21
Warn adult content••••
Matahari bersinar terik sesiangan ini, menyelimuti hampir setiap sudut di Korea selatan.
Summer season.
Minggu ketiga di bulan Agustus. Perkiraan cuaca pada salah satu televisi lokal menyiarkan, suhu mencapai duapuluh enam derajat celcius. Tak heran jika panasnya sedemikian menyengat. Untuk sebagian warga kota, mereka lebih memilih berlindung di dalam rumah nyaman mereka, demi menghindar dari sengatan matahari yang membakar kulit. Sebagian lagi yang masih di sibukkan oleh aktivitas, mereka akan lebih memilih berlindung di dalam gedung ber AC daripada memunculkan diri di bawah sinar matahari.
Ya, itu yang seharusnya dilakukan. Terutama, pada setiap perempuan-perempuan yang hanya tahu soal Fashion dan kecantikan. Tidak terkecuali, Suzy. Yang seharusnya dia lakukan adalah, berlindung didalam gedung ber-AC dan menunggu Myungsoo untuk membawanya pergi. Namun, alih-alih melakukan itu, perempuan bermarga Bae itu malah berjalan dipinggiran trotoar. Bunyi ketukan heels-nya terdengar seperti irama, beradu dengan curbstone di trotoar. Langkahnya bergegas, wajahnya memerah karena panas yang menyengat, juga karena sedang menahan amarah. Satu tangannya menggenggam tas Gucci kesayangannya, sedangkan matanya melotot kedepan, tidak memperdulikan mobil yang sejak tadi mengekori di ruas jalan.
"Masuklah, nanti kakimu pegal."
"Shireo."
Myungsoo menghela napas, belum-belum Suzy sudah kembali marah padanya tanpa dia sendiri tahu apa akar penyebab kemarahan itu. Mendesah sekali lagi, Myungsoo kembali bersuara dengan nada membujuk, "Kau boleh marah-marah di dalam mobil, Suzy. Astaga, kau tidak mungkin kan membiarkan kulit semulus porselin itu menjadi hitam? Rambutmu akan bau, dan kau akan menjadi tambah jelek."
Kena. Kaki perempuan itu berhenti melangkah, wajah yang penuh emosi itu kini menoleh ke dalam mobil Myungsoo yang kini juga ikut berhenti.
Myungsoo tersenyum, "Masuklah, aku akan membelikanmu coklat yang banyak. Oke?"
"Yya, kau mau membuatku terlihat seperti Babi?!" Suzy bertanya kasar. Tangannya bergerak membuka pintu mobil, duduk di dalam dan menutupnya dengan kencang.
"Kenapa kau mengambil tempat dibelakang?" Myungsoo menengok kebelakang. Sedikit heran ketika perempuan itu malah duduk di kursi belakang, bukannya di kursi penumpang sebelahnya. "Pindah ke depan, aku bukan supirmu, Suzy."
Suzy memalingkan wajah, tangannya bersedekap didepan dada, "Tidak sudi aku duduk di jok itu lagi!"
Myungsoo mengernyitkan kening.
"Kau kira aku tidak tahu kalau kau selingkuh dibelakangku?" Suzy menoleh. Namun, ia terdiam sebentar, mencerna kalimatnya sendiri, sebelum kembali berkata, "Bukan--Maksudku kau mencurangiku..." Suzy mengernyit lagi ketika kalimat yang dilontarkannya kembali terasa aneh. Pandangannya bertemu pada manik mata hitam Myungsoo dan... Sial, kenapa dia baru sadar kalau Myungsoo memiliki mata yang bagus?
Terlena sesaat, kesadaran akhirnya membawa Suzy kembali pada realita. Menghembuskan napasnya dengan kasar, Suzy menyandarkan tubuhnya pada jok kursi mobil Myungsoo. "Pokoknya, aku tahu kalau kau tadi membawa perempuan jelek itu masuk kedalam mobil ini dan aku, mulai sekarang tidak mau duduk disana. Ew."
"Rose maksudmu?"
Suzy terkekeh sinis. "Ternyata kau sadar kalau dia memang jelek."
"Suzy..."
"Suruh kakekmu yang kaya raya itu agar membelikan mobil baru untukmu, atau aku tidak akan mau pergi bersamamu lagi!" Suzy memejamkan matanya, "Ayo jalan, aku ingin berendam di Apartemenmu." Suzy menyelesaikan pembicaraan itu. Pura-pura memejamkan matanya, untuk menghilangkan bayangan mata indah nan tajam Myungsoo yang tiba-tiba menari-nari dalam benaknya.
