Truyen3h.Co

MY FUTURE SON |JenoKarina|✅

12

nanayyyg_

Kinara dan juga Jevano masih sama-sama termenung dengan semua cerita Jojo yang benar-benar sulit untuk dipercaya. Gadis itu masih belum siap menerima kenyataan ini, kenyataan yang terlalu menyakitkan,  diantara mereka berdua kini benar-benar sunyi tanpa suara, hanya ada bunyi jam dinding yang terus berdetak.

Perlahan Kinara meneteskan air matanya, dia menutupi wajahnya, berusaha menyembunyikan tangis ini. "Nar... Lo nangis?" Kinara menggelengkan kepalanya.

"Nar? Lo kenapa hm?" Bukannya berhenti kini tangis Kinar semakin membesar, hatinya sesak membayangkan betapa menyedihkannya hidup Jojo di masa depan. "Nar, hey... Sini lihat gw." Jevano melepaskan tangan Kinar yang menutupi wajahnya, dia memegang tengkuk gadis itu.

"Jev ... Gw— gw gak tega dengar Jojo cerita kaya tadi..." Jevano memeluk tubuh lemah gadis itu. "Jev... D-dia masih kecil Jev, Jevano... Apa benar gw mamahnya dia di masa depan? Jev ini gak mungkin kan?" Tangisannya di pelukan Jevano.

"Kinara, tenang dulu... Jujur gw juga gak bisa menerima kenyataan hidup kita yang kaya gini Nar," Jevano melepaskan pelukan mereka berdua. "Lihat gw Nar,  gw gak ngelihat kebohongan sama sekali dari mata Jojo, dan sudah banyak buktinya kan kalau dia benar datang dari masa depan? Nar ... Coba pelan-pelan kita berusaha terima kenyataan ini ya?"

"Mamah... Kenapa nangis?" Tanya Jojo menghampiri mereka berdua.

"Kinara ... Lo tahu kan takdir itu seunik apa? Takdir itu gak pernah bisa kita tebak Nar, setidaknya gw bersyukur kalau memang yang dibilang Jojo benar, "

"Kenapa Lo bilang begitu?"

"Ya gw bersyukur, karena pada akhirnya gw berlabuh di Lo Nar, di tempat yang benar, kita berdua yang udah saling kenal dari kecil  dan bahkan udah paham baik maupun jeleknya diri kita, dan gw bersyukur Lo jadi tempat terakhir gw."

Kinar hanya terdiam mendengar penjelasan Jevano. "Tapi no, bisa gak kita merubah takdir ini? Lebih baik kita gak pernah bersatu kan di masa depan? Gw takut akhirnya nanti Jojo yang jadi korban diantara kita..."

"Mah... Pah... Jangan bilang seperti itu." Jojo memang hanyalah anak kecil tapi anak itu memiliki pemikiran yang cukup dewasa dibandingkan anak seumurannya yang lain, ia paham yang dimaksud dengan kedua orangtuanya.

"Kinar, terus Lo mau kita gak pernah bersatu biar Jojo menghilang dari hidup kita? Biar Jojo bahkan gak tersakiti karena kita? Gak gitu cara kerjanya Kinar. Gaada satupun manusia yang ngelawan takdir."

Jojo menghampiri Kinara, mengusap pelan air mata sang Mama. "Mamah papah... Jojo datang kesini bukan ingin kalian merubah takdir seperti itu, kakek pernah bilang ke aku, se-susah apapun manusia melawan melawan takdir, se-sulit apapun mereka mencoba, pada akhirnya semua itu akan tetap sama mah... Pada akhirnya hanya Tuhan yang bisa merubah takdir itu."

"tujuan datang Jojo kesini hanya untuk melihat mamah dan papah, Jojo rindu kalian mah pah... Jojo pengen bareng kalian, walau hanya sementara."

"Jo... Tapi... Aku gak bisa bayangin hidup kamu dimasa depan nanti, a—aku merasa bersalah..."

"Mamah... Itu bukan salah mamah, gaada yang salah, semua itu takdir." Jojo mengenggam kedua tangan orang tuanya itu. " Mamah... Papah... Bantu Jojo ya, Jojo tau dengan Jojo datang ke tempat ini pasti gak akan merubah apapun, gak akan pernah merubah kalian yang di masa depan hidup kembali, Jojo hanya ingin bisa menghabiskan waktu bersama kalian..."

Kinara sontak memeluk tubuh anak itu. "Maafin aku Jojo, aku salah... Aku—seharusnya gak bilang kaya tadi..."

Bocah kecil itu menggerakkan tangannya mengelus rambut sang mama "Gapapa mamah," Jevano ikut dalam pelukan mereka, "udah yah jangan sedih-sedihan lagi. Aku gak mau lihat mamah nangis lagi,"

"Iya sayang..."

"Pah... Jojo punya waktu 1 bulan disini, setelah itu Kakek akan jemput aku untuk kembali ke masa depan. Bantu aku ya pah, aku ingin punya banyak kenangan indah bersama kalian."

Jevano mengangguk mengelus rambut sang anak. "Iya papah janji sama kamu,"

"Jojo, liat tuh mamahnya nangis terus, udah jelek mukanya jadi tambah jelek." Goda Jevano menunjuk Kinara yang masih dipenuhi air mata, sontak gadis itu memukul baju Jevan dengan keras.

"He?! Apa maksud Lo," sebelum kena pukulan untuk yang kesekian kalinya Jevan mengeluarkan langkah seribunya.

Aktivitas mereka menjadi bahan gelak tawa untuk Jojo, sungguh Jojo sangat merindukan mereka, akhirnya rasa rindu Jojo bisa terbayarkan berkat  kakeknya dan juga kedua orang tuanya.

"Jevano! Sini Lo, awas aja kalau ke tangkep leher Lo ilang!"

"Ih serem. Udah jelek, galak, ingusan lagi, malu banget." Ejek Jevano membuat Kinar semakin marah.

"Hahaha makasih mamah papah... Aku sayang kalian..." Lirih nya pelan, kemudian ikut berlarian bersama mengelilingi seisi rumah.



Jangan lupa liat MV aespa ya guys!!!

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co