Truyen3h.Co

MUSIM DINGIN [✓]

9

nanayyyg_

Semenjak hari kemarin, Sungchan jadi merasa ragu untuk mendekat ke Winter. Dia gak takut cuma merasa sedikit ragu.

"Woy Chan, napalu?," tanya Guanlin menepuk bahu Sungchan.

"Ah? G-gapapa,"

"Muka lo napa sih?, muka panik banget kaya orang nahan berak tau gak."

"Sialan."

" ayo woy ke lapangan, keburu pak atuy marah," ujar Chenle selaku ketua kelas.

"Eh iya bentar, tali sepatu gw copot, kalian duluan aja," ujar Sungchan bohong.

"Yaudah jangan lama-lama lo,"

"Iyaa."

Sebenarnya Sungchan sedang menunggu gadis yang masih diam di kelas sejak tadi. Sungchan menghampiri sang Musim dinginnya, dengan berjalan secara perlahan.

"Musim dingin," panggil Sungchan membuat Winter menoleh.

"Gak ke lapangan?,"

"Nanti,"

"Ayo bareng,"

"Gausah."

"Ck, ayo cepet, keburu pak atuy marah. Kata Chenle pak Atuy galak tau."

"Oh,"

"Ayo cepet lama banget sih, tuh liat deh udah pada baris rapih kan," ujar Sungchan menunjuk ke jendela kaca.

"Eh iya!. Bentar gw ambil botol minum, lo duluan aja."

"Aku tungguin."

"Ck. Serah," Winter buru-buru ambil botol minumnya.

"Udah?," tanya Sungchan lalu Winter mengangguk. "Ayoo cepet keburu diomelin," ujarnya menarik tangan Winter untuk berlari.

Winter yang kaget gabisa melakukan apa-apalagi, dia cuma bisa mengikuti langkah Sungchan yang membawanya ke lapangan.

"Abis kemana aja kalian?!." Tanya Pak Yuta selaku guru olahraga.

Wunter sontak menepis gandengan tangan Sungchan, "m-maaf pak, tadi saya ambil botol minum dulu," jawab Winter.

"Ini kamu yang badannya bongsor abis kemana?,"

"Abis nungguin calon masa depan saya ambil botol minum pak," jawab Sungchan keceplosan, membuat para siswa yang lain sontak kaget.

"Wey anak baru gercep amat," ujar Guanlin.

"Cie cie cie ahayyyy neng nter nter," goda Ningning menatap Winter.

"Kalian pacaran?!." Tanya Pak Yuta tegas.

"E-engga kok pak!. Ini dia aja yang ga waras." Jawab Winter nunjuk Sungchan.

"Yah padahal saya berharapnya kalian pacaran," ujar Yuta selanjutnya.

"Tuh tanda kuning dari pak Atuy sudah meluncur," teriak Guanlin.

"Tanda hijau bego!," kesal Karina.

"Yaudah kalian berdua masuk baris." Ujar Yuta ke Winter dan juga Sungchan.

"Nter sini nter dibelakang gw," panggil Ningning dan gadis itu menurut.

"Jumlah siswa nya ada 14 siswi nya ada 14,"

"Cakeppp," sahut Daehwi.

"Bukan pantun!."

"Maaf kakanda Atuy," gumam Daehwi.

"Sekarang cowo-cewe berpasangan, kita adain lomba lari tiga kaki, nanti salah satu kaki kalian disatuin sama pasangan nya." Ujar Yuta.

"Temannya bebas kan pak?," tanya Chenle.

"Gak. Semuanya bapak yang pilihin,"

"Tuhkan bener firasat gw, gw pasti ketemunya lo lagi, sial banget kayanya hidup gw." ujar Guanlin kepada Ningning.

"He?! Hidup gw lebih sial ketemu lo. Liat lo napas aja kayanya gw dendam lin," ujar Ningning.

