7
🌻[Desired Wedding Proposal]🌻
🌼🌼🌼
Doyoung ;
> Sejeong-ah... Sorry banget tapi aku ga bisa nemenin kamu ketemuan sama vendornya siang ini
> Oiya, nanti bisa ngga ketemuan di skycafe jam 8 malem?
Sejeong sedikit mengerucutkan bibirnya saat membaca pesan masuk di ponselnya, dari Doyoung. Kenapa begitu mendadak? Ah tapi dia juga tidak bisa marah, mungkin lelaki itu sedang sibuk.
Jemari lentik gadis itu pun mengetikkan beberapa kalimat balasan untuk Doyoung dan kemudian mengirimkannya. Tak berapa lama kemudian pesan tersebut telah dibaca oleh Doyoung namun tidak di balas.
Sejeong ;
Ah, baiklah aku mengerti... <
Aku akan menghubungimu untuk < kesepakatan konsep preweddnya
Baiklah, sampai bertemu nanti < malem^^
Gadis itu mengerutkan keningnya saat keterangan profil Doyoung menandakan bahwa dia aktif beberapa menit lalu, tepatnya saat Doyoung mengirimkan pesannya tadi. Kemana lelaki itu?
Tapi Sejeong berusaha untuk tidak berpikiran buruk, mungkin saja Doyoung sedang latihan sehingga hanya sempat mengirimkan pesan, ngga boleh negthink gaboleh negthink.
"Jangan kayak ABG labil yang harus di kabarin mulu doh", gumannya untuk dirinya sendiri
🌼🌼🌼
Sementara itu Doyoung di gedung SM bersama dengan Johnny, Taeyong, dan juga Yuta tertawa bersama dan melakukan highfive satu sama lain. Rencana pertama mereka berhasil.
"Eh hyung pinjam ponselnya dong"
Doyoung memang sengaja untuk menonaktifkan ponselnya selama beberapa jam kedepan, agar Sejeong tidak bisa menghubunginya karna dia perlu mengurus beberapa hal kedepannya.
"Halo? Jae gimana reservasinya?"
Udah beres kok semuanya, ini anak-anak juga lagi keliling nyari dekor, cafe udah di book dari jam 7 sampai kedepannya
"Oh oke, nanti kabarin aku kedepannya ya"
Cie hyung mau nikah cie
"Y"
Ucap Doyoung singkat dan kemudian memutus sambungan telpon tersebut secara sepihak, biarkan saja toh hanya Jaehyun.
"Jadi gimana?", tanya Johnny tiba-tiba
Yuta dan Taeyong menatap Doyoung lamat-lamat, sementara lelaki itu mengedikkan bahunya, sejujurnya Doyoung bingung, bagaimana cara melamar gadis dan memberikan kejutan di waktu yang sangat mendadak ini.
"Kalau ngajak makan malam terus ngasih cincim kayaknya terlalu klasik", jelas Taeyong diikuti anggukan setuju oleh Yuta, Johnny dan Doyoung
"Tapi kalau naruh cincin di makanannya terlalu beresiko, nanti kalau ketelan Sejeong gimana?"
"Yah hyung, Sejeong juga ngga sebego itu ngga sadar kalau ada cincin di makanannya"
"Ya kan takutnya"
"Gimana kalau ngebuat Sejeong sengaja nunggu lama sampai restorannya tutup gitu? Bikin dia sampai kesel sama kamu", celetuk Taeyong
"Gimana gimana?"
Sebenarnya Doyoung tuh sedikit kurang setuju sama ide Taeyong barusan, kasihan Sejeong pasti nantinya, Taeyong pun menjelaskan maksud dari rencananya dan diperhatikan oleh Doyoung, Yuta, dan Johnny dengan seksama. Doyoung tersenyum kecil, sepertinya ide tersebut tidaklah buruk
🌼🌼🌼
"Jadi, sekarang udah jam 10 siang, aslinya aku ada janji ketemuan sama vendor prewedd bareng Sejeong tapi aku ga dateng karna mau nyari cincin buat Sejeong, cincin tunangan sama nikah si", jelas Doyoung sambil menunjukkan lockscreen ponselnya kearah kamera.
