21
Sudah sekitar tiga hari Winter terbaring lemas di rumah sakit belum, belum ada tanda-tanda sedikit pun dari Winter untuk sadarkan diri.
Tiga hari itu juga Sungchan selalu menemani Winter, setiap pulang sekolah pasti ia akan menjenguk Winter sampai larut malam.
Walaupun tak banyak yang ia lakukan disana. Hanya menghabiskan waktu sekedar bercerita seorang diri, membahas hal-hal lain tentang nya dan gadis itu, walaupun ia sadar bahwa hal itu tidak akan mendapat respon dari sang gadis.
"Musim dingin..., Sungchan masa depan musim dingin yang ganteng nya melebihi Shah rukhan datang!!!!," ucapnya semangat memasuki ruangan lalu memilih duduk di bangku samping ranjang Winter.
"Ih heran deh, makin hari makin cantik. Kalau kaya gini kan aku jadi makin cinta hehehe. Kamu pasti dengernya jijik ya?," ia terkekeh seorang diri.
"Ih kamu harus biasain denger ucapan aku, soalnya kan nanti kita bakal tinggal bareng di masa depan. Ucapan aku bakalan jadi makanan sehari-hati kamu, jadi latihan aja dulu,"
Sungchan mengambil tangan Winter yang masih tersambung dengan infus. "Musim dingin..., tau ga?, hari ini di sekolah lumayan berat, tapi engga seberat yang udah kamu rasain selama ini."
"Kamu..., jangan lama-lama tidurnya ya, aku kangen nih. Kamu emang gak kangen aku?,"
"Nanti kalau kamu udah bangun, aku janji akan ajak kamu ke suatu tempat, cuma kita berdua, biar gaada yang ganggu eheh,"
"Oh iya, maaf hari ini aku gabisa temenin kamu lama-lama, nanti bang jeff bakalan kesini kok."
"Aku pulang dulu ya, kamu cepet bangun. Aku kangen tau, kangen kamu pukul aku, kangen mata galak kamu, kangen semuanya. "
" iya-iya aku tau kamu sayang juga sama aku, i love u too," halunya.
"Dadah masa depan,"
"Dadahhhh dadahhhh, aduh ga rela kan mau ninggalin,"
"Udahlah aku pulang ya, bye-bye jangan rindu."
Chup
Sungchan memberikan satu kecupan di kening Winter, "cepet sembuh ya," ujarnya lalu keluar dari ruangan.
Gadis itu mengurung diri nya dalam kamar, masih dengan rasa kesal dan juga emosi di kepalanya yang tak kunjung mereda.
Di beberap saat dia juga melampiaskan kekesalan nya dengan melukai diri sendiri. "Gw ga salahhhh!!!!."
"Sha, lo jangan kaya gini. Mending kita ngaku aja kalau kita salah," ucap Jina di angguki Jena.
"Enggak!. Gw gamau!. Gw masih bisa ngalahin Winter!. Kalian harus bantuin gw!."
Jena dan Jina justru menggeleng pelan kepalanya, "maaf Sha, g-gw gabisa melangkah lebih jauh lagi."
"Gw juga Sha, g-gw gamau masuk dalam masalah lagi, maafin kita,"
"Sialan kalian!. Kenapa kalian justru ninggalin gw disaat kaya gini?!,"
Brak
Shasha mendorong kedua tubuh gadis itu. "Kalian munafik!. Kalian semua sama aja?!. Pergi !, gw muak liat muka kalian!
"Maaf Sha...," mereka berdua keluar dari kamar Shasha.
"ARGHHHHHH!!!,"
"Semuanya hancur gara-gara lo Winter!."
"Gw benci lo dari dulu!. Lo udah hancurin kebahagiaan gw!." Shasha menjambaki rambutnya dengan penuh kekesalan.
Tak ada satu orang pun yang perduli dengan nya, tak ada satu orang pun yang menemani nya di saat terbawah seperti ini, bahkan orangtua nya sekalipun.
"Gw gabisa gini!."
"Sisa satu lagi Winter, satu hal lagi yang akan ngerusak kebahagiaan lo saat ini." Wajah nya yang murung kini malah di penuhi dengan senyuman jahat.
"Jadi gimana nih?, gw udah aduin ke Pak Johny, tapi dia bilang kita harus punya bukti," ujar Sungchan kepada teman-teman nya.