"Fix 1000% musim dingin jodoh gw." Gumam Sungchan saat ia terpilih menjadi pasangan Winter.

"Sim sim, kamu tau kan cara mainnya?," tanya Sungchan ke Winter.

Winter natap aneh Sungchan dalam sekejap,"tau. Tapi kita agak jaga jarak bisa ga?," ujar Winter karena sesak napas Sungchan megang bahunya terlalu kencang.

"E-eh iyaa maaf,"

"Udah siap belum semua?," tanya Pak Yuta dengan nada semangat.

Semua murid sontak menjawab bersamaan "Udahh pak,"

"Okay jadi 5 pasangan dulu yang mulai, Winter X Sungchan, Ningning X Guanlin, Giselle X Shotaro, Karina X Yangyang, Daehwi X Aisha," ujar Pak Yuta.

"Daehwi awas nanti tambah gepeng kalau jatoh ketiban Aisha," ujar salah satu teman.

"Mulut kalian di jaga ya teman-teman," ujar Daehwi.

Suara riuh makin terdengar keras, banyak dari mereka yang berteriak untuk menyemangati dan juga ada yang malah teriak ga jelas kaya Chenle.

"Musim dingin, kok tiba-tiba tangan kamu keringet dingin gini sih?," tanya Sungchan.

"E-enggak kok, biasa aja."

"Yang bener loh, kalau sakit mending kita gausah ikut." Ujar Sungchan.

"Gw gapapa,"

"Ayo jangan berisik, semuanya bersiap," semua nya diam sesuai perintah Yuta.

1

2

3

Mulai

"Musim dingin ayo lari!!!. Jangan diem aja,"

"Eh iya iya," jawab Winter ragu dan langsung mengikuti pergerakan kaki Sungchan.

Kedua pasangan itu berlari bersama dengan salah satu kaki mereka yang terikat. Winter tampak kebingungan, semua suara terdengar semakin keras dan lebih histeris.

Sungchan yang yang merasa sedikit oleng langsung mengenggam bahu Winter dengan tangan kirinya. "Ayoo cepet!!."

"Ish sabar, sakit kaki gw!."

"Ningning yang bener anjir jalannya."

"Lo yang ga bener bego, badan lo ketinggian gw jadi susah seimbangin."

"Rin jalannya beraturan, kanan kiri, kanan kiri, kanan kiri..." ujar Yangyang ke Karina langsung di ikuti Karina.

"Oke oke, kanan kiri..."

Gubrakkk

"Baru juga dua langkah udah jatoh,"

"Tuhkan bener dugaan gw, pasti yang jatoh duluan Daehwi sama Aisha," ujar Chenle dengan ketawa lumba-lumbanya.

"Musim Dingin, ayo cepet, itu Karina sama Yangyang udah mau balap kita!."

Winter menoleh melihat ke Yangyang dan Karina, dan benar kata Sungchan. Ternyata posisi mereka saat ini sama.

"Ayoo semangat!."

"Kita harus menang!."

Dengan segera Winter ikut menautkan tangan kanan nya di pinggang Sungchan, dan berjalan lebih cepat.



"Yassssss couple terpaporit uwi menang!!!," teriak Daehwi semangat walaupun dirinya kalah.

"Anjay anak baru menang,"

"Weh jago juga lo Chan bisa ngalahin gw,"

"Wihhh Sungchan Winter selamat selamat,"

"Yey nter nter menang," senang Giselle.

"Selamat ya,".

"I-iya makasih,"

Semua siswa mulai berdatangan mengucapkan selamat, beberapa anak lelaki juga tengah sibuk menggendong Sungchan dan melemparkan tubuhnya keatas.

Gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk tenang dari keramaian, tapi nihil. Tanganya kini semakin bergetar dan dingin, kakinya melemas, sehingga sekian menit kemudian pandanganya kabur.

Brukkkk

"Musim dinginnn!!!,"

©nanayyyg_

Slow update monmaaf hehe:)

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co