Doyoung menghela nafas kasar dan mengusap helaian poninya kebelakang. Tertawa canggung kearah kamera karna jujur saja Doyoung tidak memiliki petunjuk apapun hari ini
Dirimya mengambil dan memakai headband yang yang pernah Winwin belikan untuknya, kebiasaan yang dia lakukan ketika lagi bingung yaitu menyanggah poninya dengan headband
"Aku gatau favotitnya dia gimana, aku gatau ukurannya berapa jadi aku mau nanya ke Mina, aku sudah minta tolong Mark buat nyuruh Mina nanya ukuran jari manis Sejeong sih-"
"-ah iya, buat kalung yang aku beli di Paris waktu itu, itu belum aku kasih, aku bakalan ngasih itu nanti nanti, tunggu aja ya kejutan lainnya hahaha"
Lelaki itu mengutak atik ponselnya, menacari-cari kontak Mina, dia sengaja tidak aktif Kakaotalk sama sekali hari ini agar Sejeong tidak bisa menghubunginya.
Setelah menemukannya ia menekan logo hijau disana, pada nada sambung kelima gadis itu baru mengangkat panggilannya itu
"Halo Mina-ah? Apa aku menganggumu?"
Tidak kok
"Ah syukurlah, apa Sejeong bersamamu sekarang?"
Tidak kok oppa, ada apa?
"Tidak, apa kau sudah menanyakan Sejeong tentang ukuran lingkar jari manisnya? Ini aku mau membeli cincin"
Ah iya, Mark yang menyuruhku waktu itu, aku tidak tau ternyata kalau kau yang menyuruh Mark.
"Ya begitulah, jadi bagaimana?"
Ukurannya sekitar 14 katanya
"Baiklah, terima kasih ya Mina-ah. Maaf menganggu mu"
Tidak apa-apa oppa, semoga lancar ya Wedding Proposalnya! Aku titip Sejeong-unnie ya nanti!
Doyoung terkekeh kecil, tak lupa mengucapkan terima kaish ia pun kemudian memutus panggilan telpon tersebut. Ia memegang dadanya dan menarik nafas panjang, sungguh mendebarkan
Sekarang saja jantungnya sudah berdebar hebat bagaimana nanti saat proposal?
🌼🌼🌼
Doyoung melihat-lihat model-model cincin yang dipajang pada etalase, matanya menangkap satu buau cincin dengan hiasan permata di tengah membentuk bunga kecil.
Doyoung tersenyum cerah, sepertinya model cincin itu akan terlihat sangat cocok dan manis jika Sejeong yang menggunakannya
"Bisa kah aku mengambil ini satu? Yang ukuran 14?", tanya Doyoung
Sang pelayan memintanya untuk menunggu sebentar, mencarikan ukuran dan juga model yang Doyoung mau sementara pelayan satunya mengukur lingkar jari manis Doyoung.
"Ukuran anda 17", jelas pelayan tersebut Doyoung mengangguk paham
"Aku ambil cincin emas putih polos ini sepasang, satu ukuran 14 satu ukuran 17", jelasnya
Pelayan yang lain itu pun mengangguk paham, meminta Doyoung untuk menunggu sebentar sementara dirinya mencari cincin yang sesuai.
Tak lama kemudian kedua pelayan itupun kembali dengan kotak beludru berwarna merah maroon, menunjukkan cincin yang dipinta oleh Doyoung, membuat lelaki itu tersenyum cerah.
Setelah membayar cincin-cincin tersebut Doyoung pun keluar dari toko perhiasan dengan senyum cerah di wajahnya, ia sudah mendapatkan cincinnya.
🌼🌼🌼
"Jadi bagaimana?"
Sejeong sedikit tersentak kaget, pasalmya tadi dia sedikit tidak fokus memdengarkan konsep foto yang dijelaskan oleh vendornya, ia sibuk menghubungi Doyoung yang sendari tadi sangat sulit untuk dihubungi
Sejeong mengigiti bibirnya gugup, ia pun membolak balikkan katalog foto dihadapannya, sebenarnya dia sedikit tertarik dengan konsep chic and fun yang ditawarkan vendor tersebut, tapi dia takut Doyoung tidak menyetujuinya.
