Truyen3h.Co

MUSIM DINGIN [✓]

10

nanayyyg_

"Adek gimana seminggu di sekolah?," tanya Baekhyun di meja makan.

"Baik yah,"

"Udah punya banyak temen kan sekarang?, kamu masih takut ga kalau di keramaian?,"

"Iya banyak temen yah, tapi masih sedikut gugup aja kalau lagi ngomong sama yang lain,"

"Yaudah gapapa, perlahan nanti jadi kebiasaan kok dek,"

"Kok bisa-bisanya sih lu dek, ketakutan sampe pingsan kaya kemarin." Ujar Jeffery mengambil roti tawar di meja.

"Gatau."

"Gatau gatau gatau, yang lu tau tuh apa?!."

"Gatau,"

"Udah bang ah, jangan di omelin mulu si adek."

"Dek lu ketemu sama tetangga kita gak di sekolah?, soalnya dia juga baru pindah ke Neo."

"Satu kelas malah."

"Wah, deket dong kalian,"

"Biasa aja bun, dia berisik anaknya, jadi Winter agak risih."

"Ih justru itu bagus, biar kamu bisa menyesuaikan diri kalau di lingkungan ramai."

"Kapan-kapan ajak main dia ke rumah kita dek,"

"Gamau Yah."

"Kok gitu sih, kamu tuh harus aktif cari temen, jangan diem sendirian terus di kamar."

"Kan adek udah punya temen,"

"Ya selain 3 anak curut itu,"

"Mereka bertiga udah cukup buat Winter."

"Dek, semua yang di saranin bunda sama ayah itu juga demi kebaikan lo kedepan nya, jadi turutin aja."

Winter terdiam dan berfikir, dia mendengus nafasnya kasar. Gadis itu menyesal karena lagi-lagi dia membantah perkataan orang tuan

"Maaf, adek coba sebisa adek yah bun..."

Sungchan merebahkan tubunya di kasur tingkat bagian atas. Lelaki itu masih ingin bermalas-malasan di hari libur seperti ini.

"Bosen," Sungchan melihat ke kasur bawah, tempat abangnya yang terlihat masih sibuk dengan ponselnya. "Abang jalan-jalan yuk,"

"Ups, mohon maaf gw mau jalan sama pacar baru,"

"Ha?. Lo udah jadian sama Somi?,"

"Udah dong,"

"Pakek pelet apa lo bang, cepet banget dapetnya."

"Enak aja. Muka ganteng gw gak perlu pake pelet-peletan  untuk dapetin cewe," jawabnya.

"Halah. Trus lo ga deketin adeknya bang Jef dong?,"

"Engga, buat lo aja."

"Ih gamau. Uchan maunya sama musim dingin." Ujar nya tegas. "Eh tapi kok gw ngerasa aneh ya bang, masa temen-temen yang lain ga panggil dia musim dingin."

"Trmms panggil nya apa? Musim panas?."

"Bukan. Temen-temen Panggilnya nter atau ga Winter,"

"Loh! Sama dong kaya nama adek nya bang Jef,"seketika wajah gadis itu teringat di wajah Eric. "Eh?, teori konspirasi apalagi ini miskah?,"

"Tunggu-tunggu. Kok gw ngerasa aneh ya,"

"Sejak kapan lo ga aneh."

"Bang Winter itu artinya apaan?."

Eric berfikir sebentar "Ter-menang," jawab Eric asal.

"Ih sesat nanya sama lo mah, mending gw tanya gugel." Dengan sigap lelaki itu membuka ponselnya dan mengetikan beberapa kata.

"Kenapa ga daritadi!."

"Tuhkannn!. Abang ini beneran teori konspirasi!."

"Apaansih!, gausah pake loncat segala!. Ini kalau kasurnya roboh gw ikut ketiban bego!."

"Yaudah maap. Setelah penelitian Sungchan selama beberapa menit tadi, arti dari Winter itu bukan ter-menang, ini abang tingkat kebegoan nya emang sudah mendarah daging kayanya!." Ujar Sungchan.

Eric yang mendengarnya cuma bisa menggerutu kesal. Dia gaboleh marah hari ini, karena hatinya lagi berbunga karena gadis pujaanya.

"Jadi bang!. Winter itu artinya musim dingin. Musim dingin itu Winter. Jadi intinya musin dingin dan Winter adalah sama." Ujarnya berbelit.

"Tunggu, lu ngomong belibet gitu anjir." Eric bangkit dari tidurnya, dan beralih mengambil handuk di lemari. "kemarin bang Jef bilang, kalau adeknya sekolah di Neo juga, mungkin satu angkatan sama lo."