"Ck. Ribet juga sih kalau kaya gini," Ningning membuang nafasnya resah.
"Berarti kalau ga ada bukti, si Shasha bakalan bebas gitu aja dong?, tanpa ada hukuman sedikit pun?," tanya Guanlin.
"Iya, lagi pula kan kita tau, kalau bapak nya Shasha kepsek. Jadi bisa aja dia dengan mudah nutupin semua kesalahan Shasha," jawab Karina.
"Gw gak rela banget kalau tuh cewe ga dapet hukuman. Berani-berani nya dia ngelukain musim dingin!,"
"Sabar Chan sabar, kita cari jalan yang terbaik," Ujar Giselle.
"Jadi intinya, yang kita butuhin saat ini cuma bukti kan?," tanya Chenle dan mereka semua mengangguk.
"Luka-luka Winter kan bisa dijadiin bukti kekerasan si Shasha."
"Tapi itu ga cukup Le, harus lebih dari itu."
"Cek Cctv gudang aja," saran Ningning.
"Percuma Ning, Shasha itu licik. Dia udah matiin cctv di gudang,"
"Tunggu-tunggu, otak Daehwi mau berfikir sejenak,"
"Emang lo punya otak Wi?," tanya Guanlin.
"Sialan!. Gini-gini otak gw juga berguna ya untuk pecahin teori di mv lagu kpop,"
"Yeh, kan ini beda bodoh."
"Tunggu!!!!!. Jadi yang kita butuhin itu bukti kan?, kalau video kejahatan nya Shasha bisa dijadiin bukti juga ga?,"
"Ya bisalah!."
"Bilang dong dari tadi. Nih gw ada videonya," ujar Daehwi mengeluarkan ponselnya.
"SERIUSAN?!." Daehwi mengangguk menang.
"Nih coba liat, pas kemarin Karina akting tuh menurut gw keren banget, sampe nangis-nangis gitu, jadi gw videoin aja. Kali aja ntar pas dia gede bisa debut jadi artis,"
"Anjir!. Pinter bener lo,"
"Sekarang terbukti bener, kalau lo yang punya akun gosip sekolah ini Wi," ujar Giselle.
"Bangga gw sama lo Wi,"
"Giliran gini aja di puji, tadi di maki-maki." Kesal Daehwi.
"Ya maap."
"Yaudah nih video lu kirim ke gw, besok langsung gw kasih ke pak Johny."
"Tapi yakin bakal berhasil nih?," tanya Chenle membuat Sungchan ragu.
"Yang penting coba dulu. Ga perduli gw walaupun bapak nya Shasha kepsek."
Hari ini semua siswa Neo di gemparkan dengan satu berita di mading. Semuanya berkumpul penasaran untuk melihat berita tersebut.
Tak sedikit juga dari mereka yang merasa tidak percaya dengan berita tersebut. Berita yang kini tersebar malah semakin menjadi bahan gosip dari semua orang, banyak pihak yang mendukung namun ada juga yang malah menggunjing.
'Kasian sumpah, dia masih kecil banget pas kejadian itu,'
'Iya pasti trauma berat tuh,'
'Eh masa sih?, ga percaya gw. Masa gadis mukanya lugu gitu ternyata udah enggaa....,'
"Itu apaansih Lin?," tanya Sungchan ke Guanlin.
"Lo nanya ke gw?. Gw aja baru dateng bego!."
"Ck. Liat aja yuk, Daehwi penasaran nih."
"Dasar lambe turah," gumam Chenle.
Sungchan dan yang lain mendekat ke arah mading. Tak lupa dengan gerak nya yang kasar membuat banyak orang terdorong ke belakang.
Guanlin menatap Sungchan yang hanya terdiam membisu melihat berita tersebut. "Chan...," panggil Guanlin.
Sungchan mengepalkan tangan nya. "SIAPA YANG BERANI NARO BERITA KAYA GINI DISINI SIH?!."
"Chan sabar Chan, jangan emosi."
"GIMANA GW GAK EMOSI LE!. INI TERMASUK PRIVASI ORANG!." Sungchan merobek semua kertas berita di mading, dan mengambil foto gadisnya yang tersebar di mana-mana.