Myungsoo menghela napas. Menyadari penyebab kenapa perempuan cantiknya ini mengomel, mau tak mau kedua sudut bibirnya terangkat keatas membentuk lengkungan. Dia sebenarnya melihat kalau Suzy menatapnya dari jendela, itulah sebabnya Myungsoo menyetujui untuk mengantar Rose saat perempuan itu meminta tolong mengantarnya ke bengkel mobil mobil yang memang letaknya di dekat dengan Universitas.
Pak Cheon benar, seseorang seperti Suzy harus di tes supaya Myungsoo bisa mengambil langkah yang tepat. Setidaknya, sampai pernikahan sialan itu benar-benar terjadi. Perjodohan bersama Rose mungkin salah satu hal yang agak membuatnya terkejut karena dia tidak menyangka jika perempuan cantik yang sangat dibenci Suzy merupakan kandidat calon tunangannya. Myungsoo menatap wajah Suzy yang cemberut dari samping sesaat, dan bersuara pelan, "Besok kau akan duduk di bangku depan, disampingku lagi. Aku janji itu."
Kemudian, Myungsoo melajukan mobilnya menuju ke Apartemen miliknya.
***
"Ngggh..." Suara leguhan kecil keluar dari bibir seksi yang kini setengah terbuka itu. Fokus pada kedua mata Suzy hilang, napasnya terengah, dadanya turun-naik, dan pikirannya blank total. Jika ia perlu meneguk 5 gelas wine untuk membuatnya hilang sadar di klub malam, maka cukup satu ciuman saja dari Myungsoo mampu membuat syarafnya lumpuh total.
Tuhan mungkin akan mengutuknya kali ini, Nenek mungkin akan sekarat jika mengetahui perbuatan tak senonohnya bersama seorang laki-laki di dalam jacuzzi. Dua gelas wine berdiri tegak dipenepian jacuzzi, yang bahkan sama sekali belum di teguk isinya oleh kedua orang itu. Namun, siapapun yang melihat bisa mengetahui keduanya tengah dalam keadaan mabuk. Mabuk kepayang, lebih tepatnya.
Suzy terus mendesah tertahan. Kesepuluh jemarinya meremas rambut Myungsoo yang sebagian nya kini sudah basah, sedangkan matanya terpejam menikmati sensasi yang baru pertama kali dirasakannya. Sensasi yang kalau Soojung bilang adalah surga dunia.
Mereka jauh dari kata having a sex, namun Suzy sudah basah sepenuhnya. Cumbuan Myungsoo bergerak liar, menciumi bibirnya hingga memar dan memerah. Sedangkan, tangan Myungsoo...
Astaga!
"Aku akan membunuhmu nanti...shh..." Ucap Suzy ketika merasakan satu dada-nya di remas pelan. Suzy merasakan cup pada bathing suits nya kini seperti kepenuhan. Kakinya bergetar hebat kala Myungsoo menghimpitnya keujung Jacuzzi. Menghimpit Suzy dengan tubuh topless dan keras milik laki-laki itu. "Kim Myungsoo!" Suzy menegang, ketika merasakan sesuatu menusuk perut telanjangnya.
Meskipun sesuatu itu masih terlapisi kain, namun tetap saja perempuan itu masih bisa merasakannya. Suzy mendorong Myungsoo sekuat tenaga hingga laki-laki itu mundur dua langkah. Wajah Suzy memerah ketika matanya tak sengaja melirik kebagian bawah tubuh Myungsoo, Suzy kemudian memalingkan pandangan, "Kau hampir memperkosaku! Sialan! Bagaimana bisa kau akan menjadi kakakku, heh?!"
"Kau yang menggodaku duluan, Suzy." Myungsoo mengusap wajahnya. Dia sama sekali tidak sadar kalau mereka berdua sudah bercumbu dengan panas di dalam jacuzzi. Hampir saja Myungsoo kelepasan.
"Aku hanya menyuruhmu menciumku! Bukan memperkosaku!"
"Astaga, perhatikan bahasamu. Orang-orang akan menyangka kalau aku akan memperkosamu sungguhan, padahal kau yang memancingku."
