan Soojung sibuk bergoyang dengan sesekali mengawasi sahabatnya itu. Suzy sudah mabuk, perempuan itu menegak sampanye dengan begitu banyak. Sedikit paham akan sikon, sepertinya Suzy sedang berada dalam pikiran yang sampai membuatnya stress hingga alkohol lah mungkin yang mampu menolongnya sesaat. Namun, sahabatnya itu selalu menolak untuk mengatakan dan mengeluarkan jurus andalannya; nanti kuceritakan.

Suzy berlenggak-lenggok di atas lantai dansa mengikuti irama musik yang memekakan telinga, bibirnya terus saja menyunggingkan senyuman karena pengaruh alkohol benar-benar sudah mengambil seluruh kesadarannya. Sedangkan Jungkook, yeah... sama seperti lelaki pada umumnya, Jungkook merasa senang karena sikap Suzy ini. Benar kata orang, perempuan yang terkena alkohol jauh lebih asyik daripada saat mereka dalam keadaan sadar. Tapi, mungkin Suzy dengan atau tanpa minuman memabukkan itu pasti selalu mengasyikan, pikirnya. Seulas senyuman miring langsung muncul di ujung bibir pria itu. Dengan gerakan seduktif, Jungkook lalu menarik Suzy semakin mendekat kearahnya. Namun, dia terpaksa harus menahan kekesalannya saat bibirnya hampir mencapai bibir Suzy, namun sahabat karib perempuan itu keburu menginterupsi dengan menarik Suzy lepas darinya.

"Maaf Jungkook, Suzy sepertinya sudah tidak sadar dengan apa yang saat ini terjadi, jadi mungkin kami harus segera pulang." Soojung memamerkan deretan giginya tanpa rasa bersalah.

Tentu saja. Walaupun Soojung mendukung Suzy bersama Jungkook, namun dia tidak akan membiarkan orang lain mengambil kesempatan untuk mencuri ciuman dari perempuan yang sedang mabuk. Apalagi, perempuan itu merupakan sahabat baiknya. Tidak akan.

Jungkook menahan kekesalannya dengan mengulas senyum ramah, "Sebenarnya aku ingin menahan kalian lebih lama lagi, namun sepertinya Suzy memang sudah tidak bisa ditahan." Ucapnya sambil memerhatikan Suzy yang kini merancau tak jelas.

"Aku bisa mengantarkan Suzy pulang."

Tawaran Jungkook langsung disambut dengan gelengan cepat oleh Soojung. Dan ketika ia menyadari, Soojung buru-buru meringis pelan, "Maksudku, aku sudah berjanji pada Ibunya untuk membawa Suzy pulang dengan aman, bisa bahaya kalau yang mengantar orang lain."

Jungkook mengangguk mengerti. "Baiklah, kalian hati-hati dijalan."

Soojung mengangguk. Setelah berpamitan, ia langsung membawa Suzy pergi keluar dari dalam sana.

***

"Aish... sadarlah, Suzy." Soojung menepuk-nepuk pipi Suzy dengan pelan, mencoba membangunkan Suzy.

Mereka sudah berada di mobil, namun mobil itu masih pada tempat yang sama sejak terparkir beberapa jam yang lalu. Soojung, memutuskan untuk menelepon Myungsoo untuk menyuruh pria itu membawa Suzy pulang bersama pria itu. Kabar yang menyialkan datang dari rumahnya, Bibinya yang begitu cerewet dan merupakan musuh besar Soojung dan Suzy itu datang dan berencana menginap dirumahnya. Tentu saja Soojung tidak mungkin membawa Suzy pulang kerumahnya karena, oh my god, bibi nya yanh cerewet itu pasti akan memberikan wejangan dan sindiran karena ia mendapati sahabatnya itu dalam pengaruh alkohol.

Soojung mendengus, padahal besok adalah hari minggu, tepat sekali untung bermalas-malasan bersama Suzy dan mengerjakan sesuatu yang tidak berfaedah, namun karena Bibinya itu dia sepertinya harus mengubur khayalannya soal bersenang-senang. Lelah karena Suzy tak kunjung membuka matanya, Soojung lalu mengedarkan pandangannya pada pintu pagar besi tinggi, menunggu mobil milik Myungsoo datang dari sana.

Dua puluh menit kemudian seseorang yang ditunggunya masuk dan menghentikan mobilnya tepat di depan mobil milik Soojung. Pria dalam balutan coat hitam itu langsung berjalan dan membuka pintu di sisi penumpang.

"Aku hampir mati kedinginan menunggu kau datang." Gerutu Soojung ketika kepala Myungsoo menyembul kedalam mobilnya.

"Maaf, tadi aku kehilangan kunci mobilku." Jawab Myungsoo pelan. Kemudian kedua matanya menatap Suzy dengan mata terpejam, lalu memerhatikan pakaian yang dikenakan perempuan itu. Myungsoo mengerutkan kening, "Kenapa kau membiarkan dia memakai pakaian setengah jadi begini?"

Soojung memutar bola matanya, "Lalu, kaupikir kami pergi kesini dengan piyama kebesaran, eh?"

Myungsoo menatap datar Soojung, berdebat dengan perempuan itu sama sekali bukan waktu yang tepat sekarang. Makanya, ia langsung melepaskan jaket yang dia pakai dan memakaikannya untuk menutupi tubuh Suzy. Kemudian, Myungsoo membawa Suzy dalam gendongannya dan menutup pintu mobil, "Kau berani pulang sendiri?"

Soojung mengiakan.

Setelah itu, Myungsoo langsung berjalan dan masuk kedalam mobilnya sendiri. Soojung memerhatikan pemandangan itu dengan kening berkerut, "Mwoya, tatapan apa itu. Orang lain yang melihatnya bisa menganggap kalau dia adalah budak cinta dari sahabatku."

***
Fri 3/22/19

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co