'Ih apaansih lebay banget marah-marah kaya gitu, pasti dia udah jijik tuh sama si Winter setelah liat berita ini'
"MULUTLU BISA DIEM GAK ANJING!. GW LEBIH JIJIK SAMA OMONGAN LO YANG SUKA NGERENDAHIN ORANG!." Tegas Sungchan di depan gadis yang baru saja membicarakan nya.
"Diem kalian semua!. Kalau ada yang ngomongin Winter lagi, gw patahin leher kalian satu-satu." Ujar Guanlin menunjuk setiap siswa.
"Chan, kayanya gw tau siapa yang lakuin ini semua," - Chenle.
Sungchan paham dengan mata Chenle "siapa lagi kalau bukan dia le." Selesai menyelesaikan kalimat itu Sungchan segera berlari menelusuri setiap ruangan.
"Di gudang mungkin Chan," - Daehwi.
Dengan segera Sungchan menuju Gudang dengan wajah penuh amarahnya, dan juga emosi yang sudab tak tertahan. Dia sungguh membenci gadis licik itu!.
Brak
"SHASHA?!."
"Eh malaikatnya musim dingin dateng," ujar Shasha dengan wajah licik nya.
"Gw tau lo kan yang sebarin ini semua?!,"
"Eh ketauan banget ya?," Shasha mendekat satu langkah lagi ke arah Sungchan "bagus deh kalau udah tau. Biar lo sadar betapa jijik nya gadis itu."
"JAGA MULUT LU!." Sungchan menarik kera baju Shasha, otak nya kini semakin panas jika melihat gadis itu.
"Chan!. Woy dia cewe bego. Sabaran dikit, jangan pakai kekerasan!." Mendengar ucapan Guanlin membuat Sungcha tersadar, segera melepaskan tanganya dari kera baju gadis itu.
Sungchan mengacak-acak rambutnya "Lo tau gak Sha?, gw juga kaget banget pas tau berita ini, tapi yang bikin gw kaget lagi, kenapa gw tau berita ini dari lo Sha!. Berita yang lo sebarin ke semua orang!."
Shasha terdiam tak bisa berkata "Sha. Lo bahagiakan sekarang?!. Lo bahagia liat temen lo sekarat di rumah sakit, sedangkan lo disini malah seneng-seneng nyebarin aib dia?!."
"Lo jahat Sha!. Lo gatau betapa kerasnya gadis itu untuk belain lo, dia berkali-kali bilang, kalau lo itu ga sepenuhnya jahat!. Kalau lo itu cuma salah paham tentang semua ini. Lo udah tega banget Sha, lo tega ngelukain orang sebaik dia,"
"Dia salah apasih sama lo?!. Jujur gw disini gatau apa-apa tentang kalian, gw cuma kaya orang bego yang selalu pengen selamatin dia, tapi gw yakin ini semua bukan salah dia."
"Begitu juga dengan berita ini!. Semuanya bukan salah dia, itu cuma salah orang bajingan yang gatau diri untuk ngerenggut harta berharganya. "
"Gw sekarang tau kenapa dia dulu susah banget bergaul sama temen-temen lain, kenapa dia selalu ketakutan ketemu orang baru, kenapa dia selalu takut untuk membuka jati dirinya, kenapa dia selalu merasa ga pantas untuk dapet cinta, dan ternyata semua itu karena hal ini Sha, semuanya pasti berat banget untuk dia "
"Kenapa lo setega itu sama dia?!. Dia sejahat apa sampai lo lakuin ini semua?!. Apa dia ngelukain lo, sama yang kaya lo lakuin ke dia?,"
"Liat diri lo sekarang Sha, liat di cermin. Coba fikirin baik-baik, siapa yang salah dalam semua konflik ini, coba buka fikiran lo Sha. Balas dendam bukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah!."
Sungchan melanggangkan kakinya pergi dari tempat itu.
Mading Sma Neo
Note :
Mohon maaf sebelumnya karena aku update lama banget ya:(.
Oh iya aku juga ngerasa cerita ini mungkin terlalu sensitiv topik permasalahan nya. Tapi aku ingetin lagi ya guys, ini cerita cuma fiksi belaka, yang hanya terjadi di dunia imajinasi.
Dan aku harap kalian ga akan sangkut pautkan dengan dunia nyata ataupun dengan cerita lain nya.
Sekian terimakasih untuk kalian yg udah baca note ini.
Tuh tadi siapa yang nanyain kapan update?, aku update beneran nih
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co