Truyen3h.Co

MUSIM DINGIN [✓]

3

nanayyyg_

Dont forget to vote :)

Happy Reading

Sungchan mengendarai sepedanya dengan cepat, sesekali terbayang wajah lembut gadis tadi. Ah Sungchan merutuki kegilaanya sudah sangat-sangat gila mengendarai sepeda sembari tersenyum sendiri.

Tak lupa dengan beberapa orang yang memperhatikan lelaki itu dengan tatapan yang sungguh aneh.

"Apa lo liat-liat!," tanya Sungchan kepada seorang gadis yang menatapnya aneh.

"Eh-eh e-enggak kok mas," ujar gadis itu menunduk kebawah takut.

"Galak. untung mas nya ganteng jadi masih bisa di maafkan," lanjut gumamnya.

Sungchan hanya menggeleng kepalanya lalu lanjut mengayuh sepeda sampai ke pekarangan rumah.

Lelaki itu memasuki rumahnya masih dengan senyuman dan fikirannya ysng penuh tentang gadis tadi.

"Musim dingin," gumam Sungchan tersenyum

"Ha? Musim dingin? Apaan yang musim dingin?," tanya Koeun saat melihat adiknya masuk ke dalam rumah sembari tersenyum dan membawa kantong plastik pada tangan kirinya.

"E-enggak bukan apa-apa,"

"Adek kenapa sih? Kok senyum-senyum terus dari tadi," tanya Victoria sang Mama dari sofa ruang tamu.

"Dia kan radak stress mah, jadi sering senyum-senyum sendiri," tambah Echan.

"Mah..., cinta pandangan pertama itu bener ada ya ma?," tanya lelaki itu dan mendudukan dirinya di Sofa, duduk diantara Echan dan juga Koeun.

Victoria yang tadi sibuk dengan ftv nya kini langsung beralih menatap Sungchan kaget.

"Aduhh ada apani anak mama, tiba-tiba nanyain cinta?,"

"Jengjeng ada Apeni...," goda Echan sembari mengunyah popcorn dan masih sibuk dengan Ftv yang ia tonton.

"Hmmm gimana ya..., mah tapi kalau Uchan suka sama orang itu wajar ga mah?,"

"Ga wajar kalau suka nya sesama jenis," celetuk Koeun.

"Ya enggak lah. Uchan masih normal ."

Echan menoleh ke arah Sungchan. "Lu kenapa sih?, lu pasti lagi suka sama orang kan? Kan? Kan?,"

"ayo cerita cerita sekarang!. Gamau tau." dia sudah tak memperdulikan ftv yang ia tonton saat ini, karena menurutnya sekarang drama hidup adiknya lebih seru daripada Ftv .

"Jadi gini..., tadi kan Uchan ke taman bang. Terus karena ada tukang Somay Uchan berhenti dan beli dulu. Uchan beli Somay 4 bungkus,"

"Terus apa hubunganya, kisah cinta lo sama tukang Somay?," bingung Echan.

"Sabar dulu dong, jangan dipotong-potong kalau Uchan lagi ngomong!."

"Lahk kok ngamok?!, kan gw cuma nanya,"

"Ck, yaudah terus gimana lagi?," tanya Koeun kesal dengan suara ribut kedua adiknya.

"Trus pas mau bayar, Uchan bilang ke abangnya 'bang kembaliannya buat abang aja'. "

"Setelah itu abangnya senyum, abangnya bilang kalau Uchan tuh baik, ganteng, ramah terus--,

"Jadi lo jatuh cinta sama abang Somay?!," celetuk Echan.

"YA ENGGAKLAH!. Makanya dengerin dulu bang!. " Kesalnya.

"Aduhh ribut terus sih kalian ini, udah ah lanjut ceritanya Chan, lagi seru nih. " ujar Victoria yang masih fokus dengan cerita sang anak.

"Trus mah, kan Uchan mau makan Somay nya di taman. Pas Uchan jalan sambil buka Somay, ga sengaja nabrak orang. Uchan minta maaf tuh, trus dia juga baik, dia minta maaf juga Uchan, padahal Uchan yang nabrak dia."

"Tapi gatau kenapa suaranya pas ngomong keliatan kaya takut, tangannya juga gemeteran gitu,"

"Dia takut sama lu kali, lu kan muka nya kaya om-om pedo," ujar Echan langsung mendapat tatapan tajam dari sang Mama.

"maaf kanjeng Mami," lanjutnya menyatukan tangan memohon maaf kepada Sang mama.

"Terus tau gak mah, bang, kak...?," ujarnya membuat yang lain penasaran.

"Ya gak tau lah bego!, kan lu belum ngomong."

"Abang~,"

"Maaf mami mulut Echan refleks untuk ngehujat Uchan,"

"Terus gimana lagi Chan?," tanya Koeun yang ikut penasaran.

