runaway - act vi.
"yang mulia!"
raja beckman sedang menikmati makan siangnya ketika seorang pengawal datang dengan tergesa-gesa.
ia menyeka sudut bibirnya dengan tisu sebelum menoleh dan menatap lelaki yang tampak sebaya dengan putri semata wayangnya itu.
seseorang yang shanks tempatkan di sisinya.
"oh, usopp." raja beckman tersenyum ramah dan membiarkan sang pengawal mengatur napas sebelum bertanya. "ada apa?"
"kami baru saja menerima surat dari mdl," jawab usopp sambil tersenyum sumringah.
pemuda itu segera mengeluarkan sebuah gulungan dari balik tubuhnya dan meletakkannya tidak jauh dari piring raja. "surat ini mungkin berisi berita tentang tuan putri di kerajaan jeruma."
tanpa banyak bicara, raja beckman meraih gulungan itu, membuka tali pengikatnya, dan mulai membaca isinya dengan cermat.
sudut bibir sang raja terangkat begitu manik kelamnya mencapai akhir surat.
ia menghela napas lega.
nami baik-baik saja.
putrinya baik-baik saja.
terlebih lagi, ia telah memahami arti di balik pesan terakhirnya dua belas hari yang lalu.
namun, senyuman raja kerajaan goa itu perlahan memudar ketika teringat pesan tersembunyi di baris kelima.
tiga kompi pasukan akan dikirim ke sana.
ke barat.
ke sufinkusu.
dengan kata lain, nami ingin memberitahunya bahwa jeruma akan melakukan kudeta terhadap sufinkusu yang baru saja mengalami pergantian raja dengan membawa tiga kompi pasukan.
"usopp."
mendengar itu, sang pengawal mengambil posisi siap. "ya, yang mulia."
"siapkan dua kompi pasukan kita sebagai bala bantuan kerajaan sufinkusu. mereka akan berangkat malam ini juga."
.
.
.
siang itu, tepat setelah makan siang selesai, nami mengajak pengawal pribadinya mengobrol santai di tepi kolam ikan.
keduanya segera menuju ke taman belakang—yang letaknya tidak jauh dari ruang makan.
sesampai di sana, luffy secara refleks mengeluarkan sapu tangan dari sakunya untuk dijadikan alas duduk sang putri.
nami tersenyum dan mengucapkan terima kasih sebelum duduk di alas yang telah disediakan. ia kemudian mencelupkan jari telunjuknya ke dalam air, membuat ikan-ikan berkumpul di sekitarnya.
luffy membiarkan gadis itu bermain dengan ikan di kolam.
hanya saja, beberapa menit kemudian, ia terpaksa menegurnya ketika tatapan matanya menjadi kosong.
"putri, apa yang sedang anda pikirkan?"
"kau," jawab nami singkat.
luffy mengerutkan kening.
"putri?"
melihat raut bingung di wajah pengawal pribadinya, nami berdecak pelan. "apa yang sedang KAU pikirkan. berhentilah berbicara dalam bahasa formal."
gerutuan itu membuat luffy terkekeh lucu.
"putri, apa yang sedang kau pikirkan? apa ada yang mengganggu pikiranmu?"
"tidak ada." nami menarik napas dalam-dalam. "aku hanya memikirkan apa yang harus kulakukan tanpamu di sini."
mendengar itu, luffy merasakan jantungnya berdebar cukup kencang.
namun, ia mengabaikan debaran itu dan tersenyum tulus.
"putri, ada banyak hal yang bisa kau lakukan di istana ini."
maniknya bergulir ke atas, mencoba mengingat kegiatan apa saja yang bisa dilakukan sang putri.
"kau bisa mengunjungi taman bunga, membaca buku di perpustakaan, berlatih memanah, berkuda di kebun teh, bahkan berenang di—"
"aku tidak bisa berenang."
ah.
benar.
ia masih ingat dengan jelas bagaimana nami bergerak gelisah di dalam air—berharap seseorang akan membantunya.
nami menghela napas kasar. "aku memiliki trauma air dalam. aku tidak akan mendekati tempat itu lagi."
oh.
jadi—
"jika ini tidak berlebihan, bolehkah aku mengetahui alasan di balik traumamu itu?"
pemilik surai kelam itu sontak menahan napas ketika menyadari bahwa ia mengutarakan isi hatinya dengan lantang.
"maaf—"
namun, nami dengan cepat memotongnya.
"boleh."
luffy membelalakkan matanya tidak percaya.
boleh?
reaksi sang pengawal membuat nami tersenyum tipis. "tapi hanya jika kau kembali dengan selamat."
sekali lagi, luffy merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.
ia terdiam selama beberapa detik sebelum,
"luffy?"
suara lembut itu membuatnya seolah ditarik kembali ke dunia nyata.
luffy berdeham pelan dan memamerkan senyum lebarnya. "jangan khawatir. aku pasti akan kembali dengan selamat."
"kau harus berjanji," desak nami sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
melihat itu, luffy tertawa kecil dan mengaitkan jari kelingking mereka. "baiklah. aku berjanji akan kembali dengan selamat."
sang putri mengikat janji itu dengan menyatukan ibu jari mereka. "kau harus menepati janjimu."
kembalilah dengan selamat, luffy.
———&———
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co