Truyen3h.Co

runaway

runaway - act iv.

fikawashere

pada malam hari kesepuluh, nami buru-buru berlari ke pintu kamarnya setelah mendengar ketukan pelan di sana.

dan sosok yang ia temukan di balik pintu membuatnya tak mampu menahan senyumnya.

sejak percakapan mereka tiga malam lalu, lelaki itu tiba-tiba menghilang. dua pengawal baru berjaga di depan kamarnya selama beberapa hari berikutnya.

mereka bilang mantan pengawal pribadi sanji itu sedang bertugas. namun, tidak satu pun dari mereka yang mengetahui tugas apa yang sedang ia jalankan.

begitulah nami tanpa sadar melompat dari tempat tidur ketika suara familiar itu menyapanya setelah mengetuk pintu.

maniknya berkilat senang.

"luffy! dari mana saja?"

"mohon maaf, tuan putri. hamba—"

tanpa sempat menyelesaikan kalimatnya, luffy ditarik ke dalam ruangan luas itu sebelum nami mengunci pintu di belakangnya.

"kupikir kita sudah sepakat untuk melupakan formalitas," tegur sang putri setelah menyadari luffy masih berbicara dalam bahasa yang sangat formal.

padahal, mereka sepakat untuk mengabaikan segala bentuk formalitas setelah memastikan bahwa mereka berada di pihak yang sama.

luffy menunduk singkat. "maaf, putri. saya masih membiasakan diri melakukan hal itu."

nami hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak puas.

bagaimanapun, luffy telah bekerja sebagai pengawal pribadi pangeran ketiga selama empat tahun terakhir. ia jelas mengalami kesulitan menyingkirkan sesuatu yang telah mengakar dalam dirinya.

"lebih dari itu, apa yang terjadi selama tiga hari terakhir ini? ke mana saja kau dan apa yang kau lakukan? kenapa pergi tanpa berkata apa-apa?"

mendengar itu, tanpa sadar sudut bibir luffy terangkat.

namun, senyuman itu perlahan memudar ketika ia mulai menjelaskan semua yang terjadi tiga hari terakhir ini kepada sang putri.

"saya ditugaskan dalam kudeta kerajaan sufinkusu. selama tiga hari terakhir, kami telah mempersiapkan pasukan untuk turun ke medan pertempuran."

seperti prediksi luffy, informasi itu membuat nami terkejut bukan main.

manik indahnya membelalak tak percaya.

sufinkusu?

sang putri mengerutkan keningnya dengan cemas. "tapi kerajaan itu baru saja kehilangan rajanya."

"benar. kini, kerajaan dipimpin oleh seorang raja baru yang tak lain adalah putra satu-satunya mendiang raja."

tentu saja, nami tahu betul sosok yang dimaksud. putra mahkota kerajaan sufinkusu yang memiliki hubungan baik dengan kerajaan goa.

"pangeran marco."

luffy tersenyum. "raja marco."

tanpa bisa dibendung, berbagai skenario buruk mulai memenuhi pikiran nami—membuatnya hampir kehilangan keseimbangan jika sang pengawal tidak sigap menopang tubuhnya.

sambil meremas bagian depan seragam luffy, ia memandang pengawal pribadinya itu dengan putus asa. "apakah kau benar-benar akan menyerang kerajaan itu? jika kau berasal dari kelompok pemberontak, kau pasti tahu—"

"tentu saja." luffy menepuk punggung bawah nami dua kali untuk menenangkan sang putri kerajaan goa. "saya akan berusaha sebaik mungkin untuk meminimalkan jumlah korban tanpa menimbulkan kecurigaan."

dengan itu, nami menghela napas panjang. "tolong pastikan raja marco dan ratu whitey tetap hidup sampai pertempuran berakhir."

"baik, putri."

"kapan kudeta itu akan terjadi?" lanjutnya.

"tiga hari dari sekarang." sosok bersurai kelam itu tersenyum sebelum melanjutkan kalimatnya. "oleh karena itu, saya datang untuk memenuhi janji pada putri."

———&———

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co