"Pas palanya keangkat dan matanya indahnya natap Uchan, jantung Uchan langsung dugun-dugun gak karuan,"

" Tapi Uchan juga ga yakin kalau itu cinta, karena Uchan ga pernah ngerasain hal kaya gini sebelumnya."

"Fix ini mah lu suka sama cewe itu!," tegas Koeun.

"Setuju," tambah Haechan. "Cantik gak?!,"

"BANGET BANGGGG!. Mukanya adem banget kalau diliat, sumpah dah kalau abang liat pasti langsung mimisan, " Histeris lelaki itu mengingat gadis di taman tadi.

"Ihhhh jadi penasaran!, nyesel gw gaikut lu tadi, tapi mana mungkin sampe mimisan gitu, 100% ga percaya. " ujarnya menyesal sembari mempoutkan bibir.

"Bagus sih abang ga ikut, coba bayangin kalau abang ikut ke taman terus ketemu cewe itu, pasti udah langsung abang kardusin abis itu dia lari ketakutan ngeliat abang yang modelan kaya terong-terongan pinggir jalan."

"Sungchan, gw masih sabar ye ini. Kalau gaada mama abis lu sama gw."

"Itu namanya takdir dek, secara tiba-tiba kamu ketemu gadis itu dan jatuh cinta sama dia."

"Tuhan itu ngejalanin semua alur yang ia buat se-sempurna mungkin, sampai terkadang kita ga sadar itu semua adalah takdir." Ujar Victoria kepada anaknya.

"Iya mah bener, kira-kira Uchan bakalan ketemu dia lagi gak ya?,"

"Kayanya engga," ujar Koeun.

"Kalau menurut mas anang sih kalian akan ketemu, tapi gatau menurut bunda Maya," ucap Echan menunjuk mamanya.

"menurut mama sih, kalau emang dia takdir kamu pasti akan di pertemukan lagi, kamu sabar aja, biar waktu yang berjalan dan mempertemukan kalian berdua." Sungchan mengangguk-angguk paham dengan ucapan Sang Mama.

"Sayang mama banyak-banyak," ujar Uchan memeluk mamanya.

Victoria menggeleng kepalanya gemas dengan tingkah anak bontot nya. "Dasar anak bayi Mama masih aja manja kaya gini, kamu tuh udah jadi bujang dek, jangan manja terus."

"Biarin, kan manja nya ke mama Uchan, bukan ke mama nya orang lain. "

"Cih. Manja dasar." Ujar Echan sinis.

"Iri?! bilang bos!." jawab Sungchan mengeratkan pelukannya sang Mama.


"Abang beliin nugget dong di supermarket depan." Teriak sang Bunda yang sibuk di dapurnya.

"Suruh Winter aja Bun, abang lagi belajar, capek tau."

"Abang, kan si adek lagi keluar sama temennya, cepet beliin! kamu dari tadi juga cuma rebahan doang, capek darimananya?!."

"Ini adek gw kalau bagian di suruh-suruh kenapa selalu ga bisa sih. " Gumam nya sendirian.

Jeffery membuang nafas malas, kemudian menghampiri Bunda nya di dapur.

"Mana uangnya?," tanya lelaki itu malas.

"Nugget yang biasa Bunda beli 1 bungkus, kembaliannya buat abang," ujar sang Bunda memberikan satu lembar seratus ribuan, membuat mata Jeffery otomatis berbinar.

"Seriusan???!!,"

"Iya sana cepet, jangan lama-lama,"

"Oke siap Bunda ku sayang, makasih I lop yu tri tausen," Jeffery mencium pipi bundanya kemudian semangat pergi ke supermarket.

Dengan langkah semangat Jeffery keluar dari rumahnya dan lebih memilih untuk berjalan ke supermarket karena jarak yang tidak terlalu jauh.

"Sore Jeff, mau kemana nih? Tumben keluar sore-sore gini," sapa tetangganya dengan nada ramah.

Mendengar sapaan itu, jeffery otomatis tersenyum manis, "Sore juga Rose, aku mau ke supermarket depan, kamu mau kuliah?"

"Owalahh, iya nih, lagi ada jadwal. Kalau gitu aku duluan ya Jeff," ujar gadis itu masuk ke dalam mobilnya.

"Iya hati-hati Rose, semangat kuliahnya."

"Iya Jeff makasih, kamu juga hati-hati." Kemudian gadis itu melajukan mobilnya dan meninggalkan Jeffery.

"Ditinggal sendirian lagi deh:)," gumam lelaki itu sendirian.

"Permisi bang," panggil seseorang.

"Oh iya, kenapa?,"

"Mau nanya supermarket deket sini dimana ya?, gw baru pindah jadi kurang tau daerah sini."