"Uhm... Aku sebenarnya tertarik dengan konsep chic amd fun yang satu ini, tapi bisakah kita atur tempatnya di rumah? Dengan nuansa pastel agar kesannya lebih manis gitu?", tanya Sejeong kepada orang vendornya
"Tentu saja, itu adalah saran yang bagus, kalian bisa berpura-pura masak bersama atau menonton pertandingan bola bersama atau bermain"
Sejeong mengangguk paham, dia setuju dengan konsep yang satu itu, setelah mencocokkan tema, outfit dan benerapa hal lainnya akhirnya mereka pun sepakat dan mengambil tanggal seminggu dari sekarang, Sejeong pun membayar uang DP dan bersalaman dengan orang-orang vendor barusan, ia berharap Doyoung juga menyukai konsepnya yang satu ini
"Baiklah aku mau balik dulu ke dorm, istirahat bentar habis itu beres-beres terus ke skycafe jam 8an"
🌼🌼🌼
Sekarang sudah jam setengah sembilan dan itu berarti Sejeong sudah menunggu disini seorang diri selama setengah jam lamanya, Doyoung belum datang juga sendari tadi, tetapi lelaki itu juga tidak bisa dihubungi sama sekali
Gadis itu mengerucutkan bibirnya lucu, Doyoung entah kenapa membuatnya kesal dan khawatir seharian ini, pertama dari Doyoung yang tiba-tiba mengatakan tak bisa menemaninya dan tidak bisa dihubungi sama sekali sampai sekarang, apakah lelaki itu baik-baik saja?
Sementara itu di lantai satu Doyoung sibuk mempersiapkan kejutan untuk Sejeong, dia yang memantau dari kamera lainnya tertawa kecil melihat wajah kesal Sejeong, rencananya membuat gadis itu kesal sepertinya berhasil
Ia pun memgaktifkan kbali aplikasi kakaotalk miliknya, seketika bom chat dan missed call dari Sejeong memenuhi ponsel, membuat ponselnya sedikit error
Dengan segera dia pun mwnghubungi balik gadis itu, tidak perlu menunggu lama karna Sejeong segera mengangkat panggilan dari Doyoung itu.
"Ha-halo Sejeong-ah?", sapa Doyoung terlihat senormal mungkin, meskipun tetap tidak bisa menutupi kegugupannya sih
Doyoung-ah? Kamu dimana? Seharian ini aku tidak bisa.menghubungimu... Apa kau baik-baik saja?
"Ah iya, maaf... Tenang saja aku baik-baik saja, ah iya... Uhm... Maaf tapi aku terlambat untuk datang... Rapat dengan direktur SM baru saja selesai dan ini aku baru saja mau berangkat ke cafe... Apa tak apa?", ucapnya sambil menggaruk tengkuknya, meskipun Sejeong tetap tak bisa melihatnya sih
Sejeong di sebrang sana menghela mafas kecewa, menganggukkan kepalanya kecil
Baiklah tak apa, aku akan menunggumu...
"Maafkan aku ya?"
Sejeong kembali menganggukkan kepalanya lagi, mengatakan tak usah dipikirkan dia baik-baik saja, meskipun sebagian dari dirinya merasa kecewa, tapi mau bagaimana lagi kan?
Setelah panggilan tersebut terputus Doyoung di tempatnya mengepalkan tangannya senang, ia pun melakukan tos bersama dengan Jaehyun yang kebetulan hari ini dimintainya untuk membantunya
"Kau benar-benar jahat hyung, membuat Sejeong-noona menunggumu lama", jelas Jaehyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak mau menapik fakta bahwa rencana Doyoung bemar-benar berjalan lancar
"Tapi paling tidak semuanya sudah berjalan sesuai rencana bukan?"
🌼🌼🌼
Sejeong menghela nafas pelan, sekarang sudah jam setengah sepuluh tapi Doyoung belum saja tiba, ponselmya pun kembali tidak bisa dihubungi. Sebenarnya kemana sih laki-laki itu pergi?
Untung saja pemandangan disini cukup bagus sehingga moodnya tidak begitu buruk meskipun harus menunggu lama. Tapi tetap saja dia kesal dan khawatir pada lelaki itu.
"Ah nona? Kau masih disini?"
Sejeong menolehkan kepalanya, mendapati salah satu pelayan yang datang menghampirinya, dia tersenyum kikuk kearah pelayan wanita itu
"Ah... Iya", jawabnya singkat
"Aku kira kau sudah pulang, ah... Tidak maksudku kenapa masih disini? Restoran ini sudah tutup setengah jam lalu", jelasnya lagi membuat Sejeong membolakan matanya. Serius?