Pikiran Sungchan saat ini terhantam dengan semua teori ini, entah dia yang merasa dirinya terlalu bodoh, atau ini memang teori yang sulit untuk di jawab.

"Lohhh!." Eric dan Sungchan saling bertatap.

Kemudian keduanya tersadar. "JANGAN-JANGAN!."

Sontak Sungchan langsung melompat dari kasur tingkatnya, dan berlari menuruni tangga, dia berlari cepat dengan gaya layaknya naruto.

"Sungchan goblok!. Nanti kalau kasurnya roboh, gw yang ketiban!."

"Loh mau kemana kamu Chan?," tanya Jaejoong bingung melihat anaknya berlari kencang.

"Mau nemuin masa depan Uchan pah!." Teriaknya keluar rumah.

Sungchan berlari melupakan sendal nya dirumah, dengan segera dia menuju ke rumah bewarna pink disampingnya, tak memperdulikan panasnya jalanan yang dirasa pada telapak kakinya saat ini.

Sungchan berdiri ragu di depan pintu tersebut, dia mengatur nafasnya terlebih dahulu, dan menyisir rambutnya agar sedikit lebih rapih.

Tok tok tok

"Punten gopud," teriaknya.

Cklek

Matanya bulat membesar melihat orang yang membuka pintu rumah tersebut. Tolong seseorang, ingatkan Sungchan untuk bernafas.

"Ngapain kesini?,"

"Bentar-bentar, Sungchan sesek nafas," ujarnya memegang dada saat ini.

"asma?,"

Sungchan menggeleng. "Jadi!. Selama ini Musim dingin adalah Winter dan Winter adalah musim dingin, terus Winter musim dingin adalah sama?". Ujarnya dalam satu tarikan nafas.

"Haa?,"

"Kenapa aku baru tau kalau kamu adeknya bang Jef!!!."

"Mana gw tau,"

"Emang ya, kata orang, kalau jodoh pasti akan di pertemukan," Sungchan tersenyum manis menatap Winter.

"Udah selesai ngomongnya?," Sungchan menggeleng.

"Aku main ke rumah kamu boleh?,"

"Gak."

"Kok gaboleh, padahal bang Jeff bilang, kalau mau main ke rumah, ya tinggal dateng."

"Kan bang Jeff yang ngomong bukan gw."

"Ada siapa dek?," tanya bang Jef menghampiri Winter.

"Bukan sia--,"

"Loh Chan, akhirnya mampir kesini juga lo, ayok lah masuk main ps sama gw," Sungchan tersenyum menang ke arah Winter.

"Jangan senyum-senyum lo!."

Jeffery membawa Sungchan masuk ke dalam rumah, dan duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Winter kembali ke sarangnya, untuk bermalas-malasan seperti biasanya.

"Bang Jeff, adek lo kenapa galak banget sih," 

" tapi gw suka," ujarnya frontal.

"Lah lo suka sama adek gw?!,"  Jeffery tertawa kencang, baru tau dia bisa ada yang suka sama macan putih kaya Winter.

"Kok lo ketawa sih?." Heran Sungchan.

"Tapi seriusan lo suka sama Winter?,"

"Iya bang, sumpah deh. Pertemuan gw sama dia tuh kaya takdir. Berawal dari tukang somay di taman." Ujar Sungchan mengambil satu stick ps yang diberikan Jeffery.

"Tapi bang..., lu gak ngelarang gw suka sama adek lo kan?,"

"Suka itu wajar, gaada yang bisa ngelarang. Bagus deh kalau lo suka sama adek gw, tapi hati-hati aja dia galak."

Sungchan sontak setuju dengan ucapan Jeffery, "Banget bang!."

"Ah iya..., dia rada introvert, jadi rada susah bergaul,"

"Trus trus apalagi bang, gw pengen mengenal lebih dalam masa depan gw nanti." Jeffery menggeleng kepala dan tertawa.

"Nanti lo juga tau sendiri Chan, ada banyak yang harus lo tau tentang Winter, tapi gw gabisa bilang langsung."

" Lo nanti juga akan tau dari Winter sendiri, kalau dia udah ngerasa nyaman sama lo," Sungchan paham.

"Jadi, lo setuju kan bang, kalau gw deketin musim dingin,"

"Setuju aja sih, asalkan jangan pernah kecewain adek gw...., atau nanti batang leher lo ilang," 

©nanayyyg_



Yang bikin Sungchan sesak nafas

Vote itu tidak bayar kawan:)

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co