"Owh gw juga mau ke supermarket kok, bareng aja gajauh dari sini,"

"Owh oke deh bang, btw nama lo siapa bang?,"

"Jeffery, kalau lo siapa?,"

"Eric panggil aja Echan,"

"Rumah lo yang no23 bukan sih?," tanya Jeffery

"Nah iya bener, kemarin baru pindah."

"Owh kita samping-sampingan dong, gw di no 22," ujar nya.

"Wah tetangga baru asoy, salken bang,"

"Iya salken juga, kapan-kapan main ke rumah gw lah, main ps bareng,"

"Wihhh pasti nanti gw main," semangat Echan menjawab pertanyaan itu. "Btw lu anak tunggal bang?,"

"Engga kok, gw punya adek cewe,"

"Uwahhh jomblo ga dia bang?,"

"Dia mah jomblo sejak lahir, adek gw tuh anak rumahan jadi jarang keluar. Cuma hari ini dia lagi di paksa keluar sama temennya, saking nolepnya tuh anak,"

"Baru tau gw ada ya cewe kaya gitu, padahal kebanyakan cewe zaman sekarang pada bosen di dalam rumah, dan pada milih mejeng di mall," jawab Echan yang sesuai dengan pengalaman hidupnya selama 18 tahun ini.

"Ya gitu deh,"

Ah saking asik nya perbincangan mereka, membuatnya tak sadar kini sudah sampai di supermarket.

Mereka berdua masuk ke dalam supermarket tersebut, tak usah heran dengan para mata gadis yang memperhetikan kedua lelaki tampan itu.

"Lo beli apaan bang?,"

"Fiesta," jawab Jeffery sontak membuat mata Echan membesar.

"Serius lo?,"

"Ngapain boong,"

"Lo udah kawin bang?,"

"Belom,"

"Lah!. trus ngapain beli fiesta?, itu kondom mau lu pake main bareng siapa bang?, dosa anjir. Senakal-nakalnya gw, gw gamau ngerusak cewe sebelum nikah." Jeffery sontak tertawa keras.

"Hahahaha otak lo ngeres juga ye Chan. Gw beli Fiesta Chiken Nugget bukan Fiesta kondom bego,"

"Y-ya kali aja mau beli begituan, buat- "

"Loh?! Bang Jeffery ganteng!," teriak seorang gadis yang baru saja masuk supermarket.

"Gisselle? Ngapain lo disini? Adek gw mane?,"

"Beli minum hehe,"

"Adek lo ga akan ilang kali. Ah itu tuh dia," ujar Gisselle menunjuk ke 3 gadis yang baru datang.

"Bang, adek lo yang mana?," tanya Echan.

"Itu yang di belakang tas merah, dia emang rada penakut kalau ketemu orang baru,"

"Aneh juga adek lo ya bang,"

Mata Echan berusaha melihat penasaran adik Jeffery, karena jujur kalau di liat-liat Jeffery itu ganteng banget apalagi kalau adeknya, fikir Echan.

"Winter, sini kenalan sama tetangga baru kita," panggil Jeffery menghampiri Winter dan menarik tangan mungil gadis itu.

"Ini Chan adek gw namanya Winter, kenalan dek," sontak Jeffery menyenggol badan Winter sebagai kode.

"W-winter," ujarnya mengangkat kepalanya menatap Echan.

"E-eric panggil aja Echan," ujarnya sedikit gagu saat menatap Winter.

"Eh?! Sumpah Itu idung lu kenapa?!," tanya Ningning menunjuk Echan.

"Ha?," bingung lelaki itu memegang hidungnya kaget.

"Anjir mimisan!," heboh Gisselle melihat darah yang keluar dari hidung Echan.

"Eh lo kenapa Chan? Lo ga sakit kan?," khawatir Jeffery.

"Nih nih, cepet pake tisu," ujar Karina memberikan tisu yang ada di genggamanya.

Echan langsung mengambil tisu yang di berikan Karina "E-ehh gapapa kok bang, gw pulang duluan yak, ada meeting dadakan sama obama bye. " Echan berlari kembali kerumahnya sembari menutup hidungnya dengan tisu.

"Lahk aneh tuh anak," ujar Ningning.

"Rada ga waras kayanya," Karina.

" gw tau kenapa dia mimisan," ujar Gisselle.

" kenapa?," tanya Ningning.

"Kayanya dia mimisan liat kecantikan Winter deh," ujar Gisselle.

Karina menggeleng kepalanya menunjuk Giselle. "Ini lebih aneh lagi temen lo ning,"

"Temen gw temen lo juga bego."

Jeffery pas dapat sisah uang kembalian

Jeffery & Echan pas ke supermarket di liatin ciwi ciwi



NEXT?

Kalau ada orang nanya tuh di jawab
-Echan



©nanayyyg_

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co