"Benarkah?", tanya Sejeong yang dibalas anggukkan oleh pelayan itu
Sejeong bangkit dari duduknya, menbungkukkan badannya, tak lupa mengucapkan terima kasih dan maaf kearah pelayan wanita tersebut, mengambil tas selempangnya kemudian menbawa dirinya turun dari rooftop dengan perasaan kesal dan juga kecewa. Doyoung tidak jadi datang (lagi) dan parahnya lagi lelaki itu bohong kepadanya
Sementara itu pelayan wanita tersebut tersenyum puas melihat wajah kesal Sejeong, ia melakukan panggilan handie talkie pada seseorang di bawah sana
"Dia sudah turun, dan wajahnya terlihat sangat kesal"
🌼🌼🌼
Benar saja, lampu di restoran itu benar-benar sudah dimatikan total dan sudah sangat sepi dari pengunjung, Sejeong saja yang bodoh mau-maunya menunggu dan berdiam diri seorang diri diatas sana.
Ia mendengus kesal, membawa kaki jenjangnya menuju pintu keluar, matanya melirik kesana kemari, benar-benar sepi. Sampai ia mendapati siluet seorang pria yang berdiri disamping meja yang terlihat terang dibandingkan meja lainnya, meja itu dihiasi dengan lilin yang mengelilinginya.
"Ah... Sejeong?"
"Jadi, bisa jelaskan padaku?"
Sejeong melipat tangannya di depan dadanya, menatap Doyoung kesal dan meminta penjelasan pada lelaki itu, sementara lelaki dihadapannya hanya bisa menggaruk tengkuknya kikuk. Bahkan untuk menatapnya Doyoung tidak berani
"Doyoung..."
"Sebelum kau memarahiku, bisakah kau membuka kotak kado diatas meja itu?", pinta Doyoung
Pandangan Sejeong teralihkan pada sebuah kotak kado dan juga sebuah balon bertuliskan Open Me disebelanya, ia mendengus kesal meskipun begitu dirinya tetap membuka kotak kado tersebut.
Balon-balon helium berwarna biru dan juga silver keluar begitu saja saat Sejeong membuka kotak kado tersebut. Disana terdapat sebuah botol dan surat di dalamnya
Ia menolehkan kepalanya kearah Doyoung, lelaki itu hanya menyuruhnya untuk membaca isi surat tersebut
Sejeong-ah...
Aku tau kau pasti sangat kesal kepadaku sekarang iya kan? Aku yang tiba-tiba membatalkan pertemuan kita, menghilang begitu saja, dan membuatmu menunggu begitu lama dari jam 8
Maafkan aku ya? Kau boleh marah padaku tapi aku melakukan ini demimu, dan aku harap kau menyukainya
Hmmm...
Bukankah kau sempat bilang waktu itu sebelum menikah kau ingin dilamar dengan kejutan romantis bukan?
Waktu itu kau mengatakan padaku sebelum menikah kau ingin dilamar dengan romantis bukan?
Hmmm...
Aku tau kalau ini sangatlah tidak romantis tapi aku harap kau menyukainya
Doyoung dudut berlutu dihadapan Sejeong, lelaki itu mengeluarkan kotak beludru dari saku celananya, membuat Sejeong menutup wajahnya dengan surat yang baru saja dibacanya itu
"Will you marry me?", tanya Doyoung
Entah kenapa semua perasaan kesal dan kecewanya hilang berganti dnegan haru, Doyoung sialan! Jadi lelaki itu menghilang seharian hanya demi mempersiapkan ini? Apaan ngga romantis banget
Gadis itu hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil terus menggumankan kalimat "aku membencimu" dan "kau membuatku kesal" berulang kali membuat Doyoung yang memasangkan cincin di jemarinya itu tertawa kecil
"Kamu jelek lo kalo nangis", goda Doyoung
"Aaaa gapeduli, aku kesel sama kamu, kamu tuh ya buat aku khawatir soalnya ngga ngasih kabar tau ah aku benci kamu"
Doyoung terkekeh kecil ia pun membawa Sejeong kedalam pelukannya, mengelus surai kecokelatan gadis itu
🌼🌼🌼
[Doyoung]
Doyoung : Paling tidak, di waktu yang singkat ini, aku ingin mengabulkan semua permintaannya dan membuatnya bahagia
🌼🌼🌼
Satu dua tigaaa
Cheseee
CEKREK
-Episode 8 : Potrait-
🌼🌼🌼
🌼🌼🌼
Pojok Sampah :
Hilih sa ae kamu mz :"))
Lupakan fakta kalau pada akhirnya mereka nanti bakalan cerai pas acara ini berakhir gaed
Bạn đang đọc truyện trên: Truyen3h.Co