"Tidak, aku tidak!" Suzy memasukkan tubuhnya kedalam air hingga sedagu. Menatap Myungsoo dengan wajahnya yang memerah. Harus dia akui, kalau tadi ia hanya berniat mengetes Myungsoo saja. Dan sedikit penasaran karena temannya yang suka pamer itu--siapa lagi kalau bukan Soojung--selalu mengatakan pengalamannya berciuman di dalam Jacuzzi dan Whirlpool bersama Kang Minhyuk.
Myungsoo menghela napas. "Kakekku akan menolak cucu baru kesayangannya jika dia sampai tau kalau kau suka menggodaku, Suzy."
"Mwoya!" Suzy memberengut kesal. Menatap Myungsoo dengan mata menyipit, lalu berdiri. Meraih kimono mandinya di pinggiran Jacuzzi lalu keluar dan memakainya. Suzy mengikat tali kimononya sambil melirik bagian bawah Myungsoo, "Nenekku akan menuntut keluarga Kim jika ia tau kalau kau bahkan sampai bergairah dengan calon saudaramu sendiri!" Katanya dengan ketus. Lalu, pergi keluar dari dalam ruang Jacuzzi di dalam apartemen Myungsoo dengan menutup daun pintu di belakangnya dengan kasar hingga menimbulkan bunyi debaman yang keras.
***
Suzy sedang melakukan channel surfing ketika Myungsoo keluar dari dalam kamar. Dengan kaus hitam oblong sedikit besar, Myungsoo membawa handuk yang menggantung di lehernya ke rambut, bergerak acak untuk mengeringkan rambutnya.
Dengan menggunakan kaus putih milik Myungsoo yang dia ambil secara asal dari dalam lemari pakaian laki-laki itu yang nampak kebesaran di tubuhnya, Suzy melirik Myungsoo melalui ekor mata, kemudian berdecak, membanting remot tivi keatas sofa disebelahnya. "Yya, jangan berkeliaran di depanku!"
"Siapa yang berkeliaran di depanmu?" Myungsoo heran sendiri. Pasalnya, dia baru saja keluar dari dalam kamar, sedangkan perempuan cantiknya itu, sudah sejak tadi duduk sambil bersila diatas sofa di depan tivi. Myungsoo mengantung handuknya pada gantungan handuk di ujung ruangan dekat kamar mandi. "Lagipula ini rumahku, Suzy."
"Katamu milikmu adalah milikku juga!" Suzy menyandarkan punggungnya di sofa. "Yya, jangan duduk disini!" Suzy dengan gerakan berlebihan, merentangkan tangan dan kakinya, memenuhi lahan kosong di sofa panjang yang ia duduki ketika melihat tubuh Myungsoo berjalan mendekat kearahnya.
"Kau menjajahku? Bahkan di Apartemenku sendiri?" Wajah Myungsoo melongo saat mengatakannya, dahi nya berkerut, merasa heran dengan sikap Suzy yang semakin parah saja. Dalam hati dia heran, mengapa perempuan dengan sikap seperti inilah malahan yang mencuri hatinya?
"Kenapa kau tidak pulang saja, katanya tadi mau kerumah nenek?"
"Gin memberitahu kalau Nenek dan pengawalnya itu harus ke Jepang," Suzy menyipitkan matanya, "Kau mengusirku?" Tuduhnya.
Mengambil kedua kaki Suzy yang terjulur memenuhi sofa, lalu duduk dan membawa kaki itu keatas pangkuannya. Myungsoo menoleh, "Aku hanya bicara."
Suzy mengabaikan fakta bahwa kakinya dengan lancang diatas kedua paha Myungsoo. Perempuan itu menatap Myungsoo dengan cemberut. "Tadi kau mau memperkosaku, sekarang kau mengusirku?"
Tanpa diduga, Myungsoo dengan gerakan impulsif menarik Suzy hingga terduduk dipangkuannya. Membuat Suzy yang tidak mengira, kehilangan konsentrasi sehingga dengan mudah perempuan itu sudah mengikuti gerakan gravitasi yang tercipta,
"Yya!" Suzy berseru, ia tanpa sadar mengalungkan tangannya dileher Myungsoo. Jantungnya hampir saja lepas karena gerakan secepat kilat barusan.
"Akan kutunjukkan padamu bagaimana perwujudkan dari kalimat sialan yang sejak tadi kau ucapkan itu, Suzy."
Kemudian yang selanjutnya terjadi adalah, Myungsoo sudah mendaratkan bibirnya diatas bibir ranum milik wanita-nya.
***
Sun 4/